Sampah di Indonesia

 

Open Dumping

Abstraksi

Dalam kehidupan sehari-hari ….. manusia dan sampah tidak dapat dipisahkan. Manusia-lah yang menyebabkan adanya sampah….dengan berbagai kepentingannya, mulai dari urusan rumah tangga, kantor, pasar, maupun industri. Ironisnya, kebanyakan kita tidak mengakui bahkan tidak peduli terhadap apa yang telah kita sumbangkan pada lingkungan sekitar. Akhirnya, sampah tersebut benar-benar menjadi “sampah”, termasuk tempat sampah yang menjadi “sampah”, memang TPA lebih cocok sebagai “Tempat Pembuangan Akhir” daripada diinterpretasikan sebagai ……. “Tempat Pengolahan Akhir” sampah.

Persampahan merupakan isu penting di lingkungan perkotaan yang terus menerus dihadapi sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk dan peningkatan aktivitas pembangunan. Peningkatan volume sampah yang bersifat eksponensial sekarang ini memang belum dibarengi dengan peningkatan aktifitas pemeliharaan lingkungan.

Diakui bahwa peningkatan eksponensial volume sampah masih diwacanakan sebatas bagaimana meningkatkan PAD Pemerintah Daerah dari retribusinya. Perkembangan populasi sampah akibat tuntutan tambahan kebutuhan hidup manusia bila tidak dibarengi kebijakan pengelolaan sampah yang baik sedini mungkin, cenderung akan mengancam kerusakan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang ada, yang ditandai dengan adanya perubahan fenomena alam atau kerusakan fisik lingkungan yang pada gilirannya menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem dan mengancam kelangsungan hidup manusia itu sendiri.

Pada kota-kota di Indonesia, persoalan sampah sekarang ini menjadi isyu penting bahkan menjadi fenomena sosial, mengapa ? karena begitu banyak PR sampah yang sesegera mungkin harus ditangani. Belajar dari kasus Bantar Gebang, Bojong, Leuwigajah dan beberapa kota lainnya, terindikasikan bahwa sampah yang tidak dikelola/ditangani dengan baik menjadi penyebab terjadinya pencemaran air, tanah, udara dan bahkan sampai timbul kerawanan sosial di tengah masyarakat.

Orang sakit

Niihh..bos…uang banyak, tapi kalo penyakitan…nggak ada gunanya…

Kemampuan Pemerintah Daerah dalam menangani sampah masih sangat terbatas. Secara Nasional, dari tahun 2000 sampai 2005, tingkat pelayanan baru mencapai 40 % dari volume sampah yang dihasilkan. Pertambahan penduduk yang disertai dengan tingginya arus urbanisasi ke perkotaan juga menyebabkan semakin tingginya volume sampah yang harus dikelola setiap hari. Hal tersebut bertambah sulit karena semakin besar beban yang harus ditangani.

Kota Ende dan Kota di Indonesia sebagai kota yang sedang membangun perlu memikirkan usaha penanganannya. Dengan pertumbuhan penduduk dan percepatan pembangunan sekarang ini, sangat memungkinkan terjadinya lonjakan limbah buangan rumah tangga, industri dllnya. Mampukah kita tangani secara instan bila persoalan itu akan muncul tiba-tiba ? Mampukah alam ini menjaga keseimbangan populasi sampah manusia ?

Untuk itulah bahwa, setiap kegiatan/aktifitas yang dilakukan di suatu lokasi atau lingkungan yang akan berdampak pada alam fisik maupun terhadap kehidupan manusia serta berbagai sumber daya di sekitarnya baik sumber daya alam, sumber daya buatan perlu diteliti dan dikaji agar dapat diketahui perkembangan/perubahannya secara dini dan dapat segera dilakukan upaya pengendalian, pengawasan, penanggulangan, bahkan pemulihan kembali lingkungan alam fisik.

 

5 thoughts on “Sampah di Indonesia

  1. tuk berkata:

    salam kenal mas.sy mohon ijin untuk mengutip artikel ini untuk buletin lingkungan komunitas kami.terimakasih atas perhatiannya.salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s