” KUNGFU ” di Bita Beach

Sore ini OOyi asyik jalan-jalan. Menyusuri jalan raya kota, setapak jalan lingkungan, membelok kekanan dan menuruni tembok kecil di Bita Beach, sebuah pantai di bagian timur. Kami memilih pantai ini, karena kemarin sudah mencoba gundukan pasir Pantai Ria dibagian selatan kota Ende.

Bita

Kemarin Senja di Pantai Ria………selatan kota Ende….

Edo, adik dan sahabat baik Ooyi, tadi siangnya menginformasikan bahwa Pantai Bita Beach sekarang sudah trend dikunjungi penduduk sekitar. Ada yang bertamasya bersama keluarganya. Sedikit cerita tentang Edo nih, memang kesukaannya untuk mengambil gambar dan video pemandangan alam untuk dikoleksi. Beberapa bulan yang lalu dialah yang berhasil membidik kemunculan “buaya” di Pantai Selatan Kota Ende, yang sempat menggemparkan masyarakat.

Edo

Edo dan pegunungan….

Sesampainya di Pasir Bita Beach…..

Dari kejauhan sudah terdengar suara gema sekelompok anak muda…meraung-raung..tegas…mantap…sontak !!! “…..Sepertinya ada aktivitas nih…” kilahku. Saya pun bergegas menyusuri pantai menuju ke keramaian itu. Cepetaaan..ada apa yaa….?? Rasa penasaran Ooyi pun muncul.

Foto(042)

Anak-anak muda KUNG-FU

Eiit !!! casss !!! hiyaa !!!! serentak bersama -sama. Suara itu..…makin terdengar jelas !!!. Waah….tanpa Ooyi ketahui selama ini, bahwa kota ENDE sudah punya aktivitas beladiri KUNG-FU. Waaah..hebaat. Dari namanya saja sudah keren. Bukankah KUNG-FU itu metode karate khusus ? seperti NINJA gitu lohh, atau taekwondo yang terkenal dengan tendangan kakinya.”….ahh…bingung, mendingan nonton saja”: Kilah Ooyi.

Beberapa gambar pun Ooyi ambil, sambil menapaki jejak-jejak gundukan pasir yang terasa berat. Maklumlah… aktifitas ini luar biasa buatnya, tidak seperti biasanya. Jalan-jalan sore di Pantai Bita Beach, Koq ketemu dengan perguruan silat. KUNG-FU lagi !!! cckk

Memang indah, sebuah pantai yang dikelilingi beberapa gunung: Gunung Meja dan ukit Mbu’u. Didepannya ada hamparan laut Ipi-Ende nan elok. “Bita Beach” itulah panggilannya, bita artinya air yang tergenang alias becek, sedangkan beach artinya pantai (orang Inggris juga tauuuu… ), yang kalo dipanjangin berarti sebuah pantai dimana doeloenya pernah ada danau atau kolam gitu loh..tapi kolam itu pada becek..kira-kira begitu lah cerita sejarahnya

P1010256

Perahu Nelayan di Bita Beach…..Mbu’u……dan Ngalupolo….di kejauhan

Naahh..dia ini…berada di kelurahan Mautapaga, di Kecamatan Ende Timur Kabupaten Ende. Waaahh…koq seperti pelajaran geografi saja. Pokoknya keren deh, perlu dikembangkan sebagai tempat wisata. Lokasinya cukup strategis, berada diujung bandar udara H. Hasan Aroeboesman. “…Bagi bapak atau ibu yang mau turun dengan pesawat di landasan di Ende tadi, naahh..disebelah kanan tuh ada pantai yang indaaaah sekali..”. Namanya “Bita Beach” tadi….ok ?

Kung-Fu dan Generasi Muda

Asyik jalan-jalan dan berfoto, ketemulah aku dengan bos-nya perguruan ini, sebut saja Pak Don, orangnya berkumis, kekar dan berwibawa. Dia ternyata guru SMA St. Petrus di Ende.”…perguruan KUNG-FU sudah punya anggota sekitar 200–an orang.” beliau menjawab pertanyaanku sambil menerima dan mengisap sebatang rokok yang tersisa 2 batang di saku. “…kalau begitu banyak sekali, Ka’e?!! kaget aku mendengar. Rekan-rekan, sebutan Ka’e itu akrab dipanggil untuk kakak atau seseorang yang lebih tua. Pokoknya mirip-mirip lah dengan panggilan seorang adik perguruan silat terhadap kakak ketiga-nya. Ceileee….sejak kapan ente masuk KUNG-FU ? pede segala lagi

Foto(043)

KUNG-FU……mencari jati diri dan Nelayan……mencari ikan.

Sebuah Potret tentang Seni “bertahan hidup”

Berikut percakapan kami..…

Ooyi : Ka’e, kalau 200 orang…..darimana saja asalnya ?

Pak Don : Yaa..dari berbagai tempat…pokoknya tersebar dibeberapa kelurahan. Ada yang dari kota ende, ada yang luar kota Ende seperti dari desa Wolotopo dan bahkan dari desa Ngalupolo. Semuanya anak muda…”

Ooyi : Waahh..hebat…positif nih…kegiatannya

Pak Don : Yaa..kira2 begitu lah. Kita hanya mencoba mengajak mereka untuk beraktifitas ke kegiatan yang baik, sebagai penyaluran minat. Kan ada manfaat ganda. Misalnya kalo seorang temannya berkelahi….jelas mereka bisa melerai. Bahkan perkelahian bisa diredam, kalo dikampung sebelah sana ada teman perguruannya juga. Kan secara tidak langsung meminimalisir perkelahian remaja.

Ooyi : ( Betul juga yaa…pikirku ).

Pak Don : Anggotanya ada yang adik-adik putri. Jumlahnya 5 orang. Naah…mereka diajarkan dasar-dasar seni beladiri Kung-Fu. Salah satu pelajarannya bahwa dalam meredam emosi, dekatkan diri kita dengan alam. Alam pun bisa jadi penyeimbang kestabilan diri

Ooyi : Betul….Pak…SETUJU !!! Alam adalah penyeimbang. Sekalian kita bisa ngolah pernapasan. Saya juga Pecinta Alam, koq. Organisasi saya namanya Gerakan Muda Pecinta Alam (GERDAPALA). Kami sering melakukan kegiatan-kegiatan di Alam.

Akhirnya pembicaran itupun semakin asyik, apalagi Pak Don menyinggung tentang alam yang juga minat dan hobby saya. Ngepass…lah.

Pertolongan KUNG-FU di Bita Beach

Saking asyiknya….tiba-tiba kami didatangi seorang murid Pak Don dengan membawa sebotol aqua . “…Guru, saya ada perlu penting…!!%^$ ” sambil terengah-engah. “….sekarang ini, ada seorang ibu mau melahirkan di Rumah Sakit …” anak itu menjelaskan sambil suaranya terbata-bata. “…..saya mohon bantuan GURU mau berdo’a untuk air yang dibotol aqua ini…..saya mau bawa secepatnya kesana…” pinta anak itu.

“…baiklah…,sekarang mana botolnya…saya do’akan…” Pak Don mengambil botol air itu dan langsung membaca beberapa kalimat do’a sesuai keyakinannya. ………hening……….. saya pun ikut menundukkan kepala dan mengangkat hati, berdo’a semoga sang Ibu itu dapat melahirkan anaknya dengan selamat.

Foto(045)

Pak Don (berbaju biru) dengan 2 muridnya……sambil mempersiapkan do’a

“…Ini…dia, kamu bawa sekarang juga !!!…” perintah Pak Don. Anak itu kemudian bangun dan pamit ijin untuk langsung mengantar sebotol air aqua itu bagi sang Ibu.

Terimakasih…KUNG-FU…. Thanks for Bita Beach…

Matahari mendekati senja, kilauan cahayanya redup pulang beristirahat. Lelah seharian bekerja dan ingin kembali ke peraduan. Saya pun pamit pada Pak Don, Kung-Fu, semangat generasi muda dan Bita Beach sambil meninggalkan cerita tentang keindahannya, tentang semangat seorang guru serta kasih sayang dan pertolongan. Intinya adalah, di Bita Beach ini ternyata masih kutemukan kasih sayang TUHAN.

Foto(044)

Hiyaaaa !!!!!!!

Terimakasih…KUNG-FU…. Thanks for Bita Beach….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s