ENDE dan Cikal Bakal Ke-Indonesiaan

Bk

Pufff…rasa lega menggelimuti ruang batin saya, karena baru kali ini bisa berkesempatan kembali menulis. Setelah sekian lama terombang-ambing oleh semangat juang untuk bertahan hidup, akhirnya bisa mulai kembali bermain dengan jari jemari kecil ini untuk menuangkan seluruh isi otak yang terlintas di kepala yang belum tertuang……. 

Teman-teman….Saya koq tertarik dengan judul diatas? padahal isi kepala ini belum cerita sepenuhnya tentang ENDE dan Cikal Bakal Ke-Indonesiaan. Apa hubungannya sih?

Ok…begini. Beberapa minggu yang lalu aku sempat dengar bahwa di kotaku “ENDE” akan menerima kunjungan Bapak Wakil Presiden BUDIONO awal november 2010. Wah…bulan ini yaa!!Siip…selamat datang Pak. Tapi omong-omong maksud kunjungan beliau untuk apa yaaa?

Hari itu akupun mondar-mandir cari berita kesana-kesini, maksudnya sebagai tamu kita khan harus siap menerima kedatangan pejabat negara.Apalagi Bapak Wapres. Suatu kehormatan lho, soalnya ini kali yang kedua beliau akan berkunjung ke Ende. ccc…ccc…cccc….

Situs Sejarah

Baiklah…setelah terkumpul serpihan-serpihan info…katanya nih beliau akan datang ke Ende dalam rangka PELEPASAN EKSPEDISI BUDAYA NUSANTARA 2010 yang digagas oleh Kompas Group, sekaligus meresmikan PERBAIKAN SITUS-SITUS PENINGGALAN BUNG KARNO sekaligus PEMUGARAN/PEMBANGUNAN KEMBALI PATUNG BUNG KARNO… 

Waah..hebat dong. Soalnya begini teman-teman,tidak tanggung-tanggung rencananya 4 (empat) situs “dibabat” abis untuk diperbaiki antara lain :

1. Rumah Pengasingan Bung Karno

Situs01

 rumah yang sehari-hari digunakan Bung Karno

2. Taman Pancasila ( Pohon Sukun )

Situs02

taman tempat merenung sang pemimpin perjuangan, tempat lahirnya Pancasila yang kemudian menjadi Dasar dan Falsafah Negara RI.

3. Lokasi Pertunjukan Drama “Toniil Kelimutu”

 lokasi tempat pertunjukan untuk pementasan drama yang ditulisnya selama pembuangan

4. Makam Ibu Inggit Garnasih 

Inggit

foto mertua Bung Karno – Ibu Inggit Garnasih 

Dukungan Masyarakat

Tak kalah sontak, masyarakat Kabupaten Ende pun berbenah diri. Kulihat adik2 sekolah sudah pada latih tarian gawi dll dalam persiapan penyambutan beliau. Bahkan jalan-jalan sudah mulai di hotmix biar Ende bisa kelihatan semakin “licin” bro kalau dilewati mobil tamu. hi…hi…hi….

Kenapa harus didukung, menurut pikiranku yang kolot ini, bahwa dengan dipugar dan diperbaikinya situs-situs bersejarah ini akan menambah “nilai” sejarah bagi generasi muda Kabupaten Ende sekaligus bisa jadi tujuan wisata sejarah bangsa Indonesia tentunya.

Penuhi Janji

Boediono

Bagiku bahwa….Wakil Presiden Boediono memenuhi janjinya kepada masyarakat Ende di masa kampanye tahun lalu untuk memugar empat situs Bung Karno yang pernah digunakan sebagai tempat selama pembuangannya di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur pada tahun 1934–1938an.

Teman..teman, memang benar sih keinginan Bapak Boediono melalui kunjungan beliau ini memang penuh arti dan penting adanya, untuk memperbaiki tempat sejarah ini. Lihat saja, kondisi rumah tempat Bung Karno ketika dibuang di masa penjahan Belanda sekarang ini sangatlah tidak optimum.

Padahal, ketika saya 2–3 kali bertandang kesana, banyak sekali peninggalan bersejarah antara lain : tulisan tangan naskah drama, buku-buku peninggalan beliau serta naskah-naskah lain bahkan foto-foto dan lukisan BK ketika dibuang di Ende masih awet dan terpajang rapi.

ENDE dan Cikal Bakal Ke-Indonesiaan

Memang benar….”Di ke-empat situs inilah segala inspirasi tentang keIndonesian dan dasar-dasar bernegara dirumuskan Bung Karno. Dengan kesejarahan yang tinggi, sayang sekali jika situs itu tidak dioptimumkan, tidak dipelihara dan tidak dilestarikan.


Katanya sih,Kunjungan ke Ende juga untuk mengecek program-program pengentasan kemiskinan. Teman-teman perlu tahu bahwa, Wapres adalah Ketua Percepatan Penanggulangan Kemiskinan dan Ketua Komite Pendidikan akan membicarakan program dan strategis pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas pendidikan.


Tentunya kita perlu mengira-ngira pemikiran beliau bahwa : “…koq, Ende dan NTT yang merupakan cikal-bakal Ke-Indonesiaan ini masih miskin?padahal kota ini adalah “citra” dan wajah lahirnya Ideologi Bangsa……?sangatlah disayangkan ketika anak bangsa yang bangga akan Indonesia-nya masih mengalami kemiskinan baik itu rasa lapar maupun pendidikan yang memadai.


Harapan dan Penantian


Anda,Bung Karno,Boediono dan Saya pun berharap, kunjungan ke Ende dan NTT ini akan membawa manfaat bagi kemajuan pembangunan anak negeri  khususnya wilayah Indonesia Timur yang masih harus mengejar ketertinggalannya………….demi mencapai cita-cita Indonesia yang Adil dan Makmur. Amin


Pak..kami tunggu kedatanganmu…..


Boediono-di-bandara-maumere-flores-640x480


*****


sumber : kompas,poskupang


  

3 thoughts on “ENDE dan Cikal Bakal Ke-Indonesiaan

  1. Razmy Humris berkata:

    Great..suatu promosi menarik.Teruskan dan bangkitlah pemuda,pemudi Ende Flores utk lebih banyak berkiprah didunia tulis menulis, agar kampoeng halaman lebih banyak dikenal dan terkenal.Bravo!!!

  2. antie.. berkata:

    yapz..pa Budiono saya anak2 kota ende brharap bapak untk dapat menapakan kaki bpak sebntar ke
    sni , dan benar bangetzZ..situs2 it benar2 perlu perhatian bpak…

  3. jhuan chequimo berkata:

    HADANG PEMERINTAHAN NEOLIB = BOEDIONO BIANG KASUS SKANDAL BANK CENTURI
    AWAS ENDE HANCUR…ATAS KUNJUNGAN PEMERINTAHAN MUNAFIK…

    Boediono salah seorang pemimpin bangsa negara republik indonesia ia adalah salah seorang antek neolib yang di utus oleh IMF dan Bank Dunia untuk menjajah serta memanfaatkan rakyat indonesia sebagai obyek untuk kekayaan dan kekuasaan.
    Neo yang artinya baru, liberalisme yang artinya kebebasan jadi Neoliberalisme atau globalisasi adalah sebuah bentuk penjajahan gaya baru dan mengataskan namakan kebebasan pasar
    amerika serikat ( AS ) dan sekutunya bebasa melakukan pengisapan ekonomi dan dominasi politik terhadap bangsa – bangsa di dunia ketiga, termasuk Indonesia, dan bangsa Indonesia merupakan Korban neolib.
    Pemimpin nomor dua negara republik indonesia yang selama ini sudah getol membicarakan tentang perubahan-perubahan yang dengan versi neoliberalisme dan anteknya adalah boediono yang kenyataannya banyak merugikan rakyat indonesia dalam menerima kehidupan yang adil dan demokratis. Wakil presiden ini yang kita pilih sudah banyak menjual harga diri indonesia yang lama kita bangun dengan perjuangan titik darah penghabisan. Oleh karena itu Pemerintahan yang banyak kasus, dan membawa malapetaka besar untuk rakyat Indonesia , karena perbuatan yang tidak memihak kepada kebutuhan banyak orang, maka perluh disikapi sebagai dasar pijakan kekuatan rakyat untuk menolak neoliberalisme di dalam negeri. Antek neolib ini sudah bercokol di indonesia dan banyak menjadikan rakyat indonesia dijadikan sapi perahak, sudah masuk dua tahun kondisi bangsa indonesia belum pernah berubah, malahan semakin memburuk.

    Dari kondisi bangsa yang kian memburuk, pemerintah kita si boediono bergegas untuk mendekatkan diri dengan rakyat, mulai mencari muka dengan rakyat, agar rakyat tidak sampai menilai bahwa pemerintahan yang dijalankan oleh kedua pemimpin munafik ini tidak baik. Dengan politik pencitraan yang di mainkan oleh kedua pemimpin ini,mereka mulai mencangkan program mendekatkan diri dengan rakyat. Kedatangan boediono ke ende merupakan salah satu program mendekatkan diri dengan rakyat, mencari muka dengan rakyat agar masyarakat kabupaten ende menilai bahwa boediono pemerintah yang pro rakyat, karena pandai merayu. Tujuannya orang nomor dua RI ini dengan kekuatan otoritasnya di mainkan adalah untuk pemugaran situs bersejarah, mendekatkan diri dengan sekolah –sekolah swasta, karena di nilai bahwa sedang menjalankan program neolib yaitu swastanisasi dunia pendidikan.

    Dengan pendekatan yang digunakan oleh boediono, rakyat kabupaten ende akan bangga karena orang nomor dua berani datang dan kunjung kabupaten ende yang masih jauh dari perkembangan modernisasi. Yang harus kita pahami bersama bahwa pemerintahan boediono adalah pemerintahan yang pandai merayu hati rakyat, kedatangannya ke ende kalau kita menelusuri latar belakangnya adalah antek neoliberalisme ( Penjajah gaya baru ) yang akan mencari lahan baru untuk perluasan modal, sebab sesuai hukum ekonomi jikalau modal tidak berkembang dan berputar akan mengalami krisis, dan selanjutnya perluasan dan pengembangan modal adalah salah satu untuk mempertahankan kekuasaan dan kekuatan neoliberalisme untuk tetap jaya.

    Ende yang sekarang ini adalah kabupaten yang belum disentuh oleh modal-modal besar, dan sama sekali sumber kekayaan alam yang belum di eksploitasi. Jika di telusuri kedatangannya ke ende dengan agenda yang relatif jauh dari kepentingan rakyat, maka harus kita pertimbangkan dan kita tanyakan. Sebab secara indonesi menggambarkan kebada mayoritas rakyat Indonesia adalah Kehancuran tenaga Produktif nasional sebagai akibat dari kehancuran industri nasional. Sistem pendidikan nasional yang menghambat akses rakyat miskin untuk bersekolah merupakan cermin dari pendidikan colonial yang diterapkan pada masa Politik Etis. Pada 28 September 2010, pemerintah SBY-Boediono mengeluarkan Peraturan Pemerintah no. 66/2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaran Pendidikan sebagai jawaban atas Putusan MK yang mengabulkan gugatan terhadap UU BHP. Dalam PP no. 66/2010, pemerintah tetap bersikukuh membatasi kuata mahasiswa miskin di PTN hanya 20% dan status BHMN tetap dipertahankan. Arah dari sistem pendidikan nasional ini sebenarnya tidak lebih hanya untuk memenuhi pasar tenaga kerja murah bagi modal-modal internasional. Sebagai catatan, dari total 104,49 juta angkatan kerja yang ada saat ini, sekitar 55,43 juta diantaranya berpendidikan SD ke bawah dan 19,85 % berpendidikan SMP, 15,43% berpendidikan SMA, 7,19% berpendidikan diploma dan 6,90% yang berpendidikan tinggi (sarjana). Pada kuartal pertama 2010, Badan Pusat Statistik mengeluarkan data bahwa pekerja disektor informal mengalami peningkatan menjadi 68,58% dan sektor formal tinggal 33,75 %. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada 2009 mencatat ada 961.000 sarjana yang menganggur, yang berasal dari 2.900 perguruan tinggi dari berbagai disipilin. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 740.000. Rata-rata peningkatan pengangguran lulusan perguruan tinggi tiap tahun sebesar 216.300.

    Banyak rakyat indonesia yang masih berada di bawah garis kemiskinan. Petani masih banyak yang terjadi konflik agraria, dan di setiap daerah yang terjadi rawan pangan, buruh banyak yang di PHK, anak rakyat yang tidak punya kesempatan bersekolah untuk mengenyam pendidikan, bencana alam di mana-mana ( disetiap daerah ), harga sebilan bahan pokok kebutuhan rakyat kian hari semakin melonjak timggi, penjualan manusia ke luar negeri kian melonjak dll, tetapi pemimpin kita si boediono ingin berkunjung ke daerah-daerah termasuk salah satunya ende untuk pemugaran obyek wisata ( situs bersejarah ), dengan memakan ongkos biaya yang sangat banyak dan dapat kita pertanyakan apa kepentingan petani, buruh, nelayan, pengangguran dan seluru masyarakat kabupaten ende yang miskin Dengan kedatangannya yang begitu singkat ? dan pemugaran serta merehap kembali situs bersejarah, Apakah harga komoditi petani akan naik harga, apakah gaji buruh akan naik, pengngguran bias mendapatkan lapangan kerja yang layak ataukah kesejahteraan masyarakat miskin terpenuhi ? Marilah kita kembali pada pemikiran dasar kita, bahwa kedatangan boediono akan membuat masyarakat kabupaten ende sibuk menerimanya, sibuk mengunjungnya dll, sedangkan kedatangannya di biaya oleh uang rakyat, lagi-lagi kita yang menjadi obyek untuk kepentingan politiknya. Pemerintahan neolib di tahun ini banyak yang mengalami kegagalan, kemiskinan di indonesia semakin meningkat, dan dampak dari kebijakan yang di keluarkan samapi pada kabupaten ende menjadi liang dari kemiskinan yang meningkat pula. Perluh kita sadari kedatangannya ke kabupaten ende akan memperkuat kekuasan neoliberal,karena ende belum diraba-raba oleh kekuatan modal besar. Dengan demikian harus kita sikapi bahwa jangan sampai daerah ende menjadi malapetaka, atas kunjungan orang berdosa dan munafik. Untuk itu harus kita menyatakan sikap atas kunjungan merayu ini
    1. Tolak pemerintah berdosa Boediono dari tanah bersejarah kabupaten ende
    2. Mengutuk boediono yang terlah menjual harga diri Negara republic indoesia
    3. Tangkap adili boediono karena dalang kasus Bank Century
    4. Hentikan neoliberalisme yang bercokol diindonesia dan
    Banggun kemandirian bangsa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s