Suka Menunda Pekerjaan? Inilah Akibatnya…

Melamun

Apakah Anda termasuk orang yang suka menunda-nunda pekerjaan? jika jawabannya : YA, saya ucapkan selamat atas kejujuran Anda….berarti Anda dan Saya tidak jauh beda…setali tiga mata uang…dua tiga pulau kelewatan..bro…

Sikap menangguhkan pekerjaan akan jadi suatu masalah bilamana kita mengambil sikap melalaikan untuk melakukan hal-hal yang penting menurut Anda. Harga yang mahal yang harus dibayar…dimana kita telah memanjakan diri dan telah membunuh kreatifitas kita…

Harga Pekerjaan yang Tertunda

Dale carnegie berkata, “ Salah satu dari hal-hal yang sangat tragis dalam sifat manusia yang saya ketahui adalah bahwa manusia cenderung menangguhkan jalan kehidupannya.Manusia sering memimpikan kebun mawar ajaib diatas langit, bukannya menikmati bunga-bunga mawar yang sedang mekar diluar jendela rumahnya saat ini.”

Mungkin hal ini merupakan harga tertinggi yang harus dibayar dari sikap suka menunda pekerjaan, karena waktu yang sedang berlangsung saat ini sebenarnya benar-benar milik kita. Semua yang hanya sebatas pembicaraan,harapan dan keinginan saja tentang masa depan mengandung pengertian tidak akan pernah membangun amsa depan sama sekali…bila kita selalu menunda untuk memulai.

Jeleknya lagi adalah, penundaan tersebut membentuk kebiasan. Dia tidak sadar bahwa dia sedang memulai kegagalan untuk dirinya sendiri.

Menunda Karena Bosan

Malas1

Jack Collis dan Michael Le Boeuef menuliskan dalam buku “Work Smarter Not Harder” bahwa Suatu kehidupan yang sukses berarti kehidupan yang berisi keberhasilan dalam menyelesaikan suatu kegiatan dan memperoleh rasa kenikmatan setiap hari. Tetapi dengan menunda pekerjaan berarti mengambat gerak untuk pemenuhan kriteria tersebut.

Orang yang suka menunda pekerjaan, akan selalu mengatakan hari esok, dan hari ini tidak punya arti apapun bagi mereka. Dia tidak sadar bahwa dia telah menciptakan kehampaan untuk hari ini bagi dirinya.

Kecemasan

4 Mar 2011

Bagi orang santai seperti Saya dan Anda, dengan menunda pekerjaan sampai pada menit-menit terakhir, kita telah mengisi hidup dengan kecemasan. Oleh karena itu kita jangan pernah bicara mengejar tujuan dan cita-cita karena kita tidak pernah melangkah satu langkah, akan tetapi melainkan hanya sekedar gairah sesaat saja.

Orang-orang yang demikian itu mudah dikenali melalui ciri-ciri yang kronis ketika menetapkan rencana “Saya akan….” misalnya : Saya akan berhenti merokok, saya akan melakukan diet, saya akan rajin berolahraga dllnya…..

Ini akan berpengaruh pada akibat yang ditimbulkan dari peristiwa diatas khususnya terhadap kesehatan tubuh kita. Selain itu jangan heran kalau karier kita ibarat dikatakan sedang-sedang saja, karena kebiasaan menunda itu telah menciptakan inkonsistensi antara sebuah pekerjaan yang merupakan tugas tanggung jawab kita dengan kapan terselesaikannya pekerjaan tersebut. Anggap saja bahwa orang santai yang suka menuda sebenarnya tetap saja tidak melakukan pekerjaan apapun.

Hukum Newton, Sebuah Momentum

Malas

Saya yang malas ini, pernah menulis tentang Hukum Gerak Newton pada episode Diary saya beberapa tahun lalu. Intinya adalah Energi gerak adalah Dinamis.

Ketika Newton menciptakan hukum kelembaman, mungkin dia tidak sadar akan keterkaitannya hukum tersebut dengan tingkah laku manusia. Suatu benda, termasuk manusia yang diam akan cenderung diam dan suatu benda termasuk manusia yang bergerak cenderung akan tetap bergerak.

1. Ciptakanlah momentum kebangkitan pada diri Anda dan Saya dengan mengenali dan membuat pernyataan atas sikap bersantai yang sia-sia sebagai cara hidup yang harus dihindari. Dengan bersantai, berarti saya telah menempatkan diri pada ketegangan emosi yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Tidak seorangpun yang ingin kehidupan ini mengecewakan, melelahkan dan menjemukkan bukan?

2. Cobalah untuk memecah tugas-tugas besar Anda ke tugas-tugas kecil. Henry Ford berkata :“Tidak ada sesuatu yang terlalu berat bila Anda memecahkannya menjadi beberapa bagian yang lebih kecil”. Kita kasih contoh, dari ide dasar inilah sebuah perusahaan perakitan mobil “Ford” yang sangat besar dapat didirikan.   

3. Ciptakanlah titik balik, mulailah dengan mengerjakan tugas pertama atau prioritas. Kadangkala tanpa kita sadari bahwa reaksi fisik Saya dan Anda akan secara spontan menunjukan reaksi positif terhadap suasana kerja yang akan kita hadapi dengan tugas yang lebih besar. Kecil di langkahpertama, besar di langkah berikutnya.

Hati

Bekerja dengan hati

Manfaatkanlah keadaan hati Anda untuk mendatangkan keberuntungan. Siapkanlah hati Anda untuk melihat segala sesuatunya adalah positif adanya. Dekatkanlah diri pada Tuhan Sang Pemilik Waktu dan Masa depan, karena semua yang ada di belakang, sedang dan dihadapan Anda adalah Takdir ALLAH Sang Khaliq yang harus disyukuri untuk dijalani. Niscaya Anda akan merasa menjadi orang yang paling beruntung di dunia.

 Bekerjalah untuk Duniamu seakan-akan kamu akan hidup selamanya dan beribadahlah untuk Akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok….

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s