Aku untuk NEGERIKU – INDONESIA

Indo green

Bingun

Indo green copy

Lama aku menatap 3 gambar sederhana ini. Ketika aku harus berada diantara keduanya. Kucoba memoles globe dunia menjadi globe Indonesia. Seakan tersirat keinginan merubah wajah dunia menjadi wajah Indonesia. Hmmmm….bisakah?

Apakah mungkin mengubah Indonesia yang ke-dunia-an ke Dunia yang ke-Indonesia-an? sedangkan aku masih kecil dan ditopang diantara Ayah dan Ibuku. Tapi koq, kenapa mereka berpikir juga tentang sesuatu?

Ayah dan Ibu

Hmm…kucoba pandangi Ayah dan Ibu. Kuanggap ayah adalah Dunia dan Ibu adalah Bunda Pertiwiku-Indonesia. Ayah memandang angkasa, mengajakku untuk terbang setinggi langit mengejar cita-cita. Ibuku demikian pula, menyusui dan memberi makan diriku untuk berdiri tegak di tanah negeriku.

Hmm…siapakah yang kupilih?Ayah atau Ibu…apakah aku harus memilih salah satunya ketika Aku masih berada didalam kedua genggaman tangan kasih sayang mereka?

Lantas, dimanakah Aku. Seorang anak kecil yang masih merangkak namun punya cita-cita setinggi langit.

Aku dan genggaman

Hmmm…sepertinya aku bisa. Kucoba menatap kedua telapak tanganku. Aku bisa menggenggam keduanya. Karena dengan genggaman ini tersirat kasih sayang yang tak pernah lepas dari keduanya.

Lantas dimana dan bagaimana Aku harus memulai?

Kubuka sebuah lagu “Indonesia Tanah Air Beta” karya : Ismail Marzuki. Sekedar membangkitkan tentakel otakku yang telah lama padam oleh hingarnya teknologi dunia. Kucoba meresapi Indonesiaku dengan kesederhanaan, kenangan masa kecil, tanah airnya, mimpi, khayalan masa kecil.


Tak apalah walau kubuka layanan teknologi video bule ini, minimal mereka menyimpan kenangan untuk Indonesia-ku. Aku menatap tanah airku dengan segala keindahannya. Kurayu dan kupuja Dia segala kebesaran-Nya, yang telah menciptakan Indonesia-ku begitu Indah.

Semangat itu mulai muncul. Sambil memandang hijaunya sawah, menikmati desiran angin pantai-nya. Kucoba untuk berjanji walau hanya kata. Bukankah, kuberjanji pada Indonesia-ku untuk kuserahkan seluruh jiwa ragaku untuknya?


Pencipta-ku, jika benar Indonesia adalah amanahmu. Maka ijinkan Aku untuk menggenggam Indonesia-ku sekuat mungkin. Melindunginya, menyayanginya dan berbuat untuknya dari keringatku.

Kungin katakan pada dunia….”Wahai dunia, Indonesia adalah milikku, kepunyaanku yang telah diserahkan kepada-ku untuk memeliharanya. Jangan sekali kali kau ambil untuk keserakahanmu. Kembalikan Indonesia padaku, karena didalamnya ada jutaan tangis yang menunggu belaian kasih sayang, jutaan hektar tanah yang kering kerontang, jutaan kubik lahan dan bebatuan yang sudah kau eksploitasi dan jutaan anak negeri yang kelaparan.” Aku tidak ingin Indonesia larut dalam kesedihan. Ibu, tolong ceritakan kepadaku tentang Indonesia…

Baiklah Nak…



Itulah Indonesiamu..Nak. Ketika dia harus menapaki kakinya untuk mulai bangkit. Lantas, akankah kau biarkan begitu saja?

Hmm…ketika Ibu bercerita, hatiku terpukau betapa besar bangsa ini. Aku jadi memilih,  bahwa aku harus bangkit untuk Indonesia-ku, apapun kata Dunia. Hanya disini di Indonesia……

Indonesia

Indonesia dan Gelombang Perubahan

Belajar dari pemimpin Bangsa, bahwa ada 3 gelombang perubahan yang telah menjadi kenyataan. Gelombang pertama ialah lahirnya masyarakat pertanian, kedua tumbuhnya masyarakat industri, dan ketiga munculnya masyarakat informasi yang kemudian disusul masyarakat yang berbasis pengetahuan knowledge based society.

Masyarakat informasi dan berbasis pengetahuan merupakan masyarakat yang menyadari kegunaan dan manfaat informasi. Masyarakat demikian memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengakses dan memanfaatkan informasi serta menjadikan informasi sebagai nilai tambah dalam peningkatan kualitas kehidupan. Anda menyakini bahwa TI adalah salah-satu kiat utama pembangunan peradaban manusia saat ini. I adalah jembatan pada hampir seluruh aspek kehidupan manusia, menjadikan teknologi sebagai sumber bagi peradaban baru.

Kita bangsa Indonesia harus makin memiliki keunggulan TI. Masa depan kita, akan cerah dan mampu membangun kehidupan yang makin maju. Tidak ada satu pun bidang kehidupan bangsa atau sektor pembangunan nasional yang tidak memerlukan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, seperti bidang Politik, Hukum, Hankamnas. Bahkan di dalam pertahanan sekarang, sudah jauh berbeda strategi, doktrin, dan sistem senjata seperti yg digunakan pada Perang Dunia I dan II, atau pada konflik perang dingin. Sekarang ini ada yang disebut Revolution Military Affair. Intinya, satu sistem yang dibangun dengan mengedepankan keunggulan teknologi informasi dan komunikasi. Demikian pula bidang perekonomian dan kesejahteraan rakyat.

Untuk membangun Indonesia masa depan yang lebih aman dan damai, lebih adil dan demokrasi, dan lebih sejahtera, pilar penting yang menentukan adalah pendidikan dan pemerintahan yang baik. Sebagai contoh, masyarakat yang baik disini tercermin dari sikap tanggap dan responsif, transparansi, akuntabilitas, dan bebas dari korupsi serta efisiensi dalam praktek. Dalam aspek mikro, penerapan teknologi ini dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing perusahaan, perbaikan pelayanan perusahaan maupun pelayan publik dalam artian yang luas. Dalam komunitas komersial, penggunaan teknologi melalui aktivitas e-commerce ataupun e-bussiness mendorong aktivitas bisnis menjadi lebih baik.

Sekarang ini, Indonesia sedang berkompetisi dengan sangat berat secara nasional maupun internasional. BUMN, ataukah perusahaan swasta, atau industri, bahwa yang kita harapkan adalah sebuah performance memproduksi sesuatu, memberikan pelayanan sesuatu yang better, cheaper, dan quicker. Siapa yang lebih cepat, murah dan lebih baik, dia akan menang dalam kompetisi baik nasional maupun global. Pelayanan lebih cepat dan berkualitas, lebih murah dan lebih terintegrasi.

Sebagai contoh, lingkungan pemerintahan, penggunaan IT memunculkan istilah e-government. Penggunaan teknologi di lingkungan pemerintahan, dalam beberapa kasus berhasil memberikan banyak nilai positif yang menggembirakan. Pelayanan menjadi lebih cepat dan mudah. Aktivitas pemerintahan pun menjadi efisien dan efektif. Tetapi sebaliknya, ketidakberhasilan implementasi e-government pada beberapa kasus sering terjadi, dan sering kita dengar karena belum dipahaminya secara komprehensif peranan IT dalam komunitas, juga kurangnya persiapan aparatur, dan rendahnya pengetahuan masyarakat, menjadi salah-satu sebab ketidakberhasilan ini. E-goverment jangan hanya diartikan sebagai suatu layanan pemerintahan kepada masyarakat ditambah dengan komputer dan perangkat komunikasi lainnya. Lebih dari itu, pemahamannya harus lebih mendalam lagi. Aspek e-literacy, kesiapan apatur dan masyarakat adalah komponen lain yang harus dilengkapi dalam pemberian pelayanan e-government.

Perangkat berbasis TI, harus mampu memberikan bantuan maksimal dalam menjalankan fungsi, pelayanan publik, maupun aktivitas usaha. Bagaimana sebuah teknologi tinggi dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan, efisiensi, dan efektifitas fungsi pemerintahan, akan menjadi tugas yang lebih berat daripada sekadar penyediaan teknologi semata-mata. Lembaga-lembaga tinggi yang mengelola bidang IT, dan kita semua, untuk betul-betul menghadirkan sistem yang credible, applicable, dan bisa untuk membangun apa yang diinginkan tadi. Seperti pada mekanisme manajemen, aktivitas pembangunan TI harus dimulai dengan proses perencanaan yang baik. Begitu pula pada implementasi, pengendalian dan monitoring. Pembangunan TI harus diselaraskan dengan tujuan pemberian layanan oleh pemerintah untuk memberikan pelayanan yang optimal pada masyarakat dan dunia usaha nasional. Aktivitas pemberian layanan pemeritah yang baik, efisien dan terintegrasi serta transparan, hendaknya menjadi tujuan utama dalam pembangunan TI. Pembangunan TI bukan semata-semata melengkapi aktivitas dengan perangkat keras maupun perangkat lunak saja.

Sejalan dengan perangkat kerja e-government, di dalam penerapan TI sudah berkembang kerangka kerja tata kelola TI yang baik. Maka sistem COBIT TI juga sudah mulai dikembangkan dengan luas di dunia. Menjadi hal sewajarnya, jika sistem audit TI sudah dikembangkan dalam tata kelola pemerintahan dan dunia usaha di negara Indonesia. Pembangunan infrastruktur menjadi bagian yang sangat penting dalam pengadaan TI. Pengadaan infrastruktur TI pada saat ini berkembang dengan sangat cepat, akan tetapi sebagian besar pembangunan itu hanya terkonsentrasi di daerah perkotaan. Di daerah pedesaan dan lokasi terpencil di tanah air, pembangunan infrastruktur masih lambat dilakukan. Memang dengan teknologi satelit selular (GSM) yang telah tersedia di Indonesia, hampir tidak ada daerah di Indonesia yang tidak tersentuh infrastruktur TI.

Akan tetapi, biaya penggunaan yang masih cukup mahal menjadi kendala pemakaian infrastruktur ini bagi masyarakat luas. Inacraft adalah salah satu terobosan dalam membangun produk Indonesia dari tangannya sendiri. Ternyata produk-produk kerajinan tangan pengrajin UKM kita luar biasa baiknya. Indonesia tidak kalah dengan yang diproduksi di Singapura, Taiwan, Cina, dan negara-negara lain. Mengapa tidak kita lakukan promosi pemasaran yang baik dengan sistem yang baik. Kalau IT dikenalkan, maka dunia akan tahu betapa indahnya, betapa bagusnya, betapa tingginya nilai seni kerajinan Indonesia.

Pemimpin bisa dapat berbicara melalui handphone kepada rakyat yang berada di pelosok desa. Betapa bersyukurnya pertama kali desa dan kecamatan memiliki IT. Bagi mereka, sangat-sangat berarti. Tidak terisolasi lagi daerah itu. Bisa memasarkan barang-barang hasil pertaniannya dan lain-lain. Saya kira ini menjadi tantangan dan kewajiban kita mendistribusikan kemajuan ini ke seluruh tanah air. Kita ingin makmur bersama di negara kita sendiri. Kita makmur bersama-sama jangan sendiri-sendiri. Serta jika ingin maju, ya maju bersama jangan maju sendiri-sendiri. Kita harus berpikir seperti itu.

Pembangunan dan penyediaan infrastruktur di daerah pedesaan dan lokasi terpencil harus terus dikembangkan. Contohnya, melalui program USO atau universal service obligation, pembangunan dan penyediaan infrastruktur ini akan terus ditingkatkan. Dengan program ini diharapkan ribuan desa dan daerah terpencil yang belum tersentuh infrastruktur telekomunikasi, akan dapat tersambungkan dengan infrastruktur ini. Secara perlahan-lahan nantinya akan dapat menikmati beragam pelayanan TI.

Hal lain yang harus menjadi perhatian kita adalah pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya teknologi informasi yang tepat termasuk sumber daya frekuensi. Pengelolaan dan pemanfaatan frekuensi sebagai sumber daya TI harus dilakukan secara optimal, transparan, adil dan efektif. Aktivitas lain yang harus menjadi perhatian kita bersama adalah aktivitas pengaturan tarif jasa informasi. Pengaturan manajemen baru jasa informasi saat ini menjadi salah-satu aktivitas yang esensial dalam pengadaan pelayanan yang berbasis TI dengan melakukan pengaturan tarip jasa informasi yang proporsional. Maka diharapkan masyarakat bisa menikmati jasa ini dengan murah tentunya dan kualitas yang lebih baik. Kelembagaan TI perlu diatur sebaik mungkin.

Mari mulai dengan Sistem. Sistemnya yang kita bangun. Kita perlu sistem yang andal dalam komunikasi dan informasi project kita. Sekali lagi ini untuk kemajuan lembaga. Kelembagaan ini bertugas melakukan pembangunan TI yang lebih sinergis, efisien dan efektif melalui tiga pilar utama aplikasi, infrastruktur, dan content.

Tranformasi menuju masyarakat yg berbasis pengetahuan (knowledge society) yang dicanangkan pada 2025, perlu dilakukan dengan sungguh-sungguh dan sistematis. Dalam kerangka masyarakat yang berbasis ilmu pengetahuan itulah TI diharuskan memberikan nilai tambah bagi masyarakat luas, sehingga terwujud masyarakat yang cerdas yang selanjutnya akan meningkatkan daya saing bangsa. Masyarakat yang cerdas berarti setiap komponen masyarakat akan bergerak bersama. Misalnya, mewujudkan gerakan siswa cerdas dan gerakan guru cerdas, pesantren cerdas, petani cer-das, aparat cerdas, gerakan layanan pintar dan seterusnya. Sehingga bangsa Indonesia dapat bersaing di tataran kompetisi lokal, nasional, maupun global.

Makin percaya bahwa kita akan bisa bersaing dengan negara mana pun dan Insya Allah dengan kerja keras, kita –Indonesia— akan tampil sejajar bahkan akan lebih maju dari negara-negara yang lain. Kita berharap agar TI benar-benar jadi sarana penting dalam proses transformasi menjadi bangsa yang maju. Oleh karena itu kerja keras dari pemerintah, TI dan lembaga terkait perlu dilakukan dengan strategi yang benar dan tepat.

Ok…Kita akan mulai menggagas satu persatu, bagaimana Indonesia Bangkit.

Akses Kepemilikan

Menciptakan kesempatan bagi anak-anak Indonesia khususnya anak-anak miskin yang tinggal didaerah terisolasi dalam banyal aspek kehidupan mereka. Contohnya dengan menyediakan setiap anak Indonesia biaya pendidikan yang rendah, kesehatan yang terjangkau, peralatan penunjang belajar dan perangkat lunak yang dirancang kolaboratif, berkelanjutan, dan paling penting mampu memberi akses pada mereka untuk self-empowered. Ketika anak-anak Indonesia mempunyai akses ke jenis alat sendiri dan mereka terlibat dalam pendidikan mereka sendiri. Mereka akan belajar, berbagi, membuat, dan berkolaborasi. Mereka menjadi saling terhubung, untuk Indonesia dunia dan untuk masa depan mereka yang lebih cerah.

Akses Pelayanan

Indonesia harus mampu membuat dirinya kuat terlebih dahulu, berkuasa atas SDM dan SDA-nya sendiri dengan mengurangi ketergantungan terhadap negara luar. Ini baru bisa menciptakan pelayanan yang optimal dan ramah. Pelayanan prima harus dirancang secara eksplisit untuk semua kalangan dan sektor dengan basis satu atap namun saling terhubung ke semua jaringan sektor. Pelayanan adalah hak dasar yang harus dimiliki oleh semua rakyat Indonesia. serahkan tugas dan tanggung jawab pada rakyat, seperti kewajiban melindungi, merawat, dan berbagi pada diri dan orang disekitar mereka.

Akses Mobile

Sebuah program harus dirancang menjadi mobile : sebuah lingkungan portabel untuk rakyat. Artinya menjadi trend digital di sebuah lingkungan baru. Trend itu apa saja dalam semua sektor kehidupan. Pesan-pesan pembangunan dan sosialisasi diarahkan ke lingkungan mobile, sehingga orang akan dapat mengakses dengan cepat. Misalnya : program pendidikan 9 tahun atau Kesehatan dllnya diarahkan ke pesan ponsel. Download gratis semua buku pelajaran dllnya diarahkan ke lingkungan internet dan ponsel setiap rakyat. Anggap saja Open Source dibuat untuk itu. Ia adalah manusia baru di lingkungan digital masyarakat Indonesia.

Akses Saturasi

Untuk mencapai tujuan Indonesia digital, kita perlu mencapai “saturation digital” pada penduduk. Kuncinya adalah memilih skala prioritas dalam setiap persoalan masyarakat.Dapat seluruh propinsi, wilayah kabupaten, sebuah kota atau desa, dimana setiap warga akan memiliki sharing digital.

Akses Konektivitas

Konektivitas berarti saling terhubung. Bukan hanya teknologi, tetapi budaya, informasi, dialog antar generasi dllnya. sebuah “sekolah” diperluas dan diarahkan tumbuh dengan baik di luar tembok kelas. Setidaknya dialog antar generasi, bangsa dan budaya. Setiap bahasa yang akan digunakan berada dalam jaringan yang sistemnya telah tersusun rapi serta berkelanjutan.

Konektivitas yang telah dirancang harus menggunakan jaringan nirkabel yang tersedia. Minimal harus ada RT/RW-Net dengan Teknologi Palapa Ring. Warga yang terhubung ke satu sama lain, bahkan ketika mereka bekerja.Jika satu warga yang terhubung ke Internet, yang lain akan mengikuti ke web. Seorang warga di lingkungannya terhubung ke chatting, berbagi informasi di web, berkumpul melalui video, membuat musik bersama, mengedit teks, membaca buku digital dan menikmati kolaborasi proyek-proyek mereka secara online.

Akses Bio Energy

Diusahakan bahwa setiap program, peralatan, komponen dan kegiatan benar-benar menuju “Indonesia Go Green”. Artinya mengajak masyarakat menjadi maju, tetapi tidak meninggalkan kaedah-kaedah pelestarian lingkungan yang berkelanjutan secara bersama. Cobalah kita memulai dengan memanfaatkan sumber alam yang bisa terbarukan sebagai sumber energi. Bukan hanya semata-mata bergantung pada minyak sebagai bahan bakar, akan tetapi memanfaatkan tenaga angin, air dllnya lebih optimal.

Open Innovation

Masyarakat Indonesia tidak hanya konsumen pasif pengetahuan, tetapi seorang peserta aktif dalam pembelajaran. Sedini mungkin sejak anak-anak di lingkungan keluarga harus tumbuh dan mengejar ide baru, software, sumber daya, dan perangkat disiapkan harus mampu tumbuh dengan mereka. Setiap orang dapat belajar dari orang lain di lingkungan mereka sendiri. Mulai dari yang paling kecil. Mereka mengajar satu sama lain, berbagi ide, dan sosial melalui sifat antarmuka, interaktif dan saling mendukung pertumbuhan intelektualnya sendiri.

Anggap saja bahwa Indonesia harus menerapkan open inovation (inovasi terbuka) apa saja terhadap semua permasalahan Bangsa. Kurangi kepemilikan Individu atau penguasaan terhadap sebuah industri yang mendorong terciptanya raja-raja kecil ditengah masyarakat. Dalam konteks ini, masyarakat akan belajar pengetahuan, berpikir sendiri dan berkolaborasi. Selanjutnya, setiap rakyat memiliki akses untuk berkontribusi, dalam koridor bebas, terbuka dan bertanggung jawab pada setiap project-nya yang mendukung dan mendorong usahanya untuk mengekspresikan diri. Aspek tersebut akan mendorong rakyat Indonesia memiliki keunggulan inovasi sebagai pemecah batu solusi permasalahan bangsa.

Satu-satunya penyelamat untuk menerobos berbagai persoalan pelik di daerah dengan kondisi sumber daya yang serba terbatas adalah melalui langkah inovasi di segala lini. Pentingnya meningkatkan kapasitas inovasi daerah untuk menerobos stagnasi dan memotong durasi. Waktu, biaya, tenaga, peralatan dllnya. Peningkatan kapasitas itu dengan memperbaiki Ekosistem yang sesuai dengan kaidah best practice Open Innovation (OI).

Mulai dari diri Sendiri
Mungkin kalimat diatas mudah diucapkan, tetapi sult diterapkan kalau tidak dimulai dari saya sendiri. Sepertinya harus dimulai dari DISIPLIN diri. Saya coba dengan IMAN terlebih dahulu. Inovasi apapun tidak akan ada gunanya tanpa Iman. Sebuah karakter paling mendasar terhadap ketergantungan kepada Pencipta.

Tentu saja, saya harus percaya bahwa Inovasi yang dikejar adalah MILIK Tuhan. Inovasi tanpa Ke-Tuhanan, akan sia-sia belaka. Saya beri contoh, kalau saya seorang yang “haus” dengan teknologi Inovasi tidak mesti harus menjadi “kalong” alias “kelelawar” yang harus memaksa diri untuk berinternet setiap malam sampai lupa waktu.

Bagaimana saya bisa bangkit, kalau paginya tidak mengerjakan sholat subuh dan siangnya tidur. Hmmmm, apalagi kalau mau bangkitkan Indonesia ? Yaa…disiplin pertama adalah IMAN.

Sekarang, disiplin kedua dan seterusnya? saya serahkan kepada Anda sesuai dengan apa yang Anda jalani. Ingat, tetap dengan koridor Iman. Selamat berjuang, Kawan. AKU untuk negeriku-INDONESIA. ANDA untuk negeri kita – INDONESIA.

5 thoughts on “Aku untuk NEGERIKU – INDONESIA

  1. bocahbancar berkata:

    Nah sejauh saya membaca artikel Anda ini Pak, yang pertama saya sangat kagum atas pesona Anda terhadap lagu lagu nasional ini, saya memang menyukainya dan senang menyanyikannnya namun tetap saja beda dengan Anda..

    Mulai dari diris endiri, inilah yang saya lakukan Maz untuk negeri ini, memulai segala hal yang baik dari diri sendiri dan akan saya tularkan kepada yang lain…

    Semoga semuanya bisa menjadi lebih abik lagi..

    Salam Bocahbancar…

    • ooyi berkata:

      Indonesia adalah kebanggaan kita. Semoga Indonesia memiliki generasi seperti Anda yg total berbuat dan berharap ridho dari yg Kuasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s