Pemilihan Kepala Daerah (01)

Tps

5 tahun lalu ketika pesta demokrasi lagi-rame-ramenya dan hangat-hangatnya. Siang bolong itu, di TPS RT kami, seorang ibu datang kepada saya :“dek…pinjam tipe-x nya dong….”.Saya tidak punya,bu. Ada apa?”: heranku. “Ini dek, saya salah nyoblos”: katanya ketus sambil berlalu keluar dari bilik suara. Saya pun terbengong-bengong memandang ibu itu. “Emangya kamar, kali….pake acara salah nyoblos segala…”.

Inilah sekelumit kecil kisah tentang seorang ibu yang merasa bingung harus buat apa di bilik suara TPS itu. Tapi, saya pikir ada benarnya juga. Memang ibu ini adalah contoh dari betapa bingungnya rakyat pemilih dengan proses pemilihan yang sedang berlangsung. 

Mungkin bingung sama aturannya, bingung sama paket calonnya ataukah bingung sama……..” begini saja deh bu, mendingan suruh bapak saja yang ngajarin nyoblos. Biar pas gitu loh…ha…ha…ha…”

Pesta Kedaulatan, sebuah harapan

OK…deh, kembali ke laptop. Bicara tentang Pemilihan Kepala Daerah dengan seabrek pihak yang nimbrung didalamnya, semua stekholder yang berkepentingan suksesnya pilkada punya sebuah harapan yakni pesta demokrasi lokal ini berjalan damai, bermutu, dan menerapkan asas yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (luber dan jurdil).

IMG_0163

Atribut Partai Pengusung telah terpasang.

Tampak dalam gambar penempatan umbul-umbul di perlimaan jln. El-Tari bawah dekat pintu masuk bandara.

Pilkada yang damai, bermutu, luber dan jurdil tersebut hanya dapat berjalan apabila baik penyelenggara yaitu komisi pemilihan umum daerah (KPUD), para calon kepala daerah dan wakil kepala daerah serta masyarakat pemilih sama-sama memahami filosofi dibalik penyelenggaraan pilkada.

JiKa semua pihak yang terlibat baik itu KPUD, pasangan calon dan masyarakat pemilih-memiliki persepsi yang sama terhadap filosofi pilkada maka akan lahir dasar kebutuhan yang sama dari ketiga unsur tersebut. Pilkada harus melahirkan rasa kebutuhan dan sekaligus rasa kepercayaan yang tinggi kepada masyarakat, sehingga dapat dihasilkan pemerintahan daerah yang legitimate.

Apa sih filosofinya ?

Filosofi penyelenggaraan pilkada sesungguhnya merupakan bentuk konkrit dari pelaksanaan kedaulatan rakyat yang selama hampir 63 tahun Indonesia merdeka hanyalah berwujud dalam tataran teks dan rektorika belaka.

Sebagai bentuk pelaksanaan kedaulatan rakyat, maka pilkada seyogyanya mesti menempatkan rakyat (pemilih) sebagai variabel paling strategis. Dengan demikian, siapa pun calon kepala daerah yang ingin bersaing memperebutkan kursi terhormat tersebut mau tidak mau harus memposisikan pemilih sebagai subyek. Bukan sebaliknya mengeksploitasi rakyat sebagai objek janji kosongnya.

KPUD, pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, dan pemilih, sesuai dengan kapasitas masing-masing, mesti memahami Undang-Undang No.32 Tahun 2004, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) No.3 Tahun 2005 dan Peraturan Pemerintah (PP) No.6 Tahun 2005 serta Peraturan Pemerintah No.17 Tahun 2005 sebagai aturan pokok pilkada.

IMG_0159

Baliho KPUD Ende telah terpasang.

Tampak dalam gambar penempatan baliho di perempatan jln. Soekarno

KPUD mesti konsisten dan menempatkan taat asas dipuncak kewenangan. Calon kepala daerah dan wakil kepala daerah tak ada pilihan harus tidak boleh mbelelo terhadap peraturan dan penetapan yang disusun oleh KPUD. Sementara, setiap pemilih mesti diarahkan dan dituntun untuk tidak mudah tergiur dengan politik uang pasangan calon, yang memungkinkan setiap pasangan calon melanggar peraturan perundangan yang ada.

Penyelenggara, dalam hal ini KPUD, mungkin satu-satunya unsur yang bisa disebut sudah berpengalaman jika pilkada dianggap sama dengan pemilu. Catatan kemajuan yang fundamental dalam sejarah politik nasional telah dihadirkan melalui suksesnya penyelenggaraan pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden secara langsung pada 5 Juli dan 20 September 2004 lalu-selain tentu saja pemilu DPR, DPD dan DPRD pada 5 april 2004. Semoga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s