Selamat Ulang Tahun buat GERDAPALA

Berfoto bersama saat pendakian ke Puncak Zeda Zamba
Tidak terasa nih….Gerakan Muda Pencinta Alam (GERDAPALA)-Ende, memasuki usianya yang ke-3. Sejak berdiri bulan desember tahun 2003, GERDAPALA memulai setapak demi setapak berjuang menata organisasinya dan berupaya mewujudkan cita-cita pelestarian alam lingkungan hidup di Kabupaten Ende.Suka-duka menyusuri jejak alam, tebing, gunung, lembah dan pantai seakan menyatu bersama semangat untuk tetap survive menjadi garda terdepan pelestarian alam.

Menuju ke Lembah Iya
Seiring dengan dinamika perjalanan kehidupannya, banyak tugas yang harus diselesaikan GERDAPALA dalam menghadapi tuntutan kerusakan alam. GERDAPALA sebagai bagian dari komunitas perubahan itu harus senantiasa beradaptasi dengan kemampuan dan sumber daya yang dimilikinya untuk mencoba mengingatkan kepada sesama hidup bahwa didalam memanfaatkan sumber-sumber daya alam tetap harus dijaga keseimbangannya.

Eksploitasi batu hijau penggajawa-Kec. NAngapanda oleh masyarakat telah “melubangi” permukaan pantai
Sebagai organisasi baru dan sukarela dikalangan pemuda dan masyarakat Kabupaten Ende, GERDAPALA mencoba melakukan pendekatan kerja-kerja nyata (riil) pelestarian alam. Memang di era sekarang ini, gerakan lingkungan mencoba untuk mulai berubah dari gerakan yang sebatas hanya jalan-jalan, kemah dan diklat kemudian menjadi gerakan kerja lingkungan. Dunia kepecintaalaman semakin marak dengan bermunculannya Lembaga dan pemuda yang sebagian besar merupakan hasil bentukan dari kesadaran untuk lebih peduli dengan alam.
Alam (lingkungan hidup) sebagai bagian dari habitat kehidupan yang telah banyak memberikan sumbangsih sumber daya-nya, harus dijaga dan dilestarikan.Tuntutan yang semakin besar dengan kerja-kerja rutinitas manusia ditandai kecenderungan eksploitasi yang berlebihan, tentunya berdampak pada terjadinya perubahan kondisi ketidakseimbangan pemanfaatan pemanfaatan lingkungan. Oleh karena itu perlu aksi. Lembaga-lembaga yang memang lebih berani untuk memulai melakukan advokasi lingkungan. Diantaranya WALHI maupun GreenPeace
GERDAPALA mencoba belajar…..
Menyimak dari beberapa kajian rekan Pencinta Alam Indonesia, beberapa hal yang dapat dipelajari GERDAPALA kedepan adalah :
I. Peran dan fungsi Kontrol Organisasi Pencinta Alam terhadap pengelolaan SDA:
Sebagai garis besarnya-Organisasi Pencinta Alam disini berperan sebagai mediator dan pendamping bagi masyarakat dalam hal persoalan-persoalan aktifitas pengelolaan sumber daya alam yang berdampak negatif bagi lingkungan.Fungsi-yang-dimaksud-di-sini-adalah-sebagai-:
II. Mekanisme-kontrol-Organisasi-Pencinta-Alam-terhadap-pengelolaan-SDA

Proyek MILYARAN hanya dapatkan bronjong yang rapuh. Tampak brojong di Sungai Wolowona yang sudah tidak layak lagi !!!
Ada dua sudut pandang, yaitu
eran Organisasi Pencinta Alam bagi masyarakat dan juga-bagi-pemerintah-selaku-pemegang-kebijakan.
A.Organisasi-Pencinta-Alam-sebagai-pendamping-dan-pengontrol-masyarakat-dapat-melakukan:
B.Organisasi-Pencinta-Alam-sebagai-mitra-pemerintah-:
III. Konsep kemitraan antara Organisasi Pencinta Alam dan Masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup.
Kalau kita cermati lagi sebenarnya langkah-langkah tersebut yang selama ini sudah dijalankan oleh rekan-rekan di organisasi pencinta alam, walaupun belum semuanya bisa dijalani, namun usaha-usaha dalam mewujudkan kelestarian lingkungan sebagian besar sudah menjadi konsep. Saat ini yang perlu ditingkatkan untuk melakukan upaya-upaya pelestarian lingkungan dengan adanya undang-undang baru tersebut adalah kita seharusnya bisa untuk masuk dalam dua elemen tersebut. Dalam elemen pemerintahan, kita bisa memberikan kontribusi/masukan dalam tataran pembuatan perundang-undangan maupun survey investigasi AMDAL yang menyangkut masalah lingkungan-hidup.
Dalam tataran teknis, ketika peraturan perundang-undangan tersebut sudah diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, organisasi Pencinta Alam bisa mengambil peran dalam mensosialisasikan peraturan tersebut. Pembodohan yang terjadi selama bercokolnya orde reformasi salah satunya adalah akibat kurang pahamnya masyarakat dengan hak-hak mereka yang ternyata sudah mendapat perlindungan.
GERDAPALA mencoba memulai…..
Memang sulit membangun kembali kearifan lingkungan pada masyarakat. Ketulusan alam yang telah memberi peluang kepada manusia untuk dinikmati Sumber Dayanya, justru dibayar pengkhianatan dengan eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran oleh pencari keuntungan. Lihat kasus yang diangkat GERDAPALA tentang Ekspolitasi Batu Hijau Penggajawa. Belum cukup itu saja, keserakahan juga memunculkan keinginan untuk menguasai dengan melakukan penebangan pohon. Semua itu akhirnya membuat alam dan lingkungan semakin tersingkir dari kehidupannya sendiri.
GERDAPALA, antara tantangan dan harapan…..
Ditengah berbagai persoalan lingkungan yang sedang dihadapi, ulang tahun GERDAPALA ke-3 adalah titik balik untuk kembali mengingatkan akan pentingnya nilai-nilai pelestarian. Akhir tahun ini, GERDAPALA melalui penerimaan dan pelantikan anggota barunya, mencoba untuk terjun langsung ke Daerah Aliran Sungai NANGABA-Kecamatan Ende.

Kekeringan di Sungai Nangaba-Kec. Ende
Hal ini bertujuan guna memperkenalkan kepada kader muda akan pentingnya keseimbangan pelestarian untuk mengantisipasi kerusakan alam.

Penerimaan Anggota Baru GERDAPALA Angkatan ke-4
Selain itu, banyak sudah kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan GERDAPALA a.l :
dan beberapa kegiatan lingkungan lainnya.
Memang…masih panjang perjuangan kedepan. GERDAPALA berharap dukungan moril dari rekan-rekan dimanapun berada agar alam dan lingkungan hidup kita tetap lestari. Kalau bukan kita, siapa lagi….Mari kita menjadi “Sahabat Alam dan Manusia”.

Stand Gerdapala sesaat sebelum Pameran Pembangunan Kab. Ende-2005
Layangkan dukungan anda.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang aktivitas GERDAPALA
HUBUNGI :




blog





























Selamat Ulang Tahun !
Saya salut sekali dengan usaha pemuda2 di Ende menjaga bumi Ende tetap asri.
Kecintaan kepada alam di Jepang, dikenalkan sejak TK, bahkan penanaman kembali hutan2 yang gundul karena bencana (tidak ada penebangan pohon liar di Jepang) dilakukan secara bersama antar civitas Universitas, sekolah, pemerintah dan masyarakat. Itu yg saya saksikan di prefektur Ehime.
Blog saya silahkan jika ingin dimasukkan ke blogroll anda.
Mohon ijin juga Blog-nya saya taruh di blogroll.
murniramli
29 Desember 2006
hebat, tapi ingat jangan berenti ditengah jalan. kebanyakan suatu organisasi pecinta lingkungan, biasanya putus ditengah jalan sebelum menjadi besar. saya mendukung segala sesuatu yang berbau Nature’s, salut buat GERDAPALA. Selamat Ulang Tahun. satu lagi kedewasaan datang menjelang, langkah nyata untuk hari depan. sippp…
telmark
30 Desember 2006
Makasih dukungannya. Sukses untuk kegiatan-kegiatan anda
ooyi
2 Januari 2007
Saya bangga dengan semangat anak2 ende mencintai alamnya sendiri. Mungkin Pak Gito dah lupa sama saya, temannya di SMP dulu.Saya ingin sekali ke ende kalo ada waktu, sudah lama di daerah lain di Indonesia…Saya ingin juga memberi foto-foto satelit tentang keadaan kota ende sekarang….kalo pak Gito mau….Mungkin dah lupa ama saya… Maxxiiiii…….
Maxxi Milianus Dari
4 Februari 2007
selamat ulang tahun walaupun terlambat kuucapkan
ALIANSIH
12 Desember 2007
sip selamat ulang tahun walaupun terlambat kuucapkan
ALIANSIH
12 Desember 2007