Harimau Mengaum di Pulau Ende (02)

Lanjut dari cerita pertama…

Setelah sejam kami menikmati hidangan yang disodorkan keluarga Pak Haji disana, saatnya teman-teman pengairan mulai mengukur profil memanjang dan profil melintang sempadan pantai.

Ya. Memang kebutuhan akan tembok penahan abrasi dirasakan sangat mendesak oleh Masyarakat disana. Kadangkala dalam musim-musim tenggara, angin bertiup sangat kencang yang menyebabkan arus laut semakin kencang pula. Akibatnya hempasan ombak pun naik sampai ke rumah warga yang tepat berada tidak jauh dari bibir pantai.

Kasihan sih…kulihat banyak rumah yang hancur diterjang ombak, bahkan ada beberapa rumah rusak total akibat ganasnya ombak yang hampir setiap tahun selalu ada.

IMG_0035

Hal inilah yang diantisipasi oleh pengambil-pengambil kebijakan di daerah untuk menempatkan pembangunan tembok penahan abrasi ini sebagai first priority.

Go to Benteng Portugis

Kembali ke laptop…sampai dimana ya kita tadi ? ok…setelah duduk bersantai kami pun melanjutkan perjalanan. Kali ini menuju ke bagian selatan. Tepatnya di Desa Ndoriwoy. Kami dengar hal yang sama pula terjadi, dimana beberapa rumah hancur total akibat abrasi pantai.

Oiya, kebetulan lewat, kami mampir terlebih dahulu berdarma wisata ke Benteng Portugis di Dusun Paderape. Benteng yang dibangun oleh Portugis di tahun 1561 ini menyisakan sedikit peninggalan sejarah yang tak ternilai.

Namun peningalan sejarah seperti : Meriam, Peralatan perang dll yang dimiliki bala tentara Portugis pada masa itu musnah tak berbekas. Yang kulihat hanyalah sumur tua dan pecahan tembok benteng yang sudah diselimuti akar beringin sampai menutupi seluruh tembok.

IMG_0028 

Tak apalah, intinya adalah bahwa benteng ini menyimpan sejuta kenangan bagi warga Pulau Ende akan keberadaan Rendo Rate Rua. Seorang anak gadis anak Komandan Benteng kala itu yang tewas dalam perang dan akhirnya melegenda di anak negeri Pulau Ende dan ditulis kembali sejarahnya oleh Sang Prolamator Presiden Soekarno melalui salah satu karya drama yang berjudul Rendo Rate Rua.

 

 

One thought on “Harimau Mengaum di Pulau Ende (02)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s