Kisah Sedih “Pedro” – Bayi Flores yang Terbuang (1)

Pedro-saat-digendong-martha

Pedro, bayi mungil berusia dua minggu ini tampak merasa nyaman berada dalam gendongan Martha Wangge, SE, Ketua Solidaritas Perempuan Flores (SPF). Di usianya yang masih sangat dini, bayi itu tentu tak tahu siapa yang melahirkannya. Ia lahir lewat bedah caesar di RSUD Ende, dua pekan lalu.

Ibu bayi itu, sebut saja Bunga (14 tahun), hanya sesekali melirik ke arah bayinya yang digendong Martha. Dia seperti melihat “benda aneh” yang tidak disukainya.

Maklum, di usianya yang masih muda, 14 tahun, wanita ini terpaksa melahirkan bayi itu. Pedro sang bayi, lahir bukan karena buah cinta pasangan suami istri, melainkan karena kasus perkosaan yang dialami oleh ibunya. Wanita asal Wewaria, Kabupaten Ende, ini menjadi korban perkosaan oleh pria tetangganya.

“Sejak dilahirkan yang bersangkutan tidak mau menyentuh anaknya dan enggan melihat bayinya. Bayi itu seakan-akan anak orang lain. Namun demikian kami akan terus memotivasi agar dia mau menerima bayinya,” kata Martha.

Bahkan korban tidak mau memberikan ASI kepada sang bayi sehingga pihak SPF menyediakan susu formula. Bayi itu diberi nama Pedro diasuh oleh SPF.

Bayi mungil berusia dua minggu terlihat tenang digendong Martha Wangge. Sedangkan Bunga terlihat enggan menggendong bayi dan hanya sekali-kali melirik ke arah bayi itu.

Dalam diskusi singkat kami…

Sungguh sedih, setelah mendengar cerita “Pedro” ini dari Ibu Martha. Seorang Ibu yang begitu peduli terhadap nasib perempuan flores-lembata.

Ya, saya baru yakin setelah mendengar cerita langsung dari sosok Ketua Solidaritas Perempuan Flores (SPF), yang begitu gigih dan bersemangat dengan perjuangannya.

Pedro, bayi yang baru pembaca dengar ceritanya ini, baru saya lihat dan saksikan sendiri diasuh dan dirawat oleh Ibu Martha di rumahnya.

Saya baru kenal dengan beliau bebarapa hari lalu di rumahnya. Beliau banyak bicara tentang Perempuan-perempuan Floresta (Flores-Lembata). Bagaimana nasib dan masa depan mereka tercampak dan terbuang.

Kritik Kekerasan Terhadap Perempuan

Perempuan2

Peristiwa diatas adalah sebagian kecil peristiwa “ketidakadilan” terhadap perempuan di Indonesia khususnya terhdap perempuan-perempuan flores-lembata.

Bagaimana perempuan masih dianggap sebagai komoditi yang dimiliki oleh kaum pria. Selain itu akibat ulah kultur patriarki yang lebih melihat laki-laki sebagai sosok mainstream dan mainpower,ulah sistem kehidupan sosial yang tidak memberi ruang terhadap perempuan dalam menentukan sikapnya sendiri,baik itu dalam kehidupan pribadi,rumah tangga bahkan pendidikan ekonomi dllnya.

Data yang dihimpun bahwa sejak 2008 hingga Mei 2010, tercatat setidaknya ada 36 orang wanita di Kabupaten Ende menjadi korban kekerasan seksual baik itu pemerkosaan maupun pencabulan. Korban  umumnya adalah anak-anak berusia antara  4 tahun hingga 14 tahun.

Ny. Wangge merinci, pada tahun 2008 kasus kekerasan seksual berupa pemerkosaan  yang menimpa wanita khususnya anak-anak sebanyak 7 kasus serta pencabulan 5 kasus.

Sedangkan pada tahun 2009 kekerasan seksual atau pemerkosaan terhadap anak di bawah umur sebanyak 8 kasus dan pencabulan 5 kasus serta sampai Mei 2010 Mei, kekerasan seksual atau pemerkosaan terhadap anak di bawah umur 11 kasus.

Ditambahkannya, sebagian besar kasus kekerasan seksual terhadap wanita terutama wanita di bawah umur atau anak-anak kerap dilakukan orang dekat seperti ayah tiri, saudara tiri, tetangga, guru dan juga teman-teman sebaya  korban. (pos kupang)

Hal ini menyebabkan konsekuensi yang harus diterima oleh kamu perempuan menjadi semakin berat adanya. Bagaimana mereka harus bertahan hidup dengan kerasnya kehidupan maupun bagaimana mereka berfikir tentang masa depan anak yang dilahirkannya seperti yang “pedro” alami diatas.

***

(http://www.tribunnews.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s