RASYA

Kamu bukan gadis “DINI HARI”
Inilah kali pertama buat TIO datang ke diskotik….cukup kaget sih…soalnya teman-temannya ngajak dia ke Café. Bayangan dia….datang…duduk…lalu nyanyi…sambil merokok. Benar…serius…soalnya TIO dibilang paling kaku….ketika perempuan-perempuan muda berpakaian hitam nan seksi itu menyambingi pasangannya masing-masing.

Bos Edi…memang benar-benar pengen memberi layanan ALL OUT bagi tamunya. Soalnya dia pengen ngucapin terima kasih ama rekan kerjanya TIO (bos-nya kali…) karena sudah dapat orderan 5 proyek. “Ayolah bos…tidak usah malu-malu…” Kata Bos Edi sama Bos-nya TIO. “…kalo di kantor punya sekretaris, disini sekretarisnya lebih seksi..” Sambil menarik bahu rekan bisnisnya.

Duduk punya duduk, ehh..ternyata si TIO ini nggak kebagian. Apes bin apes. Rekannya dapat pasangan, malah dia yang nggak nongol pasangannya. Yaa…rugi juga sihh,nggak ada teman ngobrol. “Cuek saaaja..wong saya datang untuk nyayi, koq” Kilahnya. “..lagian kalo cewek seksi yang datang…malu dong ketahuan teman-teman kalo ternyata saya orangnya cepat kejang..” hi…hi….hi….guman dia dalam hati.

Bukan..hanya…
Sekedar penghibur..
Rindumu…
oh..sayang….

Bukan pula…
Sekedar pelepas….
Rindumu…
Oh…sayang

Sakit..hati….
Kau buat begitu…..

TANYA…gadis paling seksi diantara mereka mencoba membuka kebekuan tamu-tamu malam itu. Asyiik…suaranya mendayu sambil menuangkan bir yang telah dipesan untuk mereka. Yang lain pun pada tuangkan gelas untuk pasangannya masing-masing.

“…Sama-sama dong…mas….” Ajak gadis itu kepada tamu-tamunya

Kau datang dan pergi
Sesuka hatimu….
Ooo…sakitnya…hati
Bencinya hati…
Padamu….

Kau pergi dan datang
Sesuka…hatimu…
Oooh kejamnya…
Kejamnya dikau….
Padaaku……

Sambil mengelus-ngelus tamunya-tamunya……

Sakitnya….!!
Hati ini..iii….
Namun…
Aku riinduu…..

Bencinya….!!
Hati ini..iii
Tapi…
Aku riinduu…..

Tepuk tangan dan ceria melanda suasana malam itu. Apalagi si TANYA spontan naik diatas meja bir bergoyang bak penari “Streaptise”. Waoow….seksi bin ampuh memang senjata cewek-cewek penakluk untuk merayu tamunya. Bermodalkan wajah imut dengan lipstick merah delima, dalam sekejap….bos-bos udah menengguk 2 gelas bir J

TIO pun asyik dalam siraman malam. Mereka pun bergantian nyanyikan lagu-lagu kesukaannya. Ada yang lagu tahun 70-an, ada yang era 80-an. Ada yang barat Sweet memories. Bahkan BOS Edi pun ikut nimbrung dengan lagu kesukaanya yang pernah dinyayiin Ahmad Albar dan Ikang Fawzi. Dalam sekejap suasana riuh-renyah gelak tawa memecah gubuk kecil tempat mereka menghabiskan malam.

5 menit…setengah jam…waktu tak terasa. Sambil meneguk sekaleng coca-cola, TIO (nama pura-pura yang dia pakai, sewaktu berkunjung ke diskotik)….didatangi gadis RASYA. Malam itu suara lagu agak sendu, lantaran suasana keremangan malam agak melelahkan. RASYA…yaa…tampilan pertama buat TIO…..sedikit gemuk,…kalau dibilang bukan type-nya lah..soalnya TIO memang terobsesi dengan perempuan yang STINGKY….Sedikit TINGgi dan fungKY . Hmm…macam mana pula kau….TIO…

Perkenalan mereka berdua memang basa-basi. TIO kenalkan dirinya, RASYA kenalan balik. Lantas RASYA menawarkan untuk dansa. “…Aduuhh..makasih…SYA, aku tidak bisa dansa..” ucap TIO polos. “Goblok benar aku ini!!!!, pake ngaku segala “guman, TIO. Namun RASYA pun memaksa dia untuk beranjak dansa. “….Mas…ndak apa-apa…pokoknya kaki nggak bergerak koq…diam ditempat aja…yuk…” RASYA meyakinkan TIO sambil langsung menarik tangannya beranjak menuju ke hall ruang tengah.

Mereka berdua pun akhirnya larut dalam lagu. Apalagi lagu dansa khusus dibawakan trio sahabat TIO yang spesialis penyayi jazz di kampung. Panggil aja…rekan BRUR, rekan MALON and Sayibi FALCON. Mereka emang sahabat dekat TIO sejak kecil. Soalnya kecocokan mereka sebagai sayibi bukan karena kebetulan saling nemu di jalan, tapi sama-sama berkarakter pria romantis (alias Rokok Makan Gratis) dalam hal pacaran sama cewek. Namanya juga nebeng kan. Tapi mereka bukan cowok matre lho… J

Kaki kanan TIO memang nggak bisa bergerak,….kaku. Maklumlah….wong baru kali ini dia dansa !! Eehhh….tangan kiri yang megang tangannya si RASYA malah ikutan kaku . “….Lho..bisa berabe nih ….” Berkerut TIO. Untung si RASYA gadis yang berpengalaman. Cepat-cepat dia merapatkan tubuhnya ke TIO, sambil melihat mesra si TIO. “Gimana, Bang…asyik kan kalau dansa ama RASYA ? ” Dia bertanya manja. “Hmmm…hebat kamu SYA…” senyum TIO kagum pada pasangan dansa yang menyelamatkannya. “Kalau tidak…aku bisa jadi patung…Nii ”malu-malu TIO berkata dalam hati. Suasana pun larut dalam kemesraan sampai lagu itu berakhir.

Mereka pun kembali duduk. Disitulah awal bagi TIO mulai membuka pembicaraan. Sergap dia “Dari pada sekedar lagu…mendingan ngobrol aja sama si RASYA. Kayaknya asyik nih…si RASYA kalo jadi teman bicara. “…SYA…kamu udah lama disini..?. TIO memulai topik dengan sendu. “Aaaa ??….nggak denger, Mas…suara musik kebesaran…” Bingung si RASYA-nya. “…Budeg..juga nii..cewek…” Kesal TIO. “…Orang lagi serius..malah dia nggak dengar ?”. “Kamu pernah pacaran,nggaaaak??!!” TIO ganti topik sambil keraskan volume suaranya. Emangnya mik speaker, TIO….pake ngerasin suara. Malam itu memang benar-benar gaduh. Apalagi trio kwek-kwek temannya TIO teriak-teriak kalo lagi pas reff lagu…ha…ha….ha…..

TIO pun akhirnya cuek….soalnya diajak ngobrol, malah si RASYA goyang-goyang kepala. “Malas ah…mendingan lanjutin lagu aaja” Cuek TIO. Dia pun nyanyi barengan sahabat-sahabatnya…..

“Bang….Aku pernah 8 tahun pacaran…” RASYA menyahut. TIO terkejut dan diam sejenak sambil menoleh si RASYA. “Kami putus, tanpa kabar…hmmm” katanya sambil duduk menyandar di sofa. TIO pun terpaku dan RASYA bercerita lagi. “Kemudian….aku pacaran lagi selama 4 tahun dengan pria lain. Memang berat sih…apalagi kedua orang tua kami sudah sama-sama saling kenal dan akrab. Kami sudah tunangan,Bang. Aku dari Jakarta sedangkan,Mas-ku asalnya Bandung”,/i> Desah RASYA, sambil menghela napasnya. “Cintaku yang pertama membuat aku ingin lari dari semua-nya….” RASYA terpaku sambil kedua tangannya merapatkan ujung lututnya. TIO pun ikut bersandar, melepas suasana ceria bersama rekan-rekan dan asyik mendengar RASYA. “Pacaranmu lama banget!!”. Kaget TIO sambil menyambung cerita. Bagi TIO sih, kerasa juga…wong dia juga pacaran 7 tahun saja cukup lama dan melelahkan. “Kamu pasti sedih” Hibur TIO menghindari kesedihan si RASYA. “Ngapain sedih,bang. Aku berusaha tegar…..ketika pacaran kedua kalinya. Pada saat itu pula aku berusaha untuk sabar dan menjaga betul kesetiaanku. Aku takut ditinggal lagi…” matanya berkaca. TIO menghela napas. Tidak bicara. “Mas….ketika akhir cinta kedua …..RASYA mulai tegar dan hadapi ini apa adanya. Yang RASYA inginkan adalah kepastian. Kalau ada yang suka… mendingan langsung kawin aja…” sambil menoleh si TIO. Eeehhh…malah si TIO-nya yang kaget. Lagian, habis cerita-cerita barusan ini, si RASYA malah pamit sebentar ke kamar mandi.

“Hmmm…..TIO…TIO, malah kamu yang kaget,.. takut yaa…kalo RASYA ajak kawin. Atau kaget yaa…lagi asyik bicara…Ini anak malah ke kamar mandi…!! Sialan !!!” Senyum TIO tak percaya kejadian barusan.

“RASYA….ternyata kamu gadis yang baik” guman TIO dalam hati. “RASYA…. Kamu memang dewasa, tapi kasihan. Kamu wanita yang tidak tau akan jalan hidupmu kedepan…., kasihan…” Nerawang TIO memandang RASYA yang menuju kamar mandi….di kejauhan.

Bengong si TIO cukup lama. Sampai akhirnya dikagetkan lagi si RASYA yang tiba-tiba nongol sepulangnya dari toilet. “Ayoo, ngrokok….Bang.” ajak RASYA. Sambil menghidupkan pemantik korek api di sebatang rokok sampoerna putih yang dia selipkan ke bibir TIO. Dia pun ngerokok juga. Udah berapa batang dan berapa gelas bir yang sudah RASYA teguk. Hampir 2 botol si TIO menghitungnya.

Ouwoo..Carmila……
Ouwoo..Carmila……

Si BRUR melepas kebisuan tamu-tamu malam itu dengan membawakan karaoke hits Farid Harja. Akhirnya semua pun bergoyang. Bagi TIO…..si BRUR pilihan lagunya tepat. Lagu ini banyak bercerita tentang seorang Carmila muda yang jatuh cinta pada pandangan pertama. Bagi TIO, lagu ini sama seperti cerita si RASYA yang hanya merasakan jatuh cinta sebenarnya pada kekasihnya yang pertama. Cinta kedua sudah tidak berarti lagi di hatinya. Hanya penghibur semata.

Malam itu pun semakin larut. Saatnya Bos, TIO dan rekan-rekan pamit pulang pada Bos Edi dan gadis-gadis itu. Salaman antar mereka begitu indahnya. TIO pun pamit pada RASYA. “…..SYA, jaga diri kamu baik-baik, jangan kebanyakan minum….kamu masih punya masa depan…” TIO mulai beranjak. Tiba-tiba RASYA menarik lengan TIO. Sebuah ciuman hangat mendarat di pipi TIO. “…Bang, makasih untuk malam ini” RASYA berujar hangat. Tangan mereka perlahan pasti terlepas sampai ujung jari. Selamat Malam. RASYA.

Dalam perjalanan pulang, TIO terkenang RASYA. “Mungkinkah tadi RASYA telah jatuh cinta ?? Tanya TIO pada BRUR sahabatnya. BRUR senyum-senyum saja tanda mengerti dan berujar : “RASYA…memang jatuh cinta sama kamu…TIO”.
“Hmmmm….” TIO menghela napas yang panjang mengenang pertemuannya dengan RASYA. “RASYA…..bia kulihat ketegaranmu….kamu bukan gadis DINI HARI dan kulihat perjalanan hidupmu…kamu bukan gadis malam seperti gadis DINI HARI”.
Selamat Malam. RASYA.

Ooyi Cerpen “in medio ’06”

Posted in: Tak Berkategori

One thought on “RASYA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s