DICARI.. PEMIMPIN BARU…!!

Oleh : M. Ichsan Sumbi, SE *)

Oktober 2008 masyarakat Kabupaten Ende akan melaksanakan pemilihan kepala daerah secara langsung untuk pertama kalinya. Beberapa paket calon telah melakukan sosialisasi atau mungkin juga kampanye awal  dengan menyebarkan stiker ataupun kalender yang memasang foto Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati…..

 

Dari beberapa paket yang terdengar, baru satu yang telah resmi mendeklarasikan diri kepada masyarakat, lainnya yang akan mencalonkan diri belum mendeklarasikan secara resmi kepada masyarakat juga oleh partai politik pendukungnya, apakah ini sebuah kalkulasi politik? Atau mungkin juga sebuah ‘test case’ guna mengetahui tanggapan masyarakat terhadap Paket Calon yang akan ditawarkan sebelum dinyatakan secara terbuka atau bisa juga belum terjadi deal politik dengan partai politik pendukung, lebih tepatnya “negosiasi Politik”

 

Bagi partai politik yang akan mengusung calon mesti mempunyai mekanisme dan standar dalam penilaian paket yang akan ditawarkan untuk masyarakat, terutama ‘track record calon’. Partai politik yang mempunyai kewenangan dalam mengajukan calon Kepala Daerah, harus mampu mengkomunikasikan dan mensosialisasikan profilnya serta secara sadar mempunyai tanggung jawab moral dan politik, jika paket calonnya menang  atau kalah.

 

Bila  paket yang diusung menang dalam pemilihan Kepala Daerah, partai politik harus tetap  menjadi gerbang moral dan politik dalam menjaga dan mengkritisi  kebijakan pemerintah dalam pembangunan. Bila terjadi penyimpangan, ada kemungkinan setelah pemilihan kepala daerah secara langsung, di tahun 2009 akan ada pemilihan umum anggota legislative. Yang  akan terjadi, Partai Politik (PP) dan Paket Calon Kepala Daerah (PCKD) ber “simbiosis mutualisme” atau saling menguntungkan. Maksudnya, Paket Calon Kepala Daerah yang menang mempunyai hutang politik terhadap Partai Politik Pendukungnya.

 

Suatu strategi politik bahwa dalam  menjalankan pemerintahan daerah nanti menjadi  lebih aman, karena kebijakan yang perlu meminta persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menjadi lebih mudah. Paling tidak akan didukung oleh partai penggusung Kepala Daerah. Namun jika paket yang didukung kalah dalam pertarungan yang jujur, Partai Politik pendukung harus dengan satria menerima dan mendukung paket yang menang, sehingga tidak akan ada gejolak yang akan merugikan seluruh masyarakat Kabupaten Ende.

 

Idealnya bahwa urgensi pemilihan Kepala Daerah dalam kehidupan suatu daerah, adalah sarana  untuk membuat “kontrak” antara penguasa (pemimpin daerah) dengan yang dikuasai (masyarakat) yang bersifat monumental. Sehingga sebagai penguasa yang terpilih nanti oleh masyarakat akan melaksanakan amanah itu dengan baik, memperhatikan aspirasi masyarakat, serta memenuhi janji – janji  dalam kampanye politiknya.

 

Bagi masyarakat bahwa pemilihan Kepala Daerah secara langsung akan berfungsi sebagai sarana penyampaian permasalahan sosialnya, tentang apa yang dilihat, apa yang disaksikan, apa yang didengar serta apa yang dirasakan. Masyarakat harus menentukan pilihan kepada paket calon yang amanah jika memang kenyataan amanah, bersih bebas dari korupsi. Dan dengan tegas untuk tidak memilih paket calon yang tidak amanah dan juga korup. Dan semua itu tidak perlu dilakukan atau diungkapkan dengan kalimat. Yang pasti adalah dalam menentukan pilihan ketika saat pencoblosannya.

 

Masyarakat harus tegas menolak segala praktik membeli suara yang dikemas dalam aneka bentuk dan penyajian, sebab masyarakat akan kehilangan hak kontrol sosial dan politiknya apabila telah menjual dengan  sangat murah nuraninya, mungkin hanya “satu paket sembako”. Sehari atau dua hari dimakan. Bila terjadi demikian secara tidak langsung masyarakat telah memberikan kesempatan atau mungkin juga “legalisasi”  terhadap kemungkinan terjadinya penyimpangan dan penyalahgunaan kekuasaan dan jabatan di kemudian hari. Dengan menjual suara menyebabkan masyarakat sendiri yang akan menderita dan menelan kekecewaan selama satu periode kepemimpinan. Keluhan dan aspirasi masyarakat tidak lagi diperhatikan.

 

Pada banyak kasus di Negara ini, pejabat yang telah selesai melaksanakan masa jabatannya namun belum selesai tanggung jawabnya, yaitu terkait kasus hukum dalam penyalahgunaan kekuasaan dan jabatan serta korupsi, sehingga masih harus mempertanggung jawabkan depan hukum, sampai pada harus mendekam pada “hotel perdeo”. Ironis memang, ketika selama masa jabatan dihormati dan disanjung, ditakuti  bak seorang raja. Tapi karena keserakahan, sehingga harus menjadi hina dalam terali besi.

 

Bagi kelompok masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, mahasiswa ,para tokoh masyarakat dan agama yang  masih terjaga netralitasnya; Pemilihan kepala daerah yang “bersih dan bertanggung jawab” harus menjadi “gerakan moral”  guna mengawal proses perjalanan tiap tahapan pemilihan dari mulai penyaringan calon, penentuan paket calon oleh Komite Pemilihan umum Daerah,  tahapan kampanye dan etika kampanye, proses pemungutan dan penghitungan suara serta penetapan paket yang terpilih, bahkan sampai pada pengelolaan pemerintahan dan aspek moral selama dalam  perjalanan masa bakti oleh paket yang terpilih, komitmen Kepala Daerah terpilih, terhadap janji-janji politik, dan  sampai pada saat pemilihan Kepala Daerah berikutnya jika salah satu atau keduanya kembali lagi mengikuti pemilihan Kepala Daerah. Komponen gerakkan moral, dapat merekomendasikan paket calon ini dapat dipilih kembali atau harus ditolak oleh masyarakat.

 

Perlu juga disadari dan diantisipasi bahwa pemilihan kepala daerah secara langsung mempunyai segala kemungkinan bisa saja terjadi artinya kondisi tetap aman atau mungkin krisis. Terutama masa kampanye dan penghitungan suara, kita dapat melihat kejadian di beberapa tempat, dimana terjadi konflik antar pendukung calon kepala daerah, juga putusan pengesahaan calon terpilih yang masih menggantung, sehingga sampai pada pengadilan. Jika terjadi keadaan seperti ini sangat tidak kondusif bagi masyarakat dan jalannya pemerintahan daerah. Maka pemilihan kepala daerah secara langsung dapat digunakan untuk mengukur kedewasaan masyarakat dalam suatu daerah.

 

Partai Politik dan Paket Calon Kepala Daerah serta Tim Sukses pendukungnya, harus mempunyai tanggung jawab moral dan politik bahwa pemilihan kepala daerah secara langsung  yang pertama kali ini, merupakan proses pembelajaran  dan komunikasi politik kepada masyarakat. Membagun kesadaran politik masyarakat, dan menciptakan suasana yang kondusif untuk tetap menjamin aktifitas keseharian kehidupan masyarakat.

 

Kampanye politik adalah sarana bagi pembelajaran politik untuk masyarakat yang mengutamakan penyampaian visi, misi serta program rencana pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pendapatan daerah. Paket Calon Kepala Daerah harus mempunyai “Blue print” bagi rencana pembangunan dan pemberdayaan  masyarakat selama masa kepemimpinannya, program pembangunan yang akan berkelanjutan, dalam perspektif desain ke-Ende-an,  sesuai dengan topografi, dan sosial budaya masyarakat, terutama persiapan Sumber Daya Manusia dalam pembangunan. 

 

Program pembangunan Bidang  Ekonomi, Kesehatan, Pendidikan, Sosial dan Budaya serta Pemerintahaan. Penyampaian program dalam kampanye bukan sebuah mimpi dan khayalan belaka, apalagi sebuah kebohongan.   Beberapa permasalahan yang perlu menjadi  perhatian Kepala Daerah nantinya : Salah satu contoh kasus yang butuh penyelesaian secara cepat dan tuntas adalah evakuasi bangkai kapal dalam Kolam Labuh di Pelabuhan Ipi Ende, menyebabkan terganggunya perekonomian masyarakat Kabupaten Ende.

 

Di bidang kesehatan, peningkatan kualitas pelayanaan kesehatan pada masyarakat yang kurang mampu, terutama pada ibu hamil dan anak yang berumur dibawah lima tahun, penanganan kualitas gizi, agar tidak terjadi gizi buruk, pencegahan penyakit menular, terutama HIV/AIDS yang semakin merisaukan. Dalam Bidang pendidikan, tingginya tingkat anak putus sekolah menjadi perhatian, tingginya biaya pendidikan, perbaikan dan pengembangan sarana pendidikan, serta peningkatan kualitas staf pengajar.

 

Dalam bidang sosial dan budaya, perlunya penataan dan pelestarian kembali budaya daerah, yang semakin luntur, terutama pada generasi muda. Dalam bidang pemerintahan diantaranya, penerimaan pegawai negeri sipil yang lebih transparan, bebas dari kolusi dan nepotisme, yang selama ini  hanya menguntungkan sekelompok orang yang dekat pada kekuasaan. Juga yang menjadi perhatian adalah promosi dan jenjang karir struktural bagi pegawai negeri sipil, memberikan kesempatan yang sama dalam jabatan yang lebih tinggi sesuasi dengan tingkat pendidikan, kemampuan dan pengalaman, penempatan pejabat yang sesuai dengan kualifikasi jabatan, akan dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

 

Kampanye dialogis merupakan cara yang lebih elegan bagi paket Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati. Membuka kesempatan untuk mengkomunikasikan kemampuan intelektual dan wawasan calon dalam membangun Kabupaten Ende. Dan membuka ruang publik bagi  terjadinya komunikasi dua arah antara paket calon dan audiens. Paket calon yang dipilih oleh masyarakat adalah calon yang paling kredibel dan memiliki integritas, “tidak memilih kucing dalan karung”.

 

Bagi masyarakat harus bersiap diri dan belajar menerima perbedaan  pendapat dan pilihan sebagai sebuah ikhtiar politik, karena kita tidak pernah dapat memastikan  bahwa pilihan kita adalah yang terbaik. Kita hanya berharap dan berdo’a semoga Tuhan memberikan pemimpin terbaik bagi daerah ini, yang mau mengorbankan dirinya untuk daerah, tetap komitmen pada kebenaran dan kejujuran serta “bersahabat” dengan masyarakat.

 

Yang pasti Tanggungjawab utama kita, seluruh komponen masyarakat baik itu Paket Calon, dan Tim Suksesnya, Partai Politik serta Masyarakat adalah tetap menjaga Kebersamaan dan Stabilitas Keamanan Daerah yang kita cintai “Ende Sare Lio Pawe”.

 

************************************************************************************************************************

*) Penulis adalah Masyarakat Kabupaten Ende

 

 

 

 

3 thoughts on “DICARI.. PEMIMPIN BARU…!!

  1. Hasyim Ibrahim berkata:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb,
    Kami segenap keluarga Ende Se-Jabodetabek(DUKE) turut mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya bpk Pua Mochsen (mertua dari mas choiry) pada hari kamis tanggal 26 Juni 2008.
    Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan. Dan semoga almarhum bpk Pua Mochsen diterima disisi ALLAH SWT sesuai dengan amal & ibadah semasa hidupnya… Amin Ya Rabbal ‘Alamin…
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s