Innalillahi Wa’inna Ilaihi Raaji’un…..

Itulah kata pertama yang kuucapkan, ketika pukul 19.00 WITA, di Kamis malam, 26 Juni 2008, seorang bapak, paman, kakak, pemimpin meninggal dunia dengan tenang…..pulang kembali keharibaan Illahi sang pencipta….

Aku tak bisa berucap apa-apa lagi…selain kehilangan seorang figur. Aku rasa bukan hanya diriku saja akan tetapi seluruh keluarga dan masyarakat Kabupaten Ende tercinta….yaa….seorang Drs. Pua Mochsen

Perjalanannya…

Mungkin belum banyak yang kuketahui tentang beliau dibanding adikku FAUZIAH tentang profil ayahnya. Aku hanya melihat  FAUZIAH sangat kehilangan panutan baginya. Hari-hari yang ia jalani bersama ayahnya dengan penuh kebahagiaan, hari-hari yang ia dambakan bersama ayahnya dengan penuh kebanggaan dan hari-hari yang ia rencanakan bersama ayahnya dengan penuh ketelatenan….terhenti seketika………hmm….

Kucoba tuk diam sesaat, menatap sang jenasah terbujur kaku tak bergerak. Kenapa Tuhan memanggil orang-orang baik, jujur dan bersih secepat ini?Apakah Tuhan tidak merelakan mereka hidup di dunia yang penuh dengan kemunafikan? ataukah Tuhan punya rencana tersendiri?….hmm…aku hanya bisa menghela napas yang teramat panjang tentang beliau….pamanku…..

Esok itu…..jenasah disemayamkan dirumah dinasnya di jln A.Yani, dibungkus dengan merah putih. Tampak hadir Bapak Bupati Ende Drs. Paulinus Domi, Bapak Sekda Drs.Iskandar M.Mberu dan pejabat teras beserta masyarakat. Sosok yang penuh jasa ini dihormati secara kenegaraan. Tampak pula staf Bapedalda berpakaian korpri turut berbaris mengenang kepergian atasannya.

Yang kutahu…..beliau lahir tanggal 09 September 1950, masa kecil bersama kakaknya, ibuku kandungku serta menikah bersama bibiku. Makanya kupanggil “bele” yang artinya paman. Dari biografi yang kudengar, kubaca, kuingat dan bersama dengannya, beliau adalah sosok yang matang. Beberapa dinas telah jadi dan baik dari tangan dinginnya. Coba kusebutkan disini:

1. Pjs. Camat Maurole

2. Pjs. Camat Nangapanda

3. Kabid Fisik Bappeda

4. Kadis Dispenda

5. Kadis LLAJR

6. Kadis Pariwisata

7. Kepala Bapedalda

… betapa banyak, segudang pengalaman dan ide….dan semuanya jadi dengan baik…..alhamdulillah semua dari tangan beliau…

Beliau dan Aku

Tahun 2001, Aku pulang ke Ende setelah menamatkan kuliahku Teknik Sipil di Malang. Aku memang sudah cukup dekat dengan beliau. Apalagi adikku FAUZIAH yang kuliah di Malang, diamanahkan oleh sang Bapak untuk dijaga.

Kedekatan kami semakin terasa, manakala ide dan konsep tentang Kabupaten Ende menyatu bersama pengabdiannya sebagai pejabat negara dan tokoh masyarakat. Beliau mengajarkan kepadaku tentang nilai. Mulai dari kejujuran, kesederhanaan, prinsip, idealisme dan karya untuk keluarga serta Kabupaten Ende tercinta. Banyak sudah yang dinikmati publik, diantaranya : Pantai Ria Wisata Bahari, Maket Rumah Adat, Buku Wisata Ende Lio, Homestay Moni, Tempat Permandian Air Panas Aekoka-Detusoko dan masih banyak karya lainnya yang tak bisa lagi kusebutkan.

Satu hal yang kubangga adalah, aku pernah menjadi bagian dari konsep beliau. Jejak-jejak perjalanannya kuikuti dengan segudang masukan, bimbingan dan cita-cita. Beliau membuat sebuah ide dan konsep dengan secarik kertas dan penanya, yang kemudian kutuang dalam gambar, rencana biaya dan proposal. Setelah dana dari Pemerintah ada, aku pun ikut membantu dari menemani beliau dari sisi perencanaan hingga semuanya jadi dan dinikmati masyarakat sekarang ini.

Beliau dan Keluarga….

Tidak terlukiskan lagi apa yang sudah beliau bangun selama 58 tahun dengan segala kesederhanaannya. Satu hal yang kuingat adalah beliau selalu mengajarkan kami tentang nilai silaturahmi. Terngiang dalam ingatanku …”…..Nak, lebih baik menjadi kaya akan keluarga daripada menjadi kaya akan materi…” ..inilah yang selalu beliau jaga. Oleh karena itu, hampir setiap malam selalu saja ada yang datang dari masyarakat kecil. Hanya tuk sekedar bertegur sapa ataupun berdiskusi dengan beliau. Benar-benar seorang Bapak.

Malam Ini…

Kulukis kembali wajahnya yang kuambil dari foto bersama adikku FAUZIAH, anaknya. Kubingkai dengan bunga hijau yang menandakan bahwa cita-citanya telah tumbuh dan bersemi pada sanubari kami. Kemudian Kugoreskan dengan tinta emas bertuliskan nama beliau sebagai tanda penghargaanku. “…. Bapak, mungkin ini sangat sederhana dan tak berarti, namun hati kami yang telah engkau tanamkan dengan semangat cinta akan terbingkai sepanjang hidup kami sekeluarga. Aku dan Adikku …….”.

Selamat Jalan…Bapak

Do’a kami selalu menyertaimu…..Amin

DBe

A.n.keluarga

Ttd oja

MOHAMAD CHOIRY RODJA

2 thoughts on “Innalillahi Wa’inna Ilaihi Raaji’un…..

  1. wahyoedien berkata:

    assalamu alaikum….wrwb,…
    Innalillahi wainnalillahirajiun…., saya turut berduka cita yang sedalam dalamnya atas berpulangnya kerahmatullah bapak saya yang tercinta yang sering saya sapa “cucu”. saya sangat merasa kehilangan sosok beliau yang paling saya hormati….panuti dan saya banggakan.bapak yang menjadi motifator…,guru dalam karir saya….dan setiap karya yang saya ciptakan. Dimana pun saya berada…”kalau saya disuruh bercerita tentang ende…hanya sosok beliau yang selalu saya banggakan dari sederet jajaran pejabat kab ende….”, hal itu saya ceritakan kepada…orang orang dimanapun karir saya menapak…, baik itu di lingkunagn pemerintahan kota batu malang Jawa tmur,….Pontianak Kalimantan barat…serta orangorang di tivi nasional saat ini saya berkarir.
    banyak mimpi cita-cita, dan rencana untuk membangun ende..serta mempromosikan ende di kancah nasional bahkan internasional yang ada dalam benak saya kemarin dan saat ini…., dan beliaulah yang akan saya jadikan pemandu bagi saya dalam merealisasikan rencana mimpi dan cita2 itu..karena saya yakin beliaulah yang lebih tau dan berdedikasi besar untuk kemajuan ende…tampa motifasi politis apalagi kekuasaan dan materi.
    26 juni 08 pukul 23.30 wib (waktu jakarta).saya menerima telpon dari adik saya nurlaila, dengan nada sedih mengabarkan bahwa “cucu” meninggal… saat itu saya sedang berada di kantr, sesat mendengar infrmasi trsbt..sayapun tersontak kaget seakan2 tidak percaya…,duka mendalam yang menyelimuti hati saya saat itupun seakan tidak terbendung lagi dengan air mata…., seorang motifator, inspirator, kebanggaan..dan panutan saya dalam berkarya…dan bercita2 untuk membesarkan nama Ende…telah tiada…., saat itu yang ada dalam pikiran saya hanyalah tanda tanya beasr….apa yang membuat beliau begitu cepat berpulang kerahmatullah dalam usia seperti ini…mungkinkah ini yg diartikan ajal Allah SWT. melihat kesedihan mendalam pada wajah saya..beberapa teman terdekatpun bertanya …., dan karena sosok beliau yg sudah sering saya ceritakn kepada mereka, maka merekapun turut prihatin …ketika saya megabarkan meninggalnya beliau. satu kalimat yang sering saya dengar dan merupakan wejengan beliau saat berjalan2 dengan beliau dimalang dulu…”besok2 kalo kamu jadi orang….,jadilah orang yang benar..yang jujur…yag tidak bisa dipengaruh oleh sistem yang kotor..karena untuk menjadi org yang jujur dan benar tidak lah mudah…, dan jika kamu bisa jadi orang jujur dan benar..kamu akan disegani dan dihormati orang…sekitarmu….karena aura rasulullah yang akan nampak di wajahmu” penggalan dan makna dari wejengan itu yang membuat saya selalu berintrospeksi dan cermin dalam setiap langkah hidup saya. mungkin duka ini masih ada dalam hati, namun rencana dalam berkarya..dan berdedikasi untuk daerah yang merupakan motifasi dari beliau akan terus ditercipta.
    Bagi saya dedikasi buat daerah dalam berkarya..sangat lah penting…,hal ini dapat memberi existensi kita diantara daerah daerah lain di indonesia…,dapat menumbuhkan citra dan image bahwa daerah kita mampu bersaing dengan daerah lain, dan daerah kita tidak kalah penting dan maju dari daerah lain..sehingga kita tidak selalu diremehkan oleh daerah2 daerah lain. karena sampai detik inipun daerah kita (ENDE), masih dianggap oleh orang pusat seperti daerah terpencil dan terisolasi….daerah yang tidak terkenal….dan primitiv…hal ini diakibatkan karena kurangnya ekploitasi dan kampanye wisata serta pontesi daerah…oleh pemerintah sendiri dan masyarakatnya.
    sekali lagi saya ucapkan turut berduka cita yang sedalam2 dalamnya atas berpulangnya kerahmatullah CUCU PUA MOCHSEN….semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT…aammmiinnnn…salam uga buat mbak iin…dan keluarga..semoga tetap tegar.

  2. Vinsen Wanggo berkata:

    Turut Berduka Cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bapak Pua Mochsen, semoga amal ibadahnya selama berada di dunia khususnya kepada masyarakat Kabupaten Ende, diterima Tuhan YME. Buat In, semoga tabah dan selalu diberi rahmat yang berlimpah.
    Salam kenal …. dulu pernah sama2 ikut diklat pengadaan barang dan jasa … teman sma-nya In.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s