Koperasi dan Rakyat

Malam ini, udara dingin menyelimuti kegiatan Pameran Produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten Ende. Tidak terasa 4 malam sudah acara ini berlangsung, tepatnya 12 s/d 15 juli 2008. Masyarakat penjuru kota Ende dan desa berduyun-duyun datang menyemarakkan suasana pameran di kompleks Gedung Baranuri dan sekitarnya. Menarik nih….

Saya sih sudah dengar beberapa hari lalu tentang akan dilaksanakannya pameran oleh Dinas Koperasi Kabupaten Ende dalam memeriahkan HUT Koperasi ke-61. Biasanya kuajak ibu dan sikecil Naura jalan-jalan sore. Namun berhubung keterbatasan waktu kami berdua dan masih asyik sama keluarga kecilku, jadi kuurungkan niat untuk datang.”…..biar tahun depan saja deh, tunggu Ibu dan Naura stabil, berhubung keluarga kami lagi berduka sepeninggal almarhum beberapa hari yang lalu. Biar aku dengar info saja dari sahabat-sahabatku….”.pikirku.

Kebetulan beberapa orang sahabat jadi Panitia-nya. Tinggal dengar, catat dan nulis lagi untuk info teman-teman di rantauan…ok ? 

Seputar HUT dan Pameran

Ok, kudengar dari mobil penerangan yang sebelumnya lalu lalang di jalan memberi informasi, bahwa dalam menyambut HUT ini dimulai dengan diadakan acara gerak jalan sehat dan festifal GAWI Koperasi. Katanya sih ramai sekali, hanya tidak sempat aku abadikan. Sekarang, aku cerita dulu yaa…suasana di seputar pameran ini yang kulihat sewaktu lalu lalang disekitarnya.

Kawasan pameran berlokasi di Gedung Baranuri, halaman depan dan kompleks Museum Tenun serta Museum Bahari. Banyak lho stand-nya. Mulai dari agen sepeda motor, elektronika, tanaman, tenun ikat, kerajinan tangan/souvenir. Saya tidak dapat menyebutkan satu persatu disini karena keterbatasan informasi. Kalau rekan-rekan ingin tahu, selahkan berhubungan dengan Dinas Koperasi Kabupaten Ende. Disana ada banyak data khususnya UKM yang sedang difasilitasi perkembangannya.

Menilik lokasi pameran. dengan setiap stand berukuran 2,5 x 3 meter, cukuplah untuk menampung beberapa produk UKM. Setiap stand berjejer dan saling berhadapan. “…… Pokoknya bayangin aja deh kayak orang baris berbanjar 2 saling berhadapan. Trus ditengahnya disisakan untuk lalu lalang…..”. hi…hi…hi….kecil tapi rame…. .

PAMERAN

Nah…jalan masuk ada 4. Dari arah kelurahan kotaraja, dari arah lapangan perse, dari arah museum tenun ikat dan satunya belakang museum. Jadi, lalu lalang diseputar depan gedung Baranuri, kemudian masuk ke areal museum untuk liat pertunjukan musik.

Full Musik

Menurut cerita temen-temen, acara pameran dibuka dari jam 17.00 s/d 23.00 WITA (jam 5 sore sampai jam 11 malam). Seru banget, soalnya masyarakat disuguhi live musik nonstop oleh Violet Band dan Forthemore Band. Kalau promosi sih, tidak juga….tapi sekedar info bahwa Bang Ito dan Aku mendirikan grup band ini sebagai wujud “kecintaan” kami yang teramat dalam terhadap anak muda dan musik di Kabupaten Ende. Tepatnya tanggal 18 Februari 2008, kebetulan Bang Ito siap dana, saya usul sekalian untuk kami  buatkan studio musik. Jadi lengkaplah namanya menjadi VIOLET STUDIO MUSIC. “…… Kalau teman-teman di Ende ataupun di rantauan berlibur ke Ende, mampir saja di jl. kemakmuran, pasar ambonga lama. itu tuuuu…..yang dekat dengan jejeran toko padang….” . Alhamdulillah dalam 5 bulan ini, adik-adik sudah menuai prestasi dengan menjadi Juara I Lomba Festifal Musik se-Kabupaten Ende yang diadakan sebulan lalu.….” . Pokoknya masyarakat disuguhi dengan lagu-lagu anak muda seperti : letto, ungu, padi, iwan fals; ada juga : ebiet g ade sampai lagu-lagu perjuangan….semuanya campur aduk.

“ Revitalisasi Perkoperasian Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Rakyat “

Itulah tema kecil diatas spanduk terpajang didalam kawasan museum tenun ikat ende lio ( depan kodim 1602 ende ).  Hmmm…..kata “Revitalisasi” mungkin membangun kembali atau memfungsikan sesuatu yang telah ada agar lebih berdaya guna. Kulihat ada “semangat” disini. Yaa…semangat berkoperasi. Bapak Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Ende beserta jajarannya mencoba untuk mengajak masyarakat, please go to basic and stand up together. Mari kita berkoperasi untuk membangun kemandirian ekonomi….

….diadakanlah Pameran Produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM)  Kabupaten Ende sebagai ajang fasilitasi berbagai usaha di masyarakat agar lebih giat berpacu dalam membangun ekonominya. Saya pikir ini langkah yang brilian dari Bapak Kepala Dinas. Apalagi sebelumnya ada suara-suara kecil masyarakat mendambakan bahwa perlu adanya semacam activity untuk memperkenalkan hasil atau produk mereka. Kudengar sudah ada Dewan Koperasi UKM Indonesia di Kabupaten Ende selaku stakeholdernya, yang berasal dari Insan-insan pelaku, pengamat dan pemerhati UKM di Kabupaten Ende.

Saya pikir kegiatan-kegiatan seperti ini perlu secara rutin diadakan, dengan beberapa alasan :

1. Ajang tempat pemerintah, pelaku bisnis dan masyarakat bermitra

2. Ajang perkenalan produk

3. Ajang tukar wacana, tukar info tentang produk dan jasa sehingga terbentuk entrepreneur community (komunitas wirausaha) yang secara mandiri terus sharing memajukan usaha kecil dan menengah.

4. Ajang spirit / semangat, siapa tahu UKM lain bisa termotivasi melihat rekan-rekan lain yang sudah pada maju.

UKM dan Networking

Memang kalau didengar, produk yang terjual dari setiap stand banyak yang terjual. Akan tetapi pertanyaannya sudah mampukah UKM, Koperasi dan Masyarakat khususnya Kabupaten Ende membangun sistem ? artinya apakah sudah ada semacam jaringan produk bersama, pemasaran bersama ataukah terciptanya alur masyarakat turut membangun UKM ini ?

Saya rasa kalau bicara kata “……melibatkan seluruh stakeholder sih sudah basi. Setiap sambutan selalu ada kalimat itu. Apakah kalimat itu sudah final ? dan sudah menunjukan eksistensi UKM secara mandiri. Saya rasa belum. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh semua unsur/elemen pembangunan khususnya di Kabupaten Ende guna secara bersama-sama merumuskan visi. Saya coba beri beberapa wacana misi pengembangan UKM a.l :

1. Persepsi yang sama tentang perlunya membangun UKM sebagai community industri basic.

2. Merumuskan konsep, menuangkan dalam strategi dan kebijakan.

3. Setiap elemen memiliki tugas pokok dan fungsi masing-masing sesuai latar belakang profesionalitasnya bergerak menuju satu titik yaitu UKM yang mandiri.

4. Pemerintah, BUMN/BUMD,Swasta dan masyarakat menerapkan satu jaringan (Networking) guna pencapaian visi. Artinya dibutuhkan perencanaan, penciptaan produk unggulan, pemasaran dllnya dikerjakan secara bersama-sama.

5. Pada tahap akhir, dibutuhkan indikator yang jelas baik itu mengukur UKM secara kuantitas maupun kualitas dengan tingkat pencapaian ideal pertahun.

6. Sasarannya harus jelas, semisal ada UKM binaan dan kalau perlu ada Desa UKM binaan diseluruh Kabupaten Ende.

Kalau di tingkat grass root (akar rumput) sudah disentuh dan dibentuk secara mandiri, maka saya yakin Kabupaten Ende kita tidak perlu tarik pajak atau retribusi lagi dari masyarakat. Cukup dari UKM saja sudah mendongkrak PAD. Siapa tahu…

3 thoughts on “Koperasi dan Rakyat

  1. chairul Pua Tingga,S.sos berkata:

    wouw..excellent kabupatenku ende kedepannya bakal benar2 menjadi kabupaten atau kota dengan UKM yang mandiri…ku lagi nyari2 info neh..buat tesis kira2 topik apa yang bisa ku angkat untuk mendukung visi,misi kabupaten ende menjadi kota UKM…lebih spesifik aku akan meneliti tentang pemasaran produk yang dihasilkan oleh UKM dikabupaten ende….minta solusinya teman2..!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s