Vote For Komodo to Seven Wonders ? or Vote For Human Being at Komodo ?

Vote komodo2

Warga Desa Komodo di Pulau Komodo Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), mendatangi DPRD Mabar dan meminta agar system pengelolaan Taman Nasional (TN) tersebut ditinjau kembali. Disinyalir sistem pengelolaan TNK sejauh ini tidak membawa keuntungan bagi warga desa Komodo sebagai bagian dari TNK. ( Flores Pos , 02 Februari 2011, Hal. 11)

Saya cukup terkejut membaca berita ini. Pasalnya ditengah maraknya kita semua menyuarakan jajak pendapat melalui Vote For Komodo to Seven Wonders bersama teman-teman netter, ternyata masyarakat yang hidup bersama Komodo di Taman Nasional disana tidak pernah merasakan ada peningkatan perekonomian dan kesejahteraannya sejak kawasan ini ditetapkan menjadi Kawasan Konservasi.

Terkejut? Wajar memang…soalnya beberapa tahun lalu sesaat setelah kemunculan opini dukungan untuk Komodo menjadi 7 (tujuh) keajaiban dunia dengan dibukanya website NewSevenWonders di lintas Maya, bersama rekan-rekan komunitas maya, kita cukup getol mencari dukungan dan suara buat Mr/Mrs Komodo ini.

Koq dengar berita diatas…kayaknya kita perlu flashback deh…mencari tahu ada apa sebenarnya yang terjadi di negeri yang kita perjuangkan ini. Yuuk ….

There something wrong?

Vote komodo3

“Kami hanya beri deadline waktu satu minggu pada lembaga ini untuk selesaikan masalah ini. Pulau Komodo adalah bagian dari TNK. Masa masyarakat potong kayu satu dua batang untuk kayu bakar ditangkap dan ditahan?sementara ada oknum lain yang lakukan hal serupa, termasuk curi pohon sentigi (tanaman hias) dibiarkan. Ini tidak adil…..

Bukan hanya di darat. Di wilayah perairan laut pun, dampak yang nelayan-nelayan peroleh sepertinya justru membatasi wilayah tangkapan mereka dengan tidak menawarkan kepada mereka solusi mata pencaharian alternatif. Kondisi ini menyebabkan semakin sulit mencari lahan untuk mencari ikan atau makan dari hasil perairan laut TNK “ : Kata Fajar. Wakil dari masyarakat Komodo yang datang berdemo di DPRD Manggarai Barat.

25% : 75% ???

Melirik kebelakang sejak lahirnya SK Dirjen PHKA No.21/2010 tentang zonasi TNK yang membatasi zona pemanfaatan tradisional dan zona konservasi, memang perlu dicermati. Relevan-kah dengan perbandingan 25% : 75%. 25 untuk Masyarakat local dan 75 untuk TNK. Apakah tidak menutupi ruang gerak masyarakat yang sebagian besarnya nelayan dalam hal membatasi daerah tangkapan ikannya ?

Untuk diketahui bahwa jumlah desa yang berada dalam kawasan TNK ada 3 (tiga). Yakni desa Komodo, Desa Papagarang di Pulau Papagarang dan desa Pasir Panjang di Pulau Mesa. Sebagian besar penduduk bermata pencaharian nelayan.

Selain itu masih ada lagi penduduk nelayan lainnya yakni warga pulau Mesa desa Pasir Putih dan masyarakat Warloka desa Warloka serta warga Golo Mori desa Golo Mori. Kesemuanya adalah warga Kecamatan Komodo.

Kalau mata pencaharian mereka dibatasi dengan Vote for Komodo yang Anda banggakan….mau dikasih makan apa anak istri dan cucu mereka…….dikemudian hari ?

TNK dan Masyarakat

Pelarangan-pelarangan terhadap akses masyarakat dengan mengatasnamakan konservasi memang agak sedikit bertolak belakang dengan hakekat konservasi itu sendiri. Kalau tidak salah nih, muncul sebuah trend tentang Ekowisata, yang mengharuskan Wisata menjadi Penumpu Ekonomi bagi Masyarakat local.

Kalau Taman Nasional Komodo (TNK) ini mau dijadikan asset wisata dan konservasi. Apa salahnya masyarakat local pendukung wisata ini diberdayakan. Mungkin ini pilihan yang lebih arif dan bijak, daripada harus menjadi “beruang” di negeri sendiri.

Komodo and Netter     

Vote komodo

Pertanyaan saya yang paling menggelitik yang ingin saya tanyakan pada teman-teman netter adalah, kira-kira kita mau bela yang mana? Komodo sebagai asset purba yang harus dilindungi atau masyarakat nelayan yang kelaparan yang harus kita bela ? Ataukah kedua-duanya…SOLUSI-nya ?

Vote For Komodo to Seven Wonders ? or  Vote For Human Being at Komodo ?

 

 

2 thoughts on “Vote For Komodo to Seven Wonders ? or Vote For Human Being at Komodo ?

  1. bambang sudharmanto berkata:

    Itulah Indonesia…. Indonesia Tanah Airku… Aku berjanji Padamu… Menjunjung Tanah Airku, Tanah Airku Indonesia…
    Dapet yang baru, yang lama dilupakan… Anehnya orang lebih suka angka 7, ndak mau nambah… seakan-akan keajaiban dunia ini hanya boleh ada 7 aja… Apa Kelimutu Lake udah gak ajaib lagi???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s