Seni Tenun Ikat Ende Lio

Pembuatan seni tenun ikat Ende Lio hanya dilakukan oleh para ibu/ gadis dari pesisir pantai selatan kabupaten Ende, sedangkan bagian tengah/ utara tidak mengerjakannya karena pore jaji, bila dilanggar akan terjadi bencana alam.Dalam perjanjian yaitu masyarakat pesisir selatan mengerjakan bahan tenun ikat, ditukar dengan bahan makanan yang dihasilkan oleh masyarakat bagian tengah dan utara Kabupaten Ende. Demikian pula bahan baku seperti kapas dan bahan pewarna dijual atau ditukar dengan bahan sawo engge pake pela nggubhu nggai.

  • a. Proses Kapas Menjadi Benang
    Proses awal biji kapas dibersihkan dengan alat Ola Ngeu, lalu dibersihkan dengan woÖ/ busur kecil. untuk menjadikan elo/ gulungan kapas yang siap dipintal/ nggoru menjadi benang dengan alat jata dan ladu. Benang yang telah dipintal digulung dengan alat meka untuk menjadi gulungan benang atau lelu meka, lalu digulung dengan ola woe menjadi benang untuk goä.

  • b. Pete tege/ ikat motif
    Gulungan benang ditalang pada alat Dao Goa untuk ——- dengan jumlah gami tertentu, sesuai dengan motif yang direncanakan. Bahan tenun ikat setelah Goa gami menjadi lembaran benang, dipindahkan pada Dao Meka untuk diikat motifnya dengan pucuk daun boro/ gebak; pucuk kelapa, tali rafia dll.Bagian-bagian tenun ikat yaitu:
    Vertikal:

  • One/ motif utama
  • Eko
  • Foko
  • Bue
  • Mettu
  • Mengge
  • Tekka

    Horisontal:

  • Upu
  • Teo Timbu
  • Lere
  • One/ singgi
  • Bharaka
  • Engo
  • Lombo

    Motif utama adalah merupakan nama dari jenis dan macamnyasarung lawo. Rawo, terdapat pada bagian tengah dan adapula terdapat pada setiap lembaran dari sarung. Motif penghias adalah motif yang mendampingi motif utama yang disebut singi atau geto/ geroMenurut jenis dan macamnya motif serta asal lokasi pembuatan tenun ikat Kabupaten Ende dapat kita bagikan menjadi 2 (dua) ethnik yaitu:

  • 1.Ethnik Ende:
    Rawo Nggaja Sanggetu – Rawo Nggaja Manu – Rawo Jara Nggaja – Rawo Jara – Rawo Pea – Rawo Soke Wunu Karara – Soke Bere Kaze – Rawo Rote – Rawo Mata – Rawo One Mesa – Rawo Rombo – Rawo Mangga/ Bhuja/ Ndala – Rawo Ngera/ gero dll

  • 2.Ethnik Lio :
    Lawo Nepa Mite/ Te’a – Lawo Pundi – Lawo Mogha – Lawo Kelimara – Lawo mata sinde – Lawo Koko Bheto – Lawo Luka – Lawo Gami teraesa – Lawo Gelo dll.

    Selain lawo/ rawo ada pula tenun ikat berbentuk selendang/ lembaran yaitu Semba – Senai – Lete – Sinde – lembaran kontemporer seperti ana deo, inepare dan bahan jadi lainnya.

    About these ads
  • 4 thoughts on “Seni Tenun Ikat Ende Lio”

    1. hallu..! saya pendatang baru di situs ini. saat ini saya sedang mencari data benda -benda seni budaya apa saja dari NTT, yang kira – kira harus di museumkan ? kebetulan saat ini saya sedang mendapat tugas dari Dosen untuk menddesain museum seni dan budaya NTT. Bisa minta bantuannya untuk memberikan saya data – data tesebut ??? saya kira situs ini lebih mengetahui banyak hal tentang NTT. Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih !!

      1. udah tahu semua tentang ende ya ? kalau mau informasi yang lebih jelas lagi,langsung saja kunjungin kota ende…ende benar-benar mampu orang-orang kagum dehhh

    2. orang ende kan ok…saya bangga sekali jadi orang ende…itu belum seberapa,masih banyak hasil karya seni dari tangan-tangan kreatif masyarakat ende..kalian bakan kagum sama ende,kalau kalian datang langsung ke ende

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s