Koperasi Kuat Rakyat Sejahtera

“Sejarah mencatat, bahwa sejak didirikan 64 tahun yang lalu, gerakan koperasi telah mampu menunjukkan keberadaannya sebagai wadah tempat bernaung dan berkembangnya ekonomi kerakyatan. Koperasi telah hadir di berbagai sendi kehidupan ekonomi masyarakat. Buktinya saja bahwa, kita dengan mudah dapat menjumpai koperasi di perkotaan, di kabupaten, di kecamatan hingga kelurahan dan desa. Gerakan koperasi tumbuh di berbagai lembaga pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi; di perusahaan-perusahaan kecil, menengah, hingga perusahaan besar; bahkan di berbagai perwakilan negara kita di luar negeri…”

IMG_0009

Itulah spanduk yang terpampang di Arena pameran pembangunan menyambut HUT Koperasi ke-64 di Kabupaten Ende. Tidak terasa di usianya yang semakin uzur…Koperasi terus gencar menyuarakan kepada masyarakat publik tentang begitu pentingnya ikut menjadi anggota koperasi.

Hmmm…saya jadi tertegun memandang spanduk ini. Mengapa? ditengah deru mesin industri kapitalisasi global dengan pasar bebasnya, koperasi yang seharusnya diharapkan untuk “menyelamatkan” ekonomi masyarakat kecil selama 64 tahun ini belumlah maksimal, dalam artian, benar-benar mampu berperan aktif dalam mengangkat perekonomian nasional. Sokoguru perekonomian Indonesia ini masih terkesan loyo, berjalan terseok-seok, lemah, cenderung tradisional, dan kalah berkompetisi dibandingkan dengan pelaku ekonomi lain, yakni kalangan korporasi swasta dan BUMN.

Nomor dua ?

Saya jadi bertanya, benarkah bahwa Koperasi masih cenderung dinomorduakan? dipandang sepele dan sebelah mata? Apakah keberadaannya masih banyak dicibir orang, ketimbang dibanggakan. Apakah Koperasi masih bagus dalam tataran teori ketimbang dalam praktiknya di lapangan.

IMG_0002

suasana pameran koperasi di kab.Ende. tampak panggung hiburan musik dan lagu

Sebuah tantangan sekaligus sebuah keprihatinan yang wajar gerakan koperasi terhadap masalah daya saing koperasi dalam membangun ekonomi rakyat yang kuat ini memang sangat wajar. Mengingat sedari awal didirikan, gerakan ini memang ditujukan untuk menolong, menopang, dan mengangkat harkat martabat hidup para anggotanya menjadi lebih baik dan sejahtera. 

Didalam UU RI No 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, khususnya Pasal 4 ayat a disebutkan bahwa fungsi dan peran koperasi adalah membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi para anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.

 Tempat Bernaung

IMG_0007

suasana pameran koperasi di kab.Ende. tampak area dan stand peserta UMK ikut berpartisipasi

Kalau dicermati secara saksama pula bahwa, anggota koperasi juga amat beragam, mulai dari para petani di pedesaan, pegawai negeri, anggota TNI dan Polri, karyawan Badan Usaha Milik Negara, karyawan swasta, para guru, para dosen, karyawan perusahaan multinasional di tanah air hingga para pengurus organisasi massa dan partai politik.

Ada yang bergerak di bidang pertanian, kerajinan, perikanan, dan industri rumah tangga. Sektor informal memiliki posisi strategis dalam membangun ketahanan ekonomi rakyat. Sektor ini melibatkan banyak tenaga kerja dan bergerak di berbagai bidang usaha yang menyentuh lapisan terbanyak rakyat kita. Koperasi dan sektor informal, usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah dapat terus bergerak, menghidupi sebagian besar rakyat di negeri kita.

“Membangun Koperasi, Membangun Negeri”

IMG_0005

1. Meningkatkan pembinaan perkoperasian di tanah air.

2. Membudayakan jiwa, semangat, dan nilai-nilai koperasi bagi segenap warga bangsa. Lanjutkan pemberdayaan kaum perempuan dan generasi muda dalam memajukan gerakan koperasi di tanah air.

3. Mantapkan sinergi dan kerja sama antarkoperasi. Berikan dukungan pada pengembangan profesionalisme pengelolaan koperasi. Perluas dan fasilitasi promosi serta akses permodalan bagi koperasi dan UMKM.

4. Mengelola permodalan dengan manajemen keuangan yang tertib dan akuntabel, khususnya kepada para pengelola koperasi yang baru saja memperoleh bantuan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

5. Memajukan permodalan, manajemen, mengembangkan ekonomi kreatif, mengembangkan sekaligus usaha mikro, kecil, dan menengah secara simultan dan berkesinambungan dengan strategi memperbesar akses koperasi dan UMKM terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

6. Memfasilitasi kemitraan, baik antara sesama koperasi dengan UMKM maupun antara koperasi dan UMKM dengan kalangan BUMN, BUMD, dan BUMS. Perluasan akses permodalan bagi koperasi digulirkan dengan mempermudah akses koperasi kepada kalangan perbankan serta lembaga keuangan dan pembiayaan. misalnya : memberikan keringanan dan fasilitasi bunga pinjaman yang rendah, menyediakan prosedur peminjaman yang lebih mudah, serta layanan supervisi dan pendampingan yang konstruktif.

7. meningkatkan kerja sama, semangat kesetiakawanan, kekeluargaan, dan kebersamaan sebagai jati diri gerakan koperasi dan juga jati diri bangsa kita.

8. Menerapkan nilai-nilai keteladanan yang diajarkan Bapak Koperasi kita, almarhum Bung Hatta, yaitu persaudaraan, gotong royong, dan kemandirian dalam gerakan koperasi di tanah air.

Dengan demikian, negara kita akan memiliki ekonomi kerakyatan sebagai sabuk pengaman manakala ekonomi dunia sedang tidak bersahabat.

Kita sendirilah yang harus menyelamatkan perekonomian kita. Bangsa Indonesia sendirilah yang harus bisa menumbuhkan ekonomi nasional kita sambil meningkatkan kesejahteraan rakyat lebih merata lagi. Sanggupkah, Saudara?

 

 

2 thoughts on “Koperasi Kuat Rakyat Sejahtera

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s