Koq…POLIGAMI DIRIBUTIN, BLBI DILUPAKAN ???

Asyik juga sih…baca cerita teman-teman di komunitas WORDPRESS. Bahas isyu seputar AA dan YZ (nggak enak nihhh…sebutin namanya). Lagian juga statusnya masih “tersangka” bagi komunitas Cyber, tapi sudah jadi “terdakwa” lho buat AA dan YZ, berhubung sudah “ngelakoni” sihhh🙂

Kalau Indonesia kita udah kenal “PABRIK”nya masalah. Karena disitu sih “buat” masalah, kemudian “produksi” masalah, lantas “memasarkan” masalah. Lama-lama negeri kita jadi “investor” masalah.

Bicara tentang BLBI (Bantuan Liquiditas Bank Indonesia) total dananya (kalau tidak keliru nih) Rp. 58,109 Trilyun !!!!😦. yang telah dikucurkan kepada 48 Obliger dengan berbagai persyaratannya kelulusannya. Tentunya pengucuran itu karena Obliger dinilai kooperatif dan punya visi manajemen bisnis kedepan (biasanya kata ini dipakai jadi senjata untuk ngajukan proposal bantuan dana).

Waktu makin berganti, kian lama Obliger-obligger itu nggak jelas juntrungannya, pasalnya berbagai persoalan kian menghantui prospek perkembangan ekonomi Indonesia. Wong dananya besar sih. Apalagi ditemui dalam beberapa kasus bahwa Obliger mengalami fenomena “Syndrom Gagal Bayar”. Artinya ada euforia dikalangan para Obliger untuk memenuhi limit penetapan waktu pembayaran.

Hutang BLBI…Kejahatan ???

Akhirnya pertanyaan diatas menggelitik benak kita untuk bicara juga. Beberapa pokok masalah yang ditelusuri menjadi biang Kerok BLBI ini a.l :

  • 1. Kesepakatan Hutang

    Belum Tercapainya Kesepakatan Hutang yang dikenakan sehubungan dengan tenggang waktu kewajiban Obliger akhirnya membuat mereka seenaknya mengoperasikan bantuan dana tanpa memikirkan lagi bahwa “nilai balik” dari dana ini akan dipakai untuk bantuan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengusaha ekonomi lainnya. Ini akan berdampak negatif bagi perkembangan dunia usaha, karena cenderung mengalami pola pergerakan yang stagnan dan statis. Artinya modal itu tidak dapat di-Rolling lagi untuk pergerakan dinamisasi usaha yang lain.

  • 2. Lido Lending Limit

    Kalau yang ini, bahasanya sama dengan NEPOTISME. Hanya saja…beda bidang studi. Yang satu di kuliah di Ekonomi, yang satu di Politik. Kadangkala kredit ini, oleh para Obliger dipakai untuk grup-nya sendiri. Menjadi sebuah kebiasaan bahwa anak perusahaan-anak perusahaan harus didahulukan. Tidak peduli statusnya jelas atau tidak. Yang penting kalo bantuan cair, buat aja perusahaan fiktif…selesai. Lengkaplah problem Bank Indonesia sebagai “OWNER” modal. Jadi “sales” barang sekaligus “tukang tagih” hutang. Abang Bank Indonesia, nggak ada gunanya ngawasi pergerakan bantuan itu. Wong…kantor mereka saja nggak ada….apalagi penghuninya-nya.

  • 3. Darmawisata yuk…ke Luar Negeri

    Bagaimana mau bayar…kalo yang ngutang ada di Luar Negeri. Kita orang komunitas pada ngeributin BLBI. Turis yang inisialnya EP,HAR,dkk(dan kambing kecilnya) asyik jalan-jalan di PLAZA singapura, china, swiss, dan banyak tempat. Maaf, kalo inisial terakhir terpaksa saya bocorkan. Lama-lama semua dana lari ke Luar Negeri. Lantas, kita nyimpan apa ??? beras…wong yang satu ini status-nya impor koq. Massa…harus buka BANK INDONESIA di Swiss ??? dimana harga diri kebangsaan kita, kalau dipermainkan sama turis-turis /:

  • Koordinasi…Dong !!!

    Saya misahkan jadi 3 sub kata KOOR – DINAS – I : KOOR yang artinya “Nyanyi” bersama oleh DINAS yaitu Lembaga-lembaga yang memiliki kewenangan untuk itu seperti : keuangan, DPR, kejaksaan, Pengadilan, MA, KPK, dan temen-temennya untuk I– KAT mereka. Para penunggak itu. Masukin ke “penjara”. Kalau perlu “hukuman mati”. Jangan hanya karena “kepentingan” kelompok, persoalan ini didiamin. Koq bisa-bisanya si YZ ngalihkan perhatian kita…Komunitas Cyber. Hebat kan !!!.

    Bila lembaga-lembaga itu sudah tidak sanggup lagi berbuat. Saya usul Bank Indonesia ngundang aja “komunitas Cyber” dan Pers untuk ISTIGHOSAH -kan mereka, biar tau rasa !!!!

    Posted in: Tak Berkategori

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s