….sepotong roti busuk dr SY (01)

KOMODITI AKIBAT NUSA DAMAI

 ato mrk cm skedar mewacanakannya sj agar anggaran yg mrk diskusikan itu dpt mrk jadikan komoditas kantong sendiri?

 sy pny ide untuk bangkai kapal seperti itu..cm butuh 10 buah DALMIT, dibuat 2 ikat, 1 ikat di buritan kapal satu lg di dpn kapal….tingggal…….BOOOOOOOOOOOOOOM alias BHEEEEKAAAAA n selesai masalahahnya.

tinggal tempelin berita2 di madura n jawa agar bangkai kapal dapat mrk bersihkan…sy bisa jamin itu tidak perlu waktu 2 tahun n anggaran yg miliaran.

dermaganya dimajukan lagi sampe melewati bangkai kapalnya

 Tolong bang roy…Topikkan pemikiran2 sy yg wajar n baik lagi …:” KENAPA PEMDA ENDE,KESENGSARAAN DAN KETERBATASAN BARANG KEBUTUHAN MASYARAKAT ENDE, KOK DIJADIKAN KOMODITI

 Inilah beberapa cuplikan kemarahanide dan tangisan seorang anak muda ende BAPITU/kilosatu boy, yang tak rela pelabuhan Ippi-nya disodori (bukan disodomi loh…) oleh sepotong roti busuk….

Sesuai permintaan BAPITU/kilosatu boy, saya akan mencoba menguraikan secuil kisah TENGGELAMNYA sebuah kapal di Pelabuhan Ippi Ende.

…………………………………………………………………………………………………………..

Siang itu, 12.30 WITA, saya diajak rekan kerja untuk ngeliat sejenak tentang ada apa kira-kira kapal yang tenggelam itu. Awalnya hanya kedengaran di telinga, Pikirku perahu motor saja. “….paling-paling, motor TS 128 milik nelayan” : timpalku biasa saja.

Akan tetapi, setelah beberapa hari khabar itu mencuat, rumor dan fakta masyarakat semakin menjadi-jadi. Kata mereka nih :” ….sampai-sampai yang ikut tenggelam ada belasan truk fuso, ratusan kilo bahan makanan dan bergudang-gudang barang rumah tangga !!!, bisa jadi hebat dong !!!” : Kaget aku sejenak. Malah jadi panas beritanya. 

Sudah 3 hari terdengar khabar tentang tenggelamnya sebuah kapal rhorho pengangkut barang yang sering hilir mudik Ende-Surabaya. KM NUSA DAMAI, itulah namanya, sudah beberapa bulan menjadi primadona angkutan laut yang paling effektif dan effisien untuk kelas kapal ekspedisi barang di Ende. Maklumlah, sudah irit biaya truk ekspedisi transportasi darat,  para sopirnya pun bisa bersantai meminum  secangkir kopi di kantin kapal, sambil melongok kebawah lantai kapal melihat truknya yang asyik berjejer.  Hmmmm…

Saya dan seorang rekan kerja kantor, akhirnya berinisiatif berangkat dengan mengendarai sepeda motor menyusuri jalan garuda, kemudian membelok ke Bhoanawa dan langsung menuju ke Pelabuhan Ippi Ende.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s