INILAH TAMPANG PENJAHAT PERANG ISRAEL

1. EHUD BARAK

ehud-barak

lahir di  Mishmar HaSharon kibbutz, sekarang berumur umur 66 tahun adalah seorang politisi Israel dan tampil ke-10 sebagai Perdana Menteri Israel pada periode 1999–2001.

Pengabdian Kemiliteran

Barak bergabung dengan Angkatan Perang Israel  pada tahun 1959. Selama 35 tahun pengabdiannya, ia menempati posisi sebagai Kepala Staf Jenderal dan menerima posisi sebagai Rav Aluf, sebuah posisi tertinggi di dunia kemiliteran Israel.

Barak dihadiahi “Medali Jasa Istimewa” dan 4 tanda penghargaan lainnya untuk ‘keunggulan keberanian dan operasional’. Dalam pada itu, Barak menerima gelar sarjana muda Fisika dan Matematika dari Universitas Ibrani Yerusalem pada 1976, dan master dalam Sistem Ekonomi Keahlian Teknik pada 1978 dari Universitas Stanford di Palo Alto, California, AS.

Dalam politik, ia menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri tahun1995 dan Menteri Luar Negeri (1995-1996). Ia dipilih ke dalam Knesset pada 1996, di mana ia menjadi anggota Urusan Luar Negeri dan Komite Pertahanan Knesset. Pada 1996 Barak menjadi pemimpin Partai Buruh.

Ehud Barak diangkat sebagai PM Israel pada 17 Mei 1999 dan mengakhiri pemerintahannya pada 7 Maret 2001 setelah kehilangannya pada Ariel Sharon pada pemilhan spesial PM di bulan Februari.

Masa pemerintahan Barak sebagai PM memiliki beberapa peristiwa penting, kebanyakan darinya kontroversial:

Setelah kalah pada pemilu 2001 dari Ariel Sharon (pemimpin Likud) secara telak, Barak meninggalkan Israel untuk bekerja sebagai penasihat senior U.S.-based Electronic Data Systems. Ia juga menjadi partner pada sebuah perusahaan dengan berfokus pada kerja “yang berhubungan dengan keamanan”.

Pada 2005, Barak mengumumkan kembalinya ke politik Israel, dan berpacu untuk kepemimpinan Partai Buruh di bulan November. Namun mengingat prestasinya yang lemah dalam pemilihan umum, Barak meninggalkan pertarungan dan menyatakan dukungannya untuk negarawan tua Shimon Peres.

Setelah Peres dikalahkan Amir Peretz dan meninggalkan Partai Buruh, Barak mengumumkan ia tetap tinggal di partai itu, meski hubungannya dengan pemimpin yang baru dipilih itu goyah. Namun ia telah menyatakan takkan bertarung untuk pemilu aret 2006.

Pada bulan Juni 2007, Parlemen Israel mengukuhkan pengangkatan Ehud Barak sebagai menteri pertahanan Israel yang baru.

 

2. LIVNI

livni

Mossad, agen rahasia Israel yang disegani di dunia, yang juga dikenal dengan kelihaian sekaligus kekejamannya. Tzipi Livni, Perdana Menteri baru Israel, pernah bekerja di sana. Namun, Livni adalah pendukung kuat atas berdirinya Palestina yang berdampingan dengan Israel, yang dia anggap sebagai solusi terbaik.

Mungkin susah memercayai Livni sebagai pencari perdamaian, terutama warga Palestina, dan juga ucapannya yang pernah mengatakan bahwa Presiden Palestina Mahmoud Abbas sebagai tidak lagi relevan.

Lagi, Livni adalah keturunan Yahudi ultra-nasionalis, yang dilahirkan dari pasangan Eitan dan Sarah Livni, imigran Polandia. Kedua orangtuanya pernah berjuang melawan penjajah Inggris sebagai anggota Irgun, militan Zoinis dan organisasi teroris bawah tanah.

Di masa mudanya, Livni anggota Betar, gerakan pemuda Yahudi. Gerakan ini didirikan Ze’ev Jabotinsky, juga pendiri Irgun. Dia adalah Yahudi keturunan Rusia pendamba negara Yahudi.

Sama seperti ayah dan ibunya, serta Jabotinsky, Livni adalah pilar kuat bagi karakter dan identitas Yahudi dan Israel. Namun, Livni juga pendukung mundurnya Israel dari Jalur Gaza dan Tepi Barat, serta salah satu tokoh Israel yang tidak menuduh pejuang Palestina sebagai teroris, tetapi pihak yang menyerang tentara Israel demi harkat diri.

Percaya atau tidak percaya, Livni relatif menghargai penegakan hak asasi manusia di Palestina, yang telah diinjak-injak Israel. Hingga kini Livni pun merupakan salah satu perunding perdamaian Palestina-Israel, sebuah kegiatan yang ingin dia lanjutkan dan misinya ingin pula dia wujudkan.

Perunding senior Palestina, Saeb Erekat, mengatakan, Livni telah lama terlibat proses perdamaian. ”Saya yakin dia akan terus melanjutkan upaya perdamaian dengan Palestina. Saya menyambut baik pilihan rakyat Israel,” kata Erekat.

Suka mendaki gunung

Livni adalah orang yang tampil bersahaja dan mengaku tidak menyukai formalitas. Kepada Roger Cohen dari The New York Times pada 2007, Livni memberi komentar atas pernyataan Cohen bahwa Livni adalah pribadi yang disiplin.

”Saya tidak suka frase ini, seorang yang disiplin. Ah, saya enggak tahulah, enggak tahu, benar … Ada sisi lain dari diri saya. Saya menyukai celana jins, mendaki gunung, mengunjungi pasar dan mal. Anda baru saja kembali dari Paris: Saya suka Quartier Latin hingga Champs Elysées. Secara umum saya benci formalitas. Anda tahu enggak sih, ketika aku muda, pernah bekerja sebagai waitress di Sinai.”

Ya, ya, ya! Namun, kini nyatanya Livni menjadi PM, setidaknya untuk sementara karena telah terpilih sebagai Ketua Partai Kadima, Kamis (18/7), yang otomatis menggantikan posisi PM Ehud Olmert, yang tersandung skandal korupsi.

Jalur karier

Dengan demikian, dia menjadi PM wanita pertama setelah Golda Meir (1969-1974), PM yang terkenal galak, tegas, dan memimpin Israel menghadapi Perang Arab-Israel. Livni meniru ketegasan dan kekukuhan pribadi Meir.

Jejak kariernya dimulai ketika mendapatkan pelatihan militer, sebuah kewajiban bagi semua warga Israel. Saat itu, Livni meraih pangkat letnan pada usia 22 tahun (1980).

Pelatihan ini juga menjadi ajang pencarian bibit bagi agen Mossad dan politisi masa depan Israel. Seperti pucuk dicinta ulam tiba, Livni adalah seorang yang disiplin, memiliki kemampuan analitis dan bakat intelijen.

Pada tahun 1980, Livni memasuki Mossad, dengan posisi sebagai agen lapangan. Livni ditempatkan di Paris. Dalam status ini, dia pernah ikut serta dalam aksi pembunuhan terhadap seorang pemimpin PLO di Yunani, Makmun Syukri Marisyi, salah satu pembantu dekat Abu Jihad (orang kedua di PLO setelah Yasser Arafat).

Livni memilih tidak membuka cerita soal kariernya di Mossad. Bahkan dia mengatakan, karier di Mossad sama sekali tidak memengaruhi hidupnya.

Pada tahun 1996, Livni bertarung untuk menjadi anggota Knesset (parlemen Israel) mewakili Partai Likud, tetapi gagal. Namun, Livni telah menarik perhatian PM saat itu, Benjamin Netenyahu (eks Mossad), yang juga Ketua Partai Likud.

Netanyahu meminta Livni menangani privatisasi BUMN Israel. Ketika Ariel Sharon (juga eks Mossad), Ketua Partai Likud dan menjadi PM tahun 1999, karier Livni menanjak. Sharon menjadi mentor Livni. Livni juga berhasil menjadi anggota Knesset pada 1999.

Pada 2005, Sharon dan Livni mundur dari Likud dan membentuk Partai Kadima, beraliran kanan tengah. Misi partai baru ini adalah mundur dari Tepi Barat dan Jalur Gaza untuk memungkinkan berdirinya negara Palestina. Latar belakangnya, pendudukan Palestina tak memungkinkan secara moral dan finansial.

Setelah Sharon stroke dan koma sampai sekarang, Ehud Olmert menjadi PM. Livni mengkritik keras Olmert karena ”kegagalan” militer Israel dalam perang di Lebanon selatan tahun 2006. Livni meminta Olmert mundur, tetapi gagal.

Kemudian Olmert tersandung skandal korupsi. Livni menemukan sudut untuk menendang Olmert. Dia berhasil. Lalu dipilihlah ketua Partai Kadima baru, menggantikan Olmert, yang secara tradisi otomatis menjadi PM.

Livni mengalahkan saingan terdekatnya, Menteri Perhubungan Shaul Mofaz. Jadilah Livni sebagai PM, yang membuka memori khalayak pada Golda Meir. ”Saya bukan Golda Meir kedua, tetapi Tzipi Livni pertama,” kata Livni, yang memiliki satu saudara.

Sebagai PM, Livni berjanji mewujudkan Palestina. Sekarang….ia telah “MENGINGKARINYA”. 

3. EHUD OLMERT

livni-ehud-olmert1

Ehud Olmert lahir 30 September 1945 adalah perdana menteri ke-12 Israel dan sedang menjabat saat ini.

Olmert resmi menjabat Perdana Menteri sejak 13 April 2006 secara penuh semenjak menerima penunjukannya pada 4 januari 2006 setelah Perdana Menteri Ariel Sharon mengalami stroke. Praktis, semenjak itu Olmert menjabat sebagai Perdana Menteri Sementara.

Di masa kanak-kanaknya, Olmert menjadi anggota Organisasi Pemuda Beitar dan menghadapi kenyataan bahwa orangtuanya seringkali masuk daftar hitam dan mengalami diskriminasi karena mereka berafiliasi dengan Herut, oposisi partai Mapai yang berkuasa. Namun, pada tahun 1970–an hal ini tidak lagi begitu berpengaruh terhadap karier seseorang seperti yang terjadi pada 1950–an, dan Olmert berhasil membuka praktik pengacara yang sukses di Yerusalem bersama rekannya.

Olmert telah menikah dan mempunyai empat orang anak. Selama puluhan tahun ia menjadi penggemar setia klub sepak bola Beitar Jerusalem.

Sebelumnya, Olmert adalah Wakil Perdana Menteri, Keuangan, dan Menteri Industri, Perdagangan dan Perburuhan yang bertanggung jawab atas Administrasi Tanah Israel. Olmert juga adalah anggota Partai Kadima yang dipimpin oleh Ariel Sharon. Melalui pemilu yang diadakan pada 28 Maret 2006, Partai Kadima menang, dan pada 14 April secara resmi Olmert dilantik sebagai Perdana Menteri. Ia juga pernah menjabat sebagai Walikota Yerusalem

Pada 30 Juli 2008, ia mengumumkan bahwa ia tak akan mengikuti pemilihan ketua Kadima pada September 2008 dan akan segera mengundurkan diri dari jabatan perdana menteri begitu ketua Kadima yang baru terpilih.

Pada 28 JUni 2006, tiga kelompok milisi Hizbullah menculik seorang anggota pasukan Israel dengan tuntutan agar Israel melepaskan seribu orang tahanan Palestina. Olmert memerintahkan pembalasan dengan serangan-serangan ke Lebanon selatan, dengan tujuan bukan saja untuk membebaskan anggota pasukannya yang ditawan Hizbullah, melainkan untuk menghabisi kekuatan Hizbullah yang selama ini dianggap mengganggu keamanan Israel.

Tindakan Israel menuai berbagai kecaman dari banyak pemimpin negara di seluruh dunia, kecuali Presiden Bush dari Amerika Serikat yang tetap mendukung penyerangan tersebut. Kecaman-kecaman berdatangan terutama karena banyak sekali sasaran-sasaran sipil dan warga sipil Lebanon sendiri yang menjadi korban.

Pasukan-pasukan Hizbullah membalas serangan Israel dengan tembakan-tembakan roket yang jauh menghantam wilayah Israel. Akibatnya, Olmert dikecam habis-habisan oleh rakyatnya sendiri. Setelah penyerangan ke Lebanon dihentikan, Olmert akhirnya terpaksa menyerah terhadap desakan untuk melakukan penyelidikan atas kelemahan-kelemahan pertahanan Israel yang menyebabkan Hizbullah mampu melancarkan serangan balik yang hebat.

Sekarang….MEREKA telah “MENGINGKARINYA”. 

*************

http://id.wikipedia.org

http://politikinternational.wordpress.com

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s