BUNG KARNO menatap Ende

Situs “Pohon Pancasila”, jam 05 sore………
—————————————–

…hmmmm…..Saya duduk menghadap sebuah patung. Seorang pria dengan gagah berdiri tegak, tangan kanan mengepal, tangan kiri memegang tongkat komando berkepala garuda. Tidak terasa, pembangunan “patung” BUNG KARNO telah selesai. Patung bercat perunggu setinggi 4 meter, gagah berdiri memandang kota Ende.

Saya jadi teringat dengan cerita-cerita heroik sang proklamator kemerdekaan ini. Bagaimana seluruh hidupnya telah dia “habiskan” untuk mengabdi pada negara. Jarang sekali dijaman sekarang, kita mau mementingkan kepentingan masyarakat selain kepentingan pribadi kita. Hmmmm….pikiran beliau hanya untuk rakyat. Benar-benar sosok “Sang Bapak”.

…Ayooo…bangsa ini tak akan MAJU…zonder kerja !!!!

Lama aku duduk termenung di pelataran pohon sukun ini. Seakan tak beranjak mendongak sosok Beliau. Betapa semangat juangnya yang tinggi mengilhami Banyak orang dan generasi sesudahnya. Apalagi pesan-pesannya selalu ingin mengatakan kepada kita bahwa kita harus bersatu agar menjadi bangsa yang “kuat”.

…Jangan sampai aku malu karena…perpecahan kalian

Kedatangan saya sih…hanya kebetulan lewat, setelah mendengar bahwa mantel dan terpal hitam penutup patung akan dibuka hitam. Namun setelah pertemuan saya dengan DEVI, anak muda pengawas proyek ini membawa cerita seputar pembangunan patung ini.

…temanku…DEVI

Si DEVI menyambut saya dengan ramah. “…eja….maisi…(teman…ayo kesini)”, Sapa DEVI. Sambil berjabat tangan mempersilahkan saya untuk nimbrung. “Ayo ambil fotonya, kebetulan tadi kami baru buka terpalnya,…namanya juga peresmian..🙂 “, ujarnya santai sambil mempersilahkan saya untuk mengambil gambar. Kebetulan saya pakai tustel hp.

Dia kemudian membuka beberapa cerita “aneh” seputar pembangunan patung ini. Si DEVI pun mulai bercerita,“….eja, coba lihat mata sebelah kiri patung ini, seakan ada tetesan air mata lagi jatuh..” ujarnya singkat. Lanjutnya “….beberapa hari yang lalu, saya dapat lihat jelas….”. DEVi berusaha meyakinkan saya dengan mimik serius. Saya sih, menyambung saja. Memang selalu ada cerita aneh kalau omong tentang beliau. Akhirnya kami pun larut dalam obrolan seputar sejarah perjuangan beliau.

Bicara pohon sukun ini, panjang ceritanya. Ketika Bung Karno diasingkan di Ende Flores tahun 1933 dengan kapal Van Riebeck dan nginap di salah satu rumah warga (sekarang dikenal dengan Situs Kediaman Bung Karno di Ende), beliau sering jalan-jalan untuk mengisi waktu luangnya dari kesendirian. Di tempat pohon sukun inilah awal dari perenungan beliau tentang “Pancasila”.

…keberangkatan ke Ende dari tanah jawa. Menuju perenungan…..

Kalau diperhatikan seksama, pohon sukun ini punya 5 cabang. Padahal hanya 1 pohon /:, Itupun tumbuh subur sampai sekarang ini. Dulu memang pernah ditebang pohon yang asli (tempat berteduh Beliau yang pertama), tapi setelah ditanam pohon baru…koq…tumbuh lagi 5 cabang. Aneh bin ajaib.

…coba hitung cabang pohon itu…aneh kan ???

Tapi apa mau kata…inilah bukti “akurat” tentang lahirnya Pancasila di Ende. Disinilah monumen Pancasila yang sebenarnya. Rekan-rekan….monumen ini tidak dibuat dengan “tangan” manusia, tetapi dengan “tangan” TUHAN.. Orang boleh banyak bicara Pancasila dengan kebesaran monumennya, tetapi disini…TUHAN memberi melalui “ilham” bung karno bahwa “PANCASILA LAHIR DISINI !!!.”

Duduk terdiam sejenak….saya dan sahabat saya merenung. Kami pun bangun dan saling berpamitan. Sejenak aku menoleh, melihat beliau tetap tegar dikala senja. Seakan mengisyaratkan pesan untuk kubawa pulang…..

……

….”NAK….teruskan perjuangan BAPAK”.

12 thoughts on “BUNG KARNO menatap Ende

  1. Rai. S berkata:

    Hm ternyata ende tak ketinggalan ada situs ju coba klo promo juga universitas yang ada di ende tu bagus skali ada data memang tapi informasi perguruan tinggi di ende tidak di up to date tu…..

  2. Michael Tani Wangge berkata:

    Terima kasih, atas kreativitas anda. Melalui kreativis itu, saya, dan tentu banyak pengunjung webside ini, telah memperoleh pengetahuan lebih detil hal-hal menyangkut jejak-jejak Bung Karno selama berada di Ende. Saya mencarinya, karena membutuhkan data-data tambahan untuk penulisan di media cetak, tempat saya bekerja. Tentu saya akan menuliskan asal sumbernya. Saya sedang usahakan untuk memperoleh foto2 dari Dinas Pariwisata Ende, apabila tidak mendapatkan, mungkin beberapa fotonya saya kemungkinan saya ambil

  3. Karolus Naga berkata:

    “Tempat pelarian menyendiri yang kugemari adalah di bawah pohon sukun yang menghadap ke laut,” kata Soekarno. “Di sana, dengan pemandangan ke laut lepas tiada yang menghalangi, dengan laut biru yang tak ada batasnya dan mega putih yang menggelembung dan di mana sesekali seekor kambing yang sedang bertualang lewat sendirian, di sana itulah aku duduk melamun jam demi jam.” — Bung Karno dalam buku Cindy Adams.

    sekiranya manajemen wisata berbasis sejarah bangsa ini mendapat perhatian pemerintah daerah ende secara serius, semoga saja biaya membangun patung yang hampir 2 mliar lebih itu tidak hanya berakhir pada berdirinya patung beliau saja.

    terima kasih sharingnya, kangen kampung. terutama kangen tempat yang sama seperti beliau. duduk menghabiskan sore menikmati pemandangan laut dari kejauhan, memandang mesin mesin ekonomi Ende bekerja di pelabuhan, petkoan dan sejumlah mahasiswa UniFlor yang dimadu asmara … thanks

  4. Badrut Tamam Gaffas berkata:

    Tertarik dengan catatan mengenai bung Karno yang ditulis, dan sisi islamis bung karno juga saya release di blog BULAN BINTANG MEDIA, silahkan siapa saja bisa berpartisipasi untuk menambahkan fakta mengenai sisi – sisi islamis dan positif Bung Karno..

    Salam kenal dan Merdeka !!!

  5. ida berkata:

    Bpk soekarno yang saya hormati, terimakasih atas perjuangan dan kesemangatannya dalam membangun Negeri kita Indonesia. mdah2an ja setelah sepeninggalanmu bangsa kita tetep jaya,abadi dan kokoh.

  6. -mayanoto- berkata:

    Aih.. terlambat baca tulisan yang ini! Coba sempat baca, saya perhatikan benar mata kiri patung Bung Karno kemarin😦

    BTW, terima kasih Bang Ooyi, atas informasinya tentang Ende. Membantu sekali. Senang juga kemarin sempat ada kesempatan bertemu walaupun sebentar. Saya tulis sedikit kisah tentang perjalanan ke Ende di blog saya.

  7. ooyi berkata:

    Sebuah penghargaan untuk anda…saya dengan senang hati mempersilahkan anda untuk mengambil foto2 di situs saya…….silahkan sahabat🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s