JIWA PENYAIR

Jembatan-tua

Mengapa kau datang padaku,
aku kesunyian sejati rumahku alam semesta,
tulangku gua keheningan
halamanku padang ilalang,
pagarku pohon-pohon pinus
sumber airku terpatri di langit
 
Mengapa kau tinggalkan keramaian
untuk bermimpi di rumahku
kesunyian adalah kebisuan dan
kebisuan akan menelanmu
 
Demi apa kau menghampiriku
Pabila kepuasan menjadi pilihan,
mengapa tak berpuas diri
dengan wanita lacur dan
air anggur dapat membawamu bermimpi elok
Pabila kebenaran yang kau cari,
mengapa tak kau datangi
penyimpan segala rahasia bumi
Pabila rahasia yang ingin kau temukan,
sungguh aku tak memiliki rahasia
yang mereka kantongi
Pabila pelajaran yang ingin kau gali,
sesungguhnya tiada pelajaran yang
paling hebat dari
pelajaran bimbingan seorang Ibu
 
Jujurlah padaku sebelum terlalu lama
engkau tinggal di rumahku
kembalilah ke rumah asalmu
Aku bukan pemberi air pemuas,
aku tak memiliki sesuatu dengan sesuatu
aku tak menyembunyikan rahasia dan
aku bukan petuah
 
Rindukan saja aku dengan senang hati
kan datang menurut undangan pikiranmu
Namun kelamaan membuatmu,
jadi tak mampu mengenali dirimu sendiri
Dan aku tak mampu mengembalikanmu

******

Aef Sanusi

2 thoughts on “JIWA PENYAIR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s