PERAN PENGAIRAN DALAM MENDUKUNG SWASEMBADA PANGAN 2012 – DI KABUPATEN ENDE

Setelah beberapa hari melakukan perjalanan panjang ke beberapa lokasi Daerah Irigasi (DI) di Kabupaten Ende, baru kali ini saya berkesempatan untuk sedikit mengangkat kondisi terakhir Pembangunan di daerah tercinta kami.

Ok…tema yang saya angkat seputar “Bagaimana Peran Bidang Pengairan dalam Mendukung Swasembada Pangan 2012 di Kabupaten Ende”

Infrastruktur Pengairan

Saya coba mengajak Pembaca meninjau beberapa lokasi yang menjadi sasaran Peningkatan Pembangunan Infrastruktur dan Bagaimana Mata Rantai itu berjalan, hingga hasil Swasembada ini dapat kita nikmati saat ini. Saya coba angkat dengan lokasi yang berbeda……

1.       Bendung

IMG_0090

Foto Sample : Bendung Mautenda I ( Kecamatan Wewaria)

Mari kita perhatikan jejak ketika Air turun dan melalui sungai. Bendung ini berfungsi untuk mewadahi, mengatur dan mendistribusikan debit air agar tersalurkan dengan baik menuju ke saluran Primer. Upaya untuk memelihara keadaan Fisik Bendung sangat penting, karena merupakan gerbang masuk datangnya Air.

IMG_0089

Foto Sample : Saluran Primer pada Bendung Mautenda I ( Kecamatan Wewaria)

Peristiwa akibat dinamisasi Air di sekitar Bendung cukup beragam. Mulai dari sedimentasi (pengendapan) tanah di tubuh Bendung, gerusan di sekitar lereng pintu masuk hingga keadaan alam darurat, seperti banjir,tanah longsor dll.

Disinilah peran masyarakat sekitar, tidak hanya Pengawas Bendung, untuk menjaga dan memeliharanya agar tetap berjalan dengan baik. Minimal mempertahankan debit air yang masuk.    

2.       Free Intake

IMG_0097

Foto Sample : Free Intake pada D.I. Niosanggo ( Kecamatan Wewaria)

Nah…kita masuk pada bangunan ke-2. Ini namanya Free Intake. Fungsinya? Yaa….bangunan ini perlu dibuat bilamana kita butuh mengambil debit air dari sungai-sungai kecil yang mengalir bebas. Makanya kita sebut juga dengan istilah “Pengambilan Bebas”.

Anda coba bayangkan, kalau satu sungai besar di hulu, punya banyak anak sungai di hilir. Pasti kucar-kacir Airnya. Padahal debit sungai sangat dibutuhkan untuk Persawahan atau kebun Petani. Bagaimana Air bisa masuk, kalau pengambilannya tidak ada?

Free intake (DI NIOSANGGO)

Foto Sample : Free Intake pada D.I. Niosanggo ( Kecamatan Wewaria)

Ok..saya coba jelaskan gambar diatas : Air Sungai yang masuk ke Free Intake, akan diredam oleh Mercu . Sebagian dialirkan lewat Pintu Air menuju ke Saluran Irigasi dan sebagiannya keluar menuju ke Sungai. Air yang dari Saluran Irigasi-lah,yang digunakan untuk mengairi sawah-sawah.   

3.       Saluran Irigasi

 IMG_0032

 Foto Sample : Saluran Irigasi pada D.I. Panalato ( Kecamatan Maukaro)

 

Setelah Air masuk ke Saluran Irigasi, maka pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana Air tadi bisa dialirkan dengan baik dengan catatan tetap mempertahan debit Air sehingga tidak mengalami kekurangan pasokan di sawah.

Oleh karena itu diperlukan sarana fisik Saluran yang memadai, dalam artian memenuhi beberapa factor a.l :

1.       Dimesi Saluran disesuaikan dengan debit air yang masuk dan Luas Areal Sawah

2.       Mempertahankan mutu dan kualitas bahan campuran/material dalam pengerjaan saluran

3.       Umur pelayanan saluran yang panjang, guna meminimalisir biaya pemeliharaan yang besar.

4.       Masyarakat petani pemakai air yang mendukung setiap proses pengerjaan dan pemanfaatan saluran.

 

IMG_0014 

Foto Sample : Saluran Irigasi pada D.I. Niosanggo ( Kecamatan Wewaria)

Beberapa factor diatas adalah sebagian factor kecil dari sekian banyak hal yang harus dipenuhi agar proses ini bisa berjalan dengan baik. Salah satu target pencapaian keberhasilan pengerjaan saluran irigasi adalah “mengalirnya” air dengan baik menuju ke Persawahan.

IMG_0106IMG_0108

Foto Sample : Saluran Irigasi  dan Pesemaian Persawahan pada D.I. Tiwumboja ( Kecamatan Kotabaru)

 

4.       Persawahan dan Kebun Petani

 

IMG_0080IMG_0071

Foto Sample : Hasil Kebun Masyarakat di Km 6  ( Kecamatan Ende Timur )

 

Kulihat 2 orang ibu asyik melepas lelah setelah pulang memetik Jagung dan Terong di kebunnya di sore hari, tidak jauh dari Sawahnya di Km 6.

Kutanya :”Mama….berapa ikat terong ini dijual ?

Ibu itu menjawab :”Kalau 1 ikat ada 6 terong, dalam 1 ikat…kemudian diikat lagi menjadi 10 ikat, kami jual di pasar dengan harga 25 rb Rupiah..nak.

Hmm…berarti kalau 25 rb dibagi 60 terong,masing-masing terong dihargai 4 ratus Rupiah” : pikirku.

Kutanya lagi : “Trus..jagung 1 karung ini berapa..mama?”.

“semuanya 5 rb” : Katanya berdua.

“Kalau 10 bonggol jagung ada didalam karung itu, berarti setiap jagung dihargai 5 rupiah dong..murah sekalee!!” : Kataku.

Ke-2 ibu tadi hanya tersenyum dan melanjutkan perjalanannya, membiarkanku terbengong-bengong seakan tak percaya bahwa betapa sabarnya mereka menjalani hidup dengan rejeki yang telah diberikan Tuhan.

 

5.       Pasar Rakyat

Bejibun…bejubel…itulah situasi yang kami temui di Pasar Detusoko dan Pasar Wolowona. Penjual dan Pembeli berdesakan di pinggir jalan tumpah ruah dengan kendaraan. Kenapa bisa begini?mungkin saja kondisi pasar yang sudah tidak layak bagi mereka, atau bisa saja penjual yang ingin sayurnya cepat laku terjual. “….daripada jualan didalam pasar, mendingan jualan di jalan”.

IMG_0002IMG_0004

Foto Sample : Pasar Rakyat di Detusoko ( Kecamatan Detusoko)

Kondisi seperti ini memang sudah biasa ditemui di Pasar mana saja. Saya pikir jangan hanya salahkan Pemerintah, tetapi semua stake holder yang berkepentingan termasuk penjual dan pembeli juga harus memikirkan supaya pasar-nya layak. Minimal berkontribusi dalam sumbang saran manajemen pasar.

Saya kasih contoh :

1.       Kita sering ribut kalau kendaraan berdesakan masuk area pasar. Kenapa?karena parkirnya sembarangan. Siapa yang parker sembarangan,kalau bukan Pembeli.

2.       Kita sering ribut kalau tidak dapat tempat jualan di Pasar. Kenapa?karena jualannya sembarangan. Siapa yang jualan sembarangan,kalau bukan Penjual.

 

Begitu banyak persoalan di Pasar, yang tidak pernah selesai sampai sekarang. Tapi sy tidak membahasnya disini. Intinya adalah Bila saluran irigasi baik, maka air melimpah, hasil panen  meningkat dan bisa dijual ke Pasar.

 

6.       Hasil yang Dinikmati  

Mie ayam

Foto Sample : Mie Ayam Sari Rasa di jln Kelimutu ( Kecamatan Ende Tengah)

Nah.. Setelah lelah pulang dari luar kota, saatnya menikmati hidangan malam di kota Ende. Kami kemudian menuju ke Jln.Kelimutu. Wah..ada Warung Mie Ayam Tuh. Warung ini punya hidangan spesial, namanya Mie Ayam Sari Rasa. Letaknya depan agen motor Yamaha. 1 porsi 12 ribu rupiah, plus semangkuk sup dan 1  gelas es jeruk. Hmm, tanpa basa-basi saya langsung menghabiskan 2 porsi. Enak gile!  

Saya jadi teringat dengan kebun sayur di Km 6 tadi. Wah..ternyata saya lagi mencicipi hasil kebun masyarakat yang tadi dijual di Pasar Wolowona. Bukankah sayur, cabe dll di hidangan ini adalah hasil kerja keras mereka? Berjemur panas di siang hari, menjaga dan memetik sayur untuk kebutuhan kita? 

Mata Rantai Panjang

IMG_0083

Inilah bagian kecil dari peran Pengairan dalam “menjaga” debit Air yang masuk ke persawahan atau kebun rakyat agar dapat dipasok pada Persawahan dan Kebun Masyarakat. Mata Rantai yang cukup panjang dan melelahkan untuk dipelihara, hingga dapat dinikmati oleh Saya, Bapak/Ibu/Sdr/i  Pembaca saat ini, setidaknya berguna buat ke-2 ibu petani diatas.

 

 

 

4 thoughts on “PERAN PENGAIRAN DALAM MENDUKUNG SWASEMBADA PANGAN 2012 – DI KABUPATEN ENDE

  1. Rudy berkata:

    wah saya setuju tu pak biar indonesia ini kelihatan lebih bersih dan sejuk untuk di pandang dan aman dari penyakit2 berbahaya …

    • Atgan Liwun berkata:

      Menurut saya pengairan yg terstruktur dan mempunyai teknik yg baik dalam pengolahannya, serta berkelanjutan, akan membawa dampak yg baik pula, jadilah contoh untuk yg lain, sehingga terwujudnya Indonesia yg asri,hijau, bersih,sejuk, dan yg pastinya dapat membawa manfaat dan kesejahtraan bagi Rakyatnya, sehingga terciptanya keluarga indonesia yg harmoni, BY AtaN LiwuN MahasiswA UNDANA, JurusaN SosiologI….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s