Budaya Menulis seorang BLOGGER
Entah apa yang ada dipikiran saya, ketika melihat banyak blogger pemula sedikit sekali meng-update blognya dengan tulisan-tulisan baru. Saya jadi bertanya dalam hati, apakah menjadi seorang “blogger” itu suatu panggilan jiwa, ataukah sekedar berbangga-bangga bahwa dia seorang interneter ?
Hmm….mari kita lihat persoalannya 
Pertama, kemungkinan besar adalah kendala waktu dan biaya
Sering sekali saya bertemu dengan kawan mengatakan “maap sobat, aku masih sibuk nih” atau “aku ada janjian” atau “aku ada………”. Pokoknya tidak ada yang tidak sibuk dalam hidupnya. Saya jadi bertanya, kalau sibuk sih semua orang sibuk, tapi kalau alasan sibuk terus, sampai KIAMAT tidak akan habis. Lantas, kapan santainya…bro…
Cobalah biasakan untuk mengisi sedikit waktu Anda untuk untuk menulis. Siapa tahu IDE itu bisa bermanfaat. Kadangkala orang seringkali butuh “pengakuan” atau “jati diri” dengan berkoar-koar antar sesama temannya.
Kalau jadi orator, semua orang sih bisa. Bukankah lebih baik kalau jadi orator dalam tulisan? Soalnya menurut survey para ahli, bahwa pendengar atau teman Anda akan “bosan” atau “jenuh” jika Anda menjadi subjek pembicara dalam 5 menit. Saya yakin, setengah jam kemudian, dia akan pamit pulang karena bosan mendengar omelan Anda, apalagi tidak disuguhkan kopi buatnya 
Kedua, terputusnya antara ide dan tulisan
Tidak semua blogger pandai bicara juga pandai menulis. Ada banyak bakat yang menjadi prasyarat oleh seorang blogger untuk menelorkan imajinasinya. Ibarat pepatah mengatakan :
When I Hear I Forget ( Ketika saya MENDENGAR, maka saya akan LUPA )
teman-teman, orang kalau ngobrol….dengar saja….maka 1 jam kemudian pasti lupa.
When I See I Remember ( Ketika saya MELIHAT, maka saya akan INGAT )
Kalau lihat, mungkin 1 minggu bertahannya…..
but When I do I Understand ( Ketika saya MELAKUKAN, maka saya akan MENGERTI )
Kalau dilakukan, maka akan mengerti.
Kalau Anda adalah Blogger dengan inisial Pelajar, tentu saja senjata Anda adalah buku dan pena. Ingat khan, sama tentara. Senjata kawan-kawan tentara adalah Senapan dan Peluru. Gitu dong kalau mau berhasil.
. Kalau Anda adalah Blogger dengan inisial Karyawan, tentu saja senjata Anda adalah notes dan komputer. Kalau Anda adalah Blogger dengan inisial Bisnismen, tentu saja senjata Anda adalah kwitansi dan komputer.

Ketiga, kekurangan peralatan pendukung
Nah, faktor ini sih jelas dirasakan oleh semua orang. Bukan hanya blogger saja. Karena jelas bahwa peralatan butuh uang. Mana bisa beli kamera kalau tidak punya uang. Tapi cobalah kita pakai satu filosofi, bahwa segala sesuatu bisa dilakukan dengan menerapkan metode “Autoblackthrough” atau mencari segala sesuatu yang dibutuhkan dengan menggunakan kemampuan nalar sendiri.
Cobalah ciptakan inovasi dari informasi-informasi dan peluang yang berkembang di masyarakat. Kalau ada acara sunatan massal, apa salahnya jadi juru foto. Pinjam keq kamera sama teman dulu, olah gambar dan dibuatkan jadi foto nikah atau film pernikahan. Kalau ada peluang lagi, buka bilik kecil dekat sekolahan SMP adik Anda, terima pas foto dan cetak deh. Lama-kelamaan uang itu dikumpulin dan bisa beli kamera sendiri khan. Nah dari metode diatas, Anda sudah layak dapat “Blackinnovationawards” atau penghargaan atas jerih payah yang dilakukan dengan cara sendiri dan terus menerus untuk mendapatkan hasil maksimal 
Keempat, Koreksi Diri Sendiri
Saya yakin bahwa, ketika Anda melihat sesuatu, tidak peduli apakah itu menarik, menjengkelkan, sedih, gembira, unik dan seabrik pengamatan Anda. Yakinlah bahwa itu adalah hal yang patut untuk ditulis.
Berarti blogger bisa dong punya banyak tulisan dalam 1 hari? TEPAT SEKALI !!! blogger seharusnya punya arsip tulisan yang bisa dia temukan dalam kesehariannya.

Kalau tidak ada bagaimana? Cobalah mulai melihat problem dalam diri Anda. Minimal apa yang anda pikirkan tentang diri Anda. Mulai dari ngambek, putus dengan pacar, suka ngemil, beli bedak, main PS, nonton bola, tidak punya uang, hp kesayangan Anda hilang dan lainnya. Itu sih hal yang negatif….tetapi ada baiknya dimulai saja agar Anda bisa menemukan diri Anda sedini mungkin. Siapa tahu, kalau ada masalah dan dikoreksi sendiri, lama kelamaan Anda bisa melihat potensi diri yang positif yang bermanfaat untuk Anda khan
Ketahuilah bahwa, untuk membudayakan “positif thinking” harus terlebih dahulu melihat “negative self” dalam diri Anda dulu, sehingga kita berani mengatakan “kalau saya sudah bisa mengkritik orang lain, maka saya terlebih dahulu harus mengoreksi diri saya” tul nggak, teman-teman ? 
Kelima, Kritis terhadap keadaan sekitar

Alam dan kehidupan sosial telah memberi banyak gambar. Kenapa tidak dibidik dengan kamera hp Anda? bukankah cecak yang ada di pohon dan ikan di laut bisa ditulis? ataukah senandung bisu rumput-rumput yang bergoyang menjadi sumber inspirasi Anda? Hmmm…menarik khan ketika menyimak lagu di hp sambil bermain pasir di pantai? Silahkan saja membuat tulisan….




blog





























nggak bang coz, sekarang neters pada keranjingan dengn jaringan sosial jenis FB alias Muka Buku atau disebut dengan FACE BOOK…hahahah…., abang punya Face Book nggak???
coz space hosting jenis ini lebih interaktif di banding yg lainnya n jaringannya lebih flexsibel serta privatif…
ayoo-ayooogabung FB an juga,…tapi blog juga bagus sih…..!
wiyan wahyudin
25 Maret 2009