Selamat HUT BBM 01 April 2012

Hut
Naak…

Maafkan kedua orang tuamu..
kalau tak mampu beli susu
BBM naik tinggi susu tak terbeli
Orang pintar cari subsidi
Anak kami kurang gizi…

..boro-boro beli susu..
cari minyak tanah tadi sore saja
susahnya bukan main…

 

Naak….
Apakah anak bangga dengan keadaan bangsa kita yang semakin carut-marut ini. Hidup sudah tak menentu, dijajah oleh genggaman asing. Utang makin naik..
Hmm…Bapak tak pernah tahu apa itu bantuan langsung tunai, apa itu program mandiri dsbnya…yang Bapak tahu adalah mulai 1 April, ketika harga BBM naik, maka harga telur dipasar ikut2an naik, ongkos ojek juga naik, harga ikan juga naik…semua barang ikut berlomba-lomba untuk naik…
Naak…
Bapak tahu koq..bahwa bapak juga terima selembar kartu untuk antri beras di kelurahan dan dapat bantuan langsung tunai, sebagai kompensasi dari pencabutan subsidi ini.
Namun bapak sadari, bahwa dari kartu ini, Bapak sudah diberi 1 cap stempel “miskin”. Negara telah memberi tanda untuk Bapak bahwa kita ini salah satu orang miskin..
Hmm…lebih baik miskin daripada tidak makan apa-apa untuk hari ini…Ironis
Naak…
Bapak sudah tidak dengar lagi tontonan TV di tetangga , yang namanya century, penggelapan pajak, korupsi dan apalah itu…
Bapak dipaksa nombok lagi Rp.1500,–  hanya untuk negara. Padahal khan rumah dan tanah kita sudah ditagih pajak dllnya…dan…kemudian duitnya bapak digelapin sama oknum pajak dan bank untuk memperkaya diri mereka sendiri…
Naak…
1 April bapak tidak bisa ngojek…takut banyak aparat yang seram-seram berjaga-jaga di SPBU. Nanti ikutan demo, malah salah…
Hanya…Bapak tidak habis pikir, kalau bapak-bapak aparat koq malah jadi alat negara untuk melawan rakyat. Padahal khan negara menggaji mereka dari duitnya rakyat?
Naak…
Maafkan kedua orang tuamu..
kalau tak mampu lagi biayai sekolahmu
BBM naik tinggi uang sekolah ikutan naik
Orang pintar cari subsidi
Anak kami tak sekolah…
Naak…
Lebih baik dirumah menunggu saja keadaan ini membaik. Jangan lupa, ucapkan salam dari Bapak yang miskin ini buat Negara….Selamat HUT BBM 01 April 2012…
Terakhir, uang berangkat sekolahmu Bapak kurangi 1500 untuk beli minyak tanah…takut ibumu marah….

 

 

 

  

 

 

Selamat HUT BBM 01 April 2012…Semoga usiamu makin “naik”…

One thought on “Selamat HUT BBM 01 April 2012

  1. Mandalajati Niskala berkata:

    Salam persaudaan buat Sahabat Alam dan Manusia,
    blog anak muda pecinta alam ende flores ntt indonesia.
    Saya MANDALAJATI NISKALA membawa syair Sahabat Alam untuk kalian semua.
    Selamat dan sukses buat kalian semua.
    Semoga Syair Sahabat Alam menjadi bahan renungan yang bermanfaat.

    SAHABAT ALAM
    Mandalajati Niskala, th 2000

    Penaku adalah akar-akar dari hutan yang terbakar.
    Penaku adalah jiwa, yang tintanya darah-darah dari hati yang suci mengalir.
    Penaku adalah filsafat dan ilmu, yang tintanya alam semesta global.

    Alam tak bertapal batas membentang DITERKAM DADA.
    Tebaran bintang berenang menantang untuk disapa.
    Bulan mengiringi satelit, dan bumi ini sangat kecil.
    Disana cakap, dusta dan pengkhianatan direka.
    Akalku dipaksa meninkari kebenaran.
    Tentu aku tak mau.
    Bahkan dari dulu aku tak setuju.
    Aku ini manusia di zaman batu.
    Buta kaidah-kaidah mufakat.
    Buta warta.
    Buta buku reka-reka.
    Tapi, mungkin saja ku dapat bongkar rahasia dalam rentang yang terlewat
    Dalam perjalanan masa yang panjang kedepan.
    Dan kunamakan diriku Pujangga Gelombang Baru.

    Lucu kiranya !
    Kabarku semacam pepohonan.
    Tanah-tanah pijakan yang menghampar.
    Api yang membakar tergenggam bumi.
    Air yang mengalir.
    Lautan lepas
    Angin semilir.
    Taufan yang menghempas menghujat.
    Gunung yang menjulang menghujam.
    Halilintar yang mengincar nyawa-nyawa.
    Gelombang lautan yang terbang menerkam,
    Semuaya menelan nafas-nafas daratan.
    Memberikan pelajaran pada berita dusta.

    Tanda-tanda alam memberi isyarat.
    Gempa dan gerhana meloncat-loncat.
    Khatulistiwa yang panas smakin membara.
    Kutub yang bersalju kehilangan beku.
    Nafas yang mendesah dalam tubuh-tubuh mahluk terantuk.
    Ruh yang menyatu memberilan sinyal.
    Jiwa yang terkontak dari zat yang berakal rusak kehilangan fitrah.
    Yang serakah dan mencengkram, tertera.
    Yang susah dan kelaparan tengadah pasrah, terasa.
    Yang tertekan dan bersabar.
    Yang teraniyaya dan ikhlas.
    Yang air matanya dapat mengundang kekuatan jagat.
    Mengng…getarkan dadaku sampai ke ujung maut.

    Alam ini tak akan kehabisan cerita bagi pujangga.
    Aku tumpahkan berita ini dalam karya.
    Aku ini sepertinya pujangga bebal.
    Mulutnya lancang.
    Nyelonong menerobos lorong kosong.
    Kosong dari sahabat pena dan canda-ria.
    Membingungkan.
    Aku atau siapa ?

    Biarlah mulut orang apa bicara.
    Mata biarlah merdeka menatap.
    Walau ternyata, nanar tak hilang jua.
    Telinga mengiang dari reka berita dusta.
    Aku tak tahu semua itu.

    Aku tahu bukan dari cara wajahku meraba.
    Semua punya detak-detak jiwa.
    Dia akan meloncat dari tubuhnya.
    Berita itu yang kugenggam.
    Jika aku tak mampu.
    Kumohon Tuhan menolongku.

    Penaku adalah cahaya dalam gelap gulita,
    yang tintanya gelombang jagat dari Sidratul Muntaha.
    Penaku adalah malam yang tenang,
    yang tintanya embun jatuh menyejukan rumput-rumput yang muram dan kusut.
    Penaku adalah telaga harapan,
    yang tintanya air yang bening bagi orang-orang yang bersuci.
    Penaku adalah udara segar,
    yang tintanya angin sepoy-sepoy basah bagi musyafir yang kelelahan.
    Penaku adalah jihad, yang tintanya darah-darah semerbak bergerak tenang.
    Penaku adalah do’a setajam pedang, yang berkelabat bagi para penghianat.
    Penaku adalah cita-citaku, dan Tuhan di ujung sana menatap rindu.

    Bandung,
    Mandalajati Niskala
    50 Puisi Filsafat Gelombang Baru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s