PANCASILA, dari Ende untuk Indonesia

Bung karno

Seorang Bapak asyik duduk didepan baliho besar, bertuliskan “Memperingati Hari Lahir Pancasila”. Tampak diatasnya Bung Karno tersenyum memandang Bapak itu dan kita Indonesia, untuk sekali lagi mengingatkan bahwa Hari ini 01 Juni adalah hari lahirnya ideologi Bangsa, pondasi negara dan visi ke-Indonesian kita. Apalagi kalau bukan PANCASILA.

Hmmm..menyimak senyum Bung Karno dan Bapak ini, saya jadi teringat dengan cerita heroik sang proklamator, ketika beliau pernah diasingkan sebagai orang terbuang, duduk merenungkan Pancasila di kota kecil ini, Ende.

Beliau menyampaikan rasa kagumnya terhadap Ende :

Pulau Bunga, akan tetap melekat dalam kenanganku karena berbagai alasan. Juga terjadi di Pulau Bunga, aku membersihkan diriku dari segala takhayul. Aku memandang samudera dengan hempasan gelombangnya yang besar, memukul pantai dengan pukulan berirama….

Revolusi kami seperti juga samudera luas adalah hasil ciptaan Tuhan. Satu-satunya Maha Penyebab dan Maha dan Maha Pencipta. Dan aku tahu sekarang bahwa semua ciptaan yang Maha Esa termasuk diriku sendiri dan tanah airku berada dibawah aturan hukum dari yang Maha Ada…”

Harus diakui memang bahwa selama ini tidak pernah disebut-sebutkan namanya saat dikaitkan dengan Pancasila. Ende hanya dicatat sebagai salah satu kota terpencil di negeri ini yang pernah ditunjuk Belanda sebagai sejarah bagi Bung Karno.

Cerita tentang Bung Karno dan apa yang dilakukannya selama 4 (empat) tahun di kota terpencil ini, tak pernah diceritakan kepada generasi Indonesia secara utuh dan terbuka, seolah tak ada apapun yang terjadi selama 1460 hari beliau dibuang di tanah ini.

“….Ende, kota kecil nun jauh di negeri timur…” kata Bung Karno, “…adalah satu-satunya yang dikarunia keunikan oleh Maha Pencipta dengan danau 3 (tiga) warna-nya yang senantiasa kuingat akan Pancasila dan berdirinya…”

Pohon Sukun, Pohon Pancasila

DSC00230

Perhatikanlah dengan seksama. Pohon Sukun, tempat dimana Bung Karno merenungkan Pancasila tampak sederhana dan biasa saja seperti kebanyakan pohon lainnya. Namun dari dasarnya, sebuah pohon tumbuh dengan 5 cabang. Sebuah Cabang tegak berdiri ditengah, dan dikelilingi 4 cabang lainnya.

Pohonnya kecil, tidak sebesar lainnya. Namun ini adalah saksi bisu dan pembuktian akan karunia Tuhan kepada Bung Karno tentang keberadaan Pancasila.

“…Di Pulau Flores yang sepi, di mana aku tidak memiliki kawan, aku telah menghabiskan waktu berjam-jam lamanya di bawah sebatang pohon di halaman rumahku, merenungkan ilham yang diturunkan oleh Tuhan, yang kemudian dikenal sebagai Pancasila,” cetus Bung Karno.

Bung Karno mengatakan, apa yang dia kerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi dan tradisi-tradisi nusantara sendiri. “Dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah,” ujarnya.

Lima mutiara itu adalah berharga itu adalah: Kebangsaan, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Demokrasi, Keadilan Sosial dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Rumusan inilah yang kemudian menjadi Pancasila sekarang.

“Jika kuperas yang lima ini menjadi satu, maka dapatlah aku satu perkataan Indonesia tulen, yaitu perkataan gotong-royong,” kata Bung Karno.

Seorang Bapak dan Generasi Pancasila

DSC00224

Seorang Bapak asyik duduk didepan baliho besar, bertuliskan “Memperingati Hari Lahir Pancasila”. Tampak diatasnya Bung Karno tersenyum memandang Bapak itu dan kita Indonesia, untuk sekali lagi mengingatkan bahwa Hari ini 01 Juni adalah hari lahirnya kebangkitan dari segala ketertinggalan. Ketertinggalan ekonomi, sosial, dan masa depan anak negeri ini.

Didepan Bapak ini, terjual kacang, permen dan rokok. Tuk menyambung hidup isteri dan anak-anaknya. Generasi Bangsa ini. Beliau memandang kedepan, juga berfikir untuk masa depan keluarganya.

Terimakasih buat Panitia Penyelenggara Hari Lahir Pancasila yang telah melaksanakan acara :

1. Seminar (Kamis, 31 Mei 2012 –  pukul 09.00 Wita di Ende)

2. Doa Bersama dan Renungan Pancasila ( Kamis, 31 Mei 2012 – pukul 19.00 Wita di Situs Pohon Sukun/Pohon Pancasila -Ende )

3. Diskusi Publik bersama RRI ( Jumat, 01 Juni 2012 – pukul 09.00 Wita di Situs Pohon Sukun/Pohon Pancasila -Ende )

Semoga dengan semangat hari lahirnya Pancasila ini, mampu membangkitkan Bung Karno-Bung Karno muda yang memiliki idealisme dan harga diri akan masa depan negerinya tercinta dimasa-masa yang akan datang.

 

DSC00238

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s