JIWA PENYAIR

Posted on 27 Februari 2009. Filed under: Naura's :) Home |

Jembatan-tua

Mengapa kau datang padaku,
aku kesunyian sejati rumahku alam semesta,
tulangku gua keheningan
halamanku padang ilalang,
pagarku pohon-pohon pinus
sumber airku terpatri di langit
 
Mengapa kau tinggalkan keramaian
untuk bermimpi di rumahku
kesunyian adalah kebisuan dan
kebisuan akan menelanmu
 
Demi apa kau menghampiriku
Pabila kepuasan menjadi pilihan,
mengapa tak berpuas diri
dengan wanita lacur dan
air anggur dapat membawamu bermimpi elok
Pabila kebenaran yang kau cari,
mengapa tak kau datangi
penyimpan segala rahasia bumi
Pabila rahasia yang ingin kau temukan,
sungguh aku tak memiliki rahasia
yang mereka kantongi
Pabila pelajaran yang ingin kau gali,
sesungguhnya tiada pelajaran yang
paling hebat dari
pelajaran bimbingan seorang Ibu
 
Jujurlah padaku sebelum terlalu lama
engkau tinggal di rumahku
kembalilah ke rumah asalmu
Aku bukan pemberi air pemuas,
aku tak memiliki sesuatu dengan sesuatu
aku tak menyembunyikan rahasia dan
aku bukan petuah
 
Rindukan saja aku dengan senang hati
kan datang menurut undangan pikiranmu
Namun kelamaan membuatmu,
jadi tak mampu mengenali dirimu sendiri
Dan aku tak mampu mengembalikanmu

******

Aef Sanusi

Make a Comment

Make a Comment: ( 1 so far )

blockquote and a tags work here.

One Response to “JIWA PENYAIR”

RSS Feed for Sahabat Alam dan Manusia Comments RSS Feed

Just passing by.Btw, your website have great content!

_________________________________
Making Money $150 An Hour


Where's The Comment Form?

    About

    blog anak muda pecinta alam ende flores ntt indonesia

    RSS

    Subscribe Via RSS

    • Subscribe with Bloglines
    • Add your feed to Newsburst from CNET News.com
    • Subscribe in Google Reader
    • Add to My Yahoo!
    • Subscribe in NewsGator Online
    • Komentar-komentar terakhir pada seluruh tulisan dalam RSS
    • Subscribe in Rojo

    Meta

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...