Hasil Verifikasi KPUD Ende menuai protes

Ende

Beberapa hari ini terlewatkan sudah berita seputar PILKADA Ende. Menurut rencana bahwa setelah penetapan paket-paket balon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang lolos verifikasi Rabu, 17 September 2008, maka 1 hari kemudian diadakan penarikan nomor urut paket. Sebagai informasi awal, bahwa dari 9 paket yang mendaftar, yang lolos hanya 7 paket. Tapi kayaknya menuai masalah …….berikut ulasan saya…

KPUD Ende menunda penarikan nomor urut balon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Ende yang menurut jadwal harus dilangsungkan hari Kamis, 18/09/2008. Penundaan ini dipicu aksi protes massa Paket DAMAI (Anton David Dalla – Iskandar Moh.Mberu) yang dinyatakan tidak lolos oleh KPUD. Memang dari 9 paket, 2 yang tidak lolos verifikasi yaitu : Paket DAMAI dan Paket BERNAS (Bernadus Gadobani – Hendrikus Seni ).

Dengar-dengar sih, bahwa Paket yang tidak lolos ini mengancam akan memboikot kantor KPUD. Massa memang kelihatan berseliweran hingga Rabu 23.30 WITA malam.Makanya disekitar jln. Melati ditutup untuk sementara waktu dan dijaga oleh aparat keamanan. Sebenarnya kantor KPUD Ende pun sedianya berlokasi di gedung Stadion Marilonga-Wolowona, tetapi berhubung masalah keamanan maka direlokasi ke samping NTTPEP jln. Melati. Status kota Ende malam itu dikomandokan menjadi SIAGA I.

Penundaan

Akhirnya setelah mikir-mikir dan dilakukan rapat intern anggota, KPUD Ende melalui ketuanya Fransiskus A.R.Senda, memutuskan melakukan penundaan hingga Selasa, 23 September 2008 guna menciptakan situasi yang kondusif di kota Ende. Jeda waktu antara tanggal 18 s/d 23 September ini, KPUD akan melakukan klarifikasi ke DPP PKB di Kalibata untuk menjawab tuntutan massa paket DAMAI.

Memang sih, belum ada jaminan yang pasti dari KPUD Ende tentang status Paket-paket yang tidak lolos verifikasi ini, apalagi respon reaksi bermunculan dari 7 paket yang lolos verifikasi untuk secara aklamasi mendukung keputusan KPUD Ende.

Beberapa massa sejumlah Paket malah mendatangi sekretariat KPUD Ende untuk mempertanyakan penundaan jadwal penarikan nomor urut tersebut. Mereka menuntut KPUD Ende bertindak tegas dan stabil didalam mempertahankan keputusannya. Apalagi secara hukum sudah disahkan melalui keputusan KPUD Nomor 01 Tahun 2008.

Masyarakat Bertanya

Kriteria

Perubahan jadwal penarikan nomor urut tersebut merupakan pergeseran terhadap sebuah keputusan dari sebuah lembaga resmi negara yang ditunjuk secara otonomi menjalankan tugasnya mensukseskan pesta demokrasi secara jurdil, transparan dan terbuka. Lantas dimanakah masyarakat? yaaa…masyarakat harus diberitahu, disampaikan dan disosialisasikan. Artinya setiap informasi sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam menentukan pilihannya.

Apapun kepentingan yang terjadi, baik itu KPUD Ende-Paket yang Lolos-Paket yang Tidak Lolos harus tetap menghormati posisi dan kedudukan masyarakat sebagai penentu kemenangan sebuah paket. Jangan sampai, ketika semakin banyak opini yang berkembang ditengah masyarakat, akan menciptakan inkonsistensi nilai demokratisasi PILKADA itu sendiri dimata masyarakat.

Semoga masyarakat tidak jenuh mendengarnya……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s