” Ruang Rindu ” buat Sahabatku

Tidak terasa, malam ini diluar sana, udara begitu dingin. Alunan lagu Ruang Rindu karya Letto menggema syahdu mengakhiri sela-sela kesibukan acara penutupan nikahnya sahabatku. Lagu terakhir yang kudendangkan bersama pasanganku ini mungkin menjadi oleh-oleh buat hari bahagianya.

Sambil kutatap ia di pelaminan, dari kejauhan, kulihat sahabatku terisak menahan haru, seakan tak kuasa menahan tangis kebahagiaannya.  ….Sahabatku, hanya inilah yang kuberi buatmu dengan segala keluguan suaraku. Khusus buatmu…..”.

Dialah ITO, sahabat yang kukenal sejak 15 tahun yang lalu. Sahabat yang menemani suka duka bersama tuk kami mencari jati diri. Hari ini, ia telah mendapat pasangan hidupnya, seorang wanita baik-baik yang telah lama ia cintai. Aku bersyukur, bahwa dalam penantian dan pencarian kami sebagai sahabat sejati, hari itu pula kami harus mencari kesejatian baru itu untuk mencari kebahagian masing-masing bersama pasangan.

Pasangan Vs Sahabat

Gerda08

Dikala menjadi Sahabat…tampak berfoto bersama di Puncak Pegunung PUI – Ende

Saya jadi berfikir, apa bedanya antara sahabat dan pasangan. “…… Bukankah ia sama-sama adalah “yang dicintai?”. Bukankah ia jugalah yang menjadi tempat curhat dikala duka dan tempat senda-gurau dikala suka ? koq saya sekarang yang merasa “sangat” kehilangan seorang sahabat…ketika kesejatian itu harus terbagi kepada pasangan !?  

Tidaaak…tidaaakk…sahabat tetap sahabat, pasangan tetap pasangan. Ada hal-hal yang harus dibatasi dan dihormati antara keduanya. Bukankah kita mendapat seorang pasangan dari sebuah persahabatan dan bukankah juga kita mendapat sahabat dari sebuah pasangan ?

“….. Saya kasih contoh nih….Saya punya teman tadi namanya ITO, dari sebuah persahabatan, kami buat organisasi pencinta alam ende. Yaaahh…sekedar tempat nongkrong dan beraktifitas dikala pengen refreshing. Naaaahh…pada saat yang bersamaan….ketika organisasi kami ini jalan setahun…. si ITO kecantol sama cewek yang baru daftar. Namanya anggota baru dan cantik, jelas perasaan itu mulai bersemi dan berbunga-bunga. Apalagi kenalannya di pantai….Inilah gunanya jadi Sahabat supaya dapat Pasangan…..”

Gerda02

Kenangan Aktivitas Pencinta Alam Ende

Ruang Rindu buat sahabat

Lantas, bagaimana cara saya menjaga persahabatan ini tetap terjaga. Atau bahkan tidak menghilang begitu saja setelah sekian lama usaha yang kami perjuangkan untuk menjadi sahabat ? Mungkin jawaban saya untuk sementara ini hanya satu, saya harus bisa membuat “ruang sendiri” dalam hidup saya untuk saya tempatkan “sahabat”.

Ia tidak dapat diganggu-gugat oleh siapapun, dimanapun dan bahkan oleh pasangannya sekalipun. Ada hal dan momentum tertentu, dimana kami harus bertemu sesekali waktu untuk mengenang kembali kisah hidup kami dalam mencari kesejatian diri. Yaaa…ada ruang untuk sahabat dan ada ruang untuk pasangan hidup……

Foto(071)

 Selamat Berbahagia dihari pernikahanmu, KAWAN…… Sabtu, 05 Agustus 2007. Semoga kita tetap menjadi Sahabat Sejati Sampai Akhir Hayat Kita

2 thoughts on “” Ruang Rindu ” buat Sahabatku

  1. kakak tua :p berkata:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.!!
    Kakak… blognya inih akan saya ulas/cerita di blog saya nanti hehehe… btw saya udah gak lagi di wordpress, kadang suseh diakses! Balik lagi ke blogspot alias web/blog yang berwarna orange itu heheheh.. terim kasih ya kak!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s