Konservasi Lingkungan di Kabupaten Ende

Pengantar
Bicara tentang kata “KONSERVASI” berarti bicara tentang arti kata “pemulihan”. Dalam kajian sebab dan akibat pemulihan berarti melakukan sebuah aktivitas pasca setelah munculnya sebuah dampak akan aktivitas tersebut.
Kabupaten Ende sebagai Kabupaten yang sedang membangun tentunya memiliki beragam aktivitas fisik baik itu dalam persoalan pembangunan prasarana maupun sarana. Dalam analisis matriks dampak, besarnya wilayah persebaran dampak dapat diukur berdasarkann sejauh mana aktivitas dimaksud menimbulkan perubahan, baik itu perubahan lingkungan sosial masyarakat maupun perubahan lingkungan.
Menilik daerah Kampung Rate, kelurahan Paupanda, kecamatan Ende Selatan bahwa sekitar tahun 1980 kawasan pesisir membentang selebar 100 meter. Diukur dari garis tepi pantai (bibir pantai) dengan keanekaragaman hayati laut maupun kehidupan komunitas masyarakat pesisr nelayan lengkap dengan prasarana dan sarana penghubung (jalan dll).
Jeda waktu antara 1980 – 2000, kawasan pesisir ini telah berkurang selebar 80 meter dan tersisa 20 meter. Menyisakan bangunan-bangunan rumah penduduk yang masih bertahan, karena sebagian penduduk yang tinggal di kawasan 80 meter itu telah beralih tempat mengungsi ketempat yang lebih tinggi.
Lantas….apa penyebabnya ?
Melalui wawancara dan pengukuran rona lingkungan oleh GERDAPALA, didapatkan kesimpulan bahwa kawasan tersebut telah terkikis oleh abrasi gelombang laut yang datang dari arah selatan. Gelombang laut ini tidak tertahankan akibat ulah sebagian masyarakat yang meng”eksploitasi” batu-batu pantai untuk dijadikan material bangunan untuk dijual ke kota.
Sungguh sangat disayangkan, ketika pembangunan berjalan dengan sukses ternyata membawa dampak negatif terhadap keseimbangan alam. Lantas kalau keseimbangan alam ini tidak terjaga, siapa juga yang rugi dan merasakan dampaknya langsung. Ternyata…..masyarakat jugalah yang kembali merasakan akibatnya.
Ini hanyalah sedikit kasus dari beragam kasus pembangunan fisik terhadap dampak ketidakseimbangan alam. Banyak hal yang harus diangkat dan diingatkan kepada semua STAKE HOLDERS untuk mari peduli terhadap alam.
Bagaimana caranya ?
Upaya-upaya pelestarian harus dilakukan dalam wacana membangun kembali lingkungan fisik alam. Metode yang paling tepat adalah KONSERVASI. Karena dengan konservasi ada unsur sustainable (berkelanjutan). Semisal bahwa batu karang yang telah hilang/punah yang notabene sebagai tembok penahan alami pantai yang nelindungi permukiman penduduk tidak bisa dikembalikan habitatnya dalam tempo 1 atau 2 tahun saja. tetapi butuh waktu panjang dan ketelatenan.
Oleh karena itu, mari kita mengajak kepada semua pihak, bahwa didalam penyusunan rencana kegiatan fisik prasarana maupun sarana hendaknya dimasukan item pekerjaan/kegiatan KONSERVASI LINGKUNGAN. Real-nya adalah bisa dalam bentuk pennaman pohon waru sepanjang pantai ataupun sosialisasi tentang kesadaran akan pelestarian alam kepada masyarakat.
Pemuda dan konservasi
Butuh tenaga-tenaga muda yang bersemangat sebagai penggerak kegiatan lingkungan. Bahwa seluruh stake holders sudah dapat memikirkan upaya pembinaan tentang lingkungan di sekolah-sekolah dan organisasi pelaksana pembangunan. Kalau bukan generasi muda, siapa lagi yang mampu menjaga alam dan lingkungan ini khususnya di Kabupaten Ende tercinta….dari kepunahan……?

2 thoughts on “Konservasi Lingkungan di Kabupaten Ende

  1. muhammad afrizal berkata:

    bang. saya orang ende yang sudah cukup lama tinggal di jawa sangat bangga dengan kepedulian abang terhadap lingkungan, kami di bogor juga telah menjalankan berbagai program tentang kepedulian terhadap lingkungan seperti penghijauann kembali kawasan puncak dengan program one car one tree dan masih banyak lagi. terima kasih bang, salam kenal muhammad afrizal

    • ooyi berkata:

      Makasih afrizal, ini comment pertama di tulisan tentang pelestarian lingkungan di Kab Ende. Saya salut dengan program kalian program one car one tree. Semoga bs bermanfaat utk Ende suatu saat nanti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s